• Latest
  • Trending
  • All
Peran Kakek Prabowo dalam Berdirinya Bank Pertama di Indonesia

Sosok Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di Indonesia

July 12, 2026
Biaya Dana Turun Signifikan di CASA Makin Gemuk

Biaya Dana Turun Signifikan di CASA Makin Gemuk

August 31, 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

August 31, 2026
Pertumbuhan Kredit Naik 16 Persen di Semester 1 Tahun 2026

Pertumbuhan Kredit Naik 16 Persen di Semester 1 Tahun 2026

August 31, 2026
WN Aljazair Berendam di Danau Sunter, Menolak Dievakuasi

WN Aljazair Berendam di Danau Sunter, Menolak Dievakuasi

August 31, 2026
PGAS Klarifikasi Terkait Putusan Gugatan Perusahaan Energi Besar Ini

PGAS Klarifikasi Terkait Putusan Gugatan Perusahaan Energi Besar Ini

August 31, 2026
Perluas Web3 Nasional DEX dan Perdagangan Kripto Global Akan Hadir di Indonesia

Perluas Web3 Nasional DEX dan Perdagangan Kripto Global Akan Hadir di Indonesia

August 31, 2026
Peringatan Bos IMF Guncangan Harga Energi Masih Berlanjut

Peringatan Bos IMF Guncangan Harga Energi Masih Berlanjut

August 30, 2026
Gus Ipul Respon Protes Massa dalam Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Respon Protes Massa dalam Muktamar ke-35 NU

August 30, 2026
59 Perusahaan Berpotensi Terdepak dari Bursa Indonesia, Ini Daftarnya

59 Perusahaan Berpotensi Terdepak dari Bursa Indonesia, Ini Daftarnya

August 30, 2026
Kritik Cak Imin Soal NU Bukan Serangan untuk HMI

Kritik Cak Imin Soal NU Bukan Serangan untuk HMI

August 30, 2026
Pengusaha Rajin Kunjungi Gunung Kawi Raih Kesuksesan sebagai Konglomerat

Dua Pengusaha RI Jadi Konglomerat Lewat Kegiatan di Gunung Kawi

August 30, 2026
Formula Sukses Penerapan AI oleh Perusahaan menurut Telkom

Formula Sukses Penerapan AI oleh Perusahaan menurut Telkom

August 30, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, August 31, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Market

Sosok Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di Indonesia

by Herz Wijaya
July 12, 2026
in Market
0
Peran Kakek Prabowo dalam Berdirinya Bank Pertama di Indonesia
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Nama Margono Djohohadikusumo, kakek Prabowo Subianto, memiliki peran penting dalam sejarah perbankan Indonesia. Ia merupakan salah satu pendiri Bank Negara Indonesia (BNI), yang menjadi lembaga keuangan pertama di tanah air setelah proklamasi kemerdekaan.

Pada masa-masa awal kemerdekaan, Margono dan rekannya, Soerachman, memiliki visi yang berbeda tentang bagaimana mendirikan bank sentral di Indonesia. Margono percaya bahwa bank sentral harus dibangun dengan spirit bangsa dan tidak bergantung pada warisan sistem perbankan kolonial yang ada sebelumnya.

Soerachman, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran, berpendapat sebaliknya. Ia mengusulkan untuk menghidupkan kembali De Javasche Bank (DJB), bank yang didirikan oleh Belanda yang dianggapnya memiliki pengalaman dan infrastruktur yang mumpuni.

Pertentangan Ideologi dalam Mendirikan Bank Sentral di Indonesia

Kedua tokoh ini dihadapkan pada tantangan besar terkait kepentingan nasional dan potensi ancaman dari Belanda. Margono berpandangan bahwa mendirikan bank baru akan memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia, sementara Soerachman menganggap DJB masih relevan untuk mengelola ekonomi dengan lancar.

Keberadaan DJB akan mengancam upaya yang sudah direncanakan Margono. Ketika Belanda mulai menunjukkan niat untuk menjajah Indonesia kembali dengan rencana menghidupkan DJB, situasi ini memperkuat argumen Margono tentang perlunya bank nasional.

Margono dengan cepat melakukan langkah-langkah untuk mewujudkan gagasannya. Ia mendapat dukungan dari Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh. Hatta untuk mendirikan Bank Negara Indonesia yang baru, dengan tujuan melindungi kepentingan ekonomi Indonesia.

Pendirian dan Penetapan BNI sebagai Bank Sentral

BNI secara resmi didirikan pada 5 Juli 1946 melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1946. Masyarakat menyambut baik kehadiran bank ini karena menjadi simbol kemandirian dan harapan baru bagi bangsa yang baru merdeka.

Dalam perannya sebagai bank sentral, BNI tidak hanya bertugas memberikan kredit, tetapi juga mengelola simpanan masyarakat, menerbitkan obligasi, dan mengeluarkan uang. Margono menjabat sebagai pemimpin awal BNI dengan modal yang berasal dari patungan rakyat Indonesia.

Di awal pendiriannya, BNI menghadapi berbagai tantangan, termasuk dari kekuatan ekonomi Belanda melalui DJB. Untuk melawan pengendalian ekonomi kolonial, BNI menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai alat tukar yang sah.

Tantangan BNI dalam menghadapi Situasi Perang dan Pemulihan Ekonomi

Saat itu, kondisi lapangan sangat sulit. Banyak wilayah Indonesia berada di bawah penguasaan Belanda, yang mengakibatkan banyak cabang BNI terpaksa ditutup dan operasionalnya terhambat. Hal ini menjadi tantangan besar bagi BNI untuk menjalankan fungsinya sebagai bank sentral.

Setelah perang berakhir pada 1949, BNI mulai aktif kembali. Namun, fungsinya sebagai bank sentral semakin memudar, dan pada tahun 1953, pemerintah mengambil alih DJB dan mengubahnya menjadi Bank Indonesia.

Dengan langkah tersebut, status BNI sebagai bank sentral secara resmi dicabut pada tahun 1968. Sejak saat itu, BNI bertransformasi menjadi bank pelat merah yang tetap berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Peninggalan Sejarah Margono Djohohadikusumo dan BNI

Margono Djohohadikusumo meninggalkan warisan yang tak ternilai bagi perbankan Indonesia. Ia bukan hanya seorang perintis bank, tetapi juga menjadi simbol perjuangan untuk kemandirian ekonomi bangsa.

Kini BNI telah berkembang menjadi salah satu bank terkemuka di Indonesia, melayani jutaan nasabah dengan berbagai produk dan layanan yang inovatif. Transformasi yang dilakukan BNI menunjukkan bagaimana lembaga keuangan beradaptasi dengan perubahan zaman sambil tetap loyal terhadap nilai-nilai awal pendiriannya.

Tantangan yang dihadapi BNI di masa lalu merupakan pelajaran berharga bagi pengembangan sektor perbankan Indonesia. Dalam perjalanan waktu, BNI terus memperkuat posisinya, baik di kancah domestik maupun internasional, dengan semangat yang diletakkan oleh para pendirinya.

Tags: BalikBankBerdirinyaIndonesiaKakekPertamaPrabowoSosok
Share197Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
OJK Tetapkan Tersangka Kasus BPR Sumber Artha Waru Agung

OJK Tetapkan Tersangka Kasus BPR Sumber Artha Waru Agung

July 14, 2026
Saham JELI dan BACH Dibuang Investor Bersamaan, Apa Penyebabnya?

Saham JELI dan BACH Dibuang Investor Bersamaan, Apa Penyebabnya?

July 11, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Biaya Dana Turun Signifikan di CASA Makin Gemuk

Biaya Dana Turun Signifikan di CASA Makin Gemuk

August 31, 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

August 31, 2026
Pertumbuhan Kredit Naik 16 Persen di Semester 1 Tahun 2026

Pertumbuhan Kredit Naik 16 Persen di Semester 1 Tahun 2026

August 31, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In