• Latest
  • Trending
  • All
Saham Dibuang Investor, RANS Boyong Konglomerat JELI dan BACH

Saham Dibuang Investor, RANS Boyong Konglomerat JELI dan BACH

July 11, 2026
Expo Internasional 2026 Targetkan Transaksi Rp 4 Triliun Untuk Gen Z

Expo Internasional 2026 Targetkan Transaksi Rp 4 Triliun Untuk Gen Z

October 15, 2026
9 Pejabat Baru Dilantik dalam Reshuffle Kabinet Prabowo

9 Pejabat Baru Dilantik dalam Reshuffle Kabinet Prabowo

October 15, 2026
Target Dana Filantropi Rp1,66 T per Tahun dan 3 Fokus Utamanya

Target Dana Filantropi Rp1,66 T per Tahun dan 3 Fokus Utamanya

October 15, 2026
KPK Menangkap 14 Orang Termasuk Pejabat Tinggi

Kepala BPK Perwakilan Jateng Terlibat OTT Bupati Klaten

October 15, 2026
Dipajaki Tidak Sama dengan Status Halal

Dipajaki Tidak Sama dengan Status Halal

October 15, 2026
Xingmang Siap Diluncurkan, Sub-Merek Ponsel Kelas Menengah dari Huawei

Xingmang Siap Diluncurkan, Sub-Merek Ponsel Kelas Menengah dari Huawei

October 15, 2026
Borong Saham MAPI Sebesar Rp285,5 Miliar pada Harga Rp1.523

Borong Saham MAPI Sebesar Rp285,5 Miliar pada Harga Rp1.523

October 15, 2026
Langit Menguning dan Penebalan Kabut Asap

Langit Menguning dan Penebalan Kabut Asap

October 15, 2026
IHSG Terjatuh 2 Persen

IHSG Terjatuh 2 Persen

October 15, 2026
Pemakzulan Bupati Gowa Sitti Husniah Berujung pada Pemecatan

Pemakzulan Bupati Gowa Sitti Husniah Berujung pada Pemecatan

October 15, 2026
IHSG Turun 2 Persen, Berikut Penyebabnya

IHSG Turun 2 Persen, Berikut Penyebabnya

October 15, 2026
Pasar Smartphone Global Turun 20 Persen, Bagaimana Nasib Samsung dan Apple?

Pasar Smartphone Global Turun 20 Persen, Bagaimana Nasib Samsung dan Apple?

October 15, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 16, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Finansial

Saham Dibuang Investor, RANS Boyong Konglomerat JELI dan BACH

by Herz Wijaya
July 11, 2026
in Finansial
0
Saham Dibuang Investor, RANS Boyong Konglomerat JELI dan BACH
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dua perusahaan yang baru saja melantai di bursa, PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Bach Multi Global Tbk (BACH), mengalami penurunan signifikan pada perdagangan hari Jumat, 10 Juli 2026. Sementara itu, PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) justru mencatatkan kinerja yang cemerlang dengan lonjakan harga saham yang luar biasa.

Saham JELI, sebuah produsen makanan yang terkenal dengan merek INACO, mengalami penurunan yang sangat tajam, mencapai 14,81% dan diperdagangkan di level Rp1.495 per saham. Di sisi lain, BACH yang bergerak di sektor genset dan infrastruktur telekomunikasi, juga mengalami penurunan hampir 10% dengan harga saham menyentuh Rp500.

Masalah utama yang dihadapi JELI adalah valuasi yang tidak sejalan dengan kinerja laba yang diperolehnya. Selama tahun 2025, laba bersih yang dilaporkan hanya sebesar Rp39 miliar, melonjak 235,5% dibanding tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan ini berasal dari basis laba yang sangat kecil, menjadikannya sulit untuk membenarkan valuasi saat ini.

Sementara itu, laba yang misterius ini semakin dipertanyakan saat melihat adanya penurunan pendapatan selama tiga tahun berturut-turut. Pendapatan JELI menurun dari Rp838,94 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp753,05 miliar pada tahun 2025, dan hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan mereka untuk tumbuh di masa depan.

Masalah Valuasi dan Arus Kas JELI yang Menjadi Sorotan

Valuasi JELI saat ini, berdasarkan harga IPO, mencerminkan rasio harga terhadap laba (PER) yang sangat tinggi antara 31-39 kali. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan entitas sejenis dalam sektor makanan dan minuman, yang umumnya berada di rentang 12-18 kali. Lonjakan laba yang didapat bukan berasal dari peningkatan penjualan, melainkan dari perbaikan efisiensi dan marjin yang tidak bisa dipertahankan selamanya.

Poin yang lebih kritis adalah arus kas yang menunjukkan kemerosotan signifikan, dimana arus kas dari aktivitas operasi JELI anjlok hingga 83% pada tahun 2025. Lonjakan piutang dari Rp104,21 miliar menjadi Rp174,13 miliar akibat penjualan kredit semakin memperburuk situasi ini.

Keadaan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kualitas laba yang diperoleh JELI, dan risiko gagal bayar dari distributor menjadi semakin nyata. Oleh karena itu, investor disarankan untuk lebih berhati-hati terhadap prospek emiten ini.

BACH: Sinyal-Sinyal yang Perlu Diwaspadai

Kondisi BACH juga tidak lebih baik, di mana data dari broker menunjukkan bahwa satu broker menjadi net seller terbesar sebesar Rp117,4 miliar. Ini menunjukkan indikasi adanya fase distribusi besar yang biasanya menawarkan sinyal ancaman pemicu tekanan harga pada saham yang baru terdaftar.

Aspek fundamental BACH bisa dilihat dari rasio kas (cash ratio) yang sangat rendah, hanya 0,02 kali, turun drastis dari 0,09 kali. Rasio ini mengindikasikan keterbatasan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang sangat penting untuk diperhatikan, terlebih lagi dana IPO dialokasikan untuk modal kerja.

Ketergantungan BACH pada klien afiliasi dalam grup yang sama menjadi faktor risiko yang tidak kalah penting. Sebagian besar pendapatan BACH berasal dari entitas dalam ekosistem Grup Djarum, yang menciptakan stabilitas jangka pendek tetapi juga ketidakpastian dari keputusan di dalam grup tersebut.

Risiko Operasional dan Struktur Kepemilikan BACH

Dari sisi operasional, risiko rantai pasok menjadi ancaman bagi BACH. Ketergantungan pada prinsipal genset internasional seperti Himoinsa dan Guangdong Westinpower membuat mereka rentan terhadap fluktuasi nilai tukar dan masalah pasokan global. Selain itu, peningkatan utang juga mengikat emiten ini pada ketentuan-ketentuan ketat dari pihak perbankan.

Perjanjian opsi antara pemegang saham BACH menunjukkan adanya rencana pengambilalihan saham oleh PT Global Telekomunikasi Prima (GTP), yang berpotensi merubah struktur kepemilikan secara signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa investor perlu waspada terhadap perubahan yang cepat dalam pengendalian perusahaan.

Di samping itu, dengan porsi saham publik yang hanya 15,06%, volume saham yang beredar di pasar sangat terbatas. Hal ini dapat menyebabkan harga saham BACH bergerak liar oleh volume perdagangan yang relatif kecil, memperbesar volatilitas di pasar.

Kinerja Menarik RANS di Antara Penurunan Saham JELI dan BACH

Saat JELI dan BACH mengalami tekanan, RANS Entertainment Indonesia Tbk mencetak rekor positif dengan kenaikan harga saham mendekati Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama perdagangannya. Pembukaan perdagangan RANS dilaksanakan dengan harga Rp228 per lembar saham, mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 34,12%.

Momen IPO RANS turut dimeriahkan oleh kehadiran sejumlah tokoh ternama seperti Haji Isam, yang berperan sebagai mentor bagi pendiri RANS, Raffi Ahmad. Dalam seremoni tersebut, Raffi mengungkapkan betapa berartinya dukungan mentor bagi perjalanan bisnisnya.

Selain Haji Isam, hadir pula generasi baru pemimpin bisnis seperti Axton Salim dan Garibaldi ‘Boy’ Thohir, yang memberikan sentuhan prestisius di acara tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan minat yang besar terhadap RANS dan industri hiburan yang sedang berkembang di Indonesia.

Tags: BACHBoyongdanDibuangInvestorJELIKonglomeratRANSSaham
Share197Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

June 18, 2026
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

June 7, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Expo Internasional 2026 Targetkan Transaksi Rp 4 Triliun Untuk Gen Z

Expo Internasional 2026 Targetkan Transaksi Rp 4 Triliun Untuk Gen Z

October 15, 2026
9 Pejabat Baru Dilantik dalam Reshuffle Kabinet Prabowo

9 Pejabat Baru Dilantik dalam Reshuffle Kabinet Prabowo

October 15, 2026
Target Dana Filantropi Rp1,66 T per Tahun dan 3 Fokus Utamanya

Target Dana Filantropi Rp1,66 T per Tahun dan 3 Fokus Utamanya

October 15, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In