• Latest
  • Trending
  • All
DPR Dorong Universitas Nonaktifkan Dosen Penasehat Yayasan Daycare Aresha

DPR Dorong Universitas Nonaktifkan Dosen Penasehat Yayasan Daycare Aresha

May 1, 2026
Jelang Semester I IPO Sepi, BEI Optimis Target Masih Dapat Dicapai

Jelang Semester I IPO Sepi, BEI Optimis Target Masih Dapat Dicapai

May 19, 2026
IHSG Tertekan, BEI Mengungkap Berbagai Faktor Penyebabnya

IHSG Tertekan, BEI Mengungkap Berbagai Faktor Penyebabnya

May 19, 2026
Xiaomi Batalkan Rencana Produksi HP Tipis Saingan iPhone Air dan Alasannya

Xiaomi Batalkan Rencana Produksi HP Tipis Saingan iPhone Air dan Alasannya

May 19, 2026
6 Kabupaten di Jawa Timur Menyatakan Status Darurat Kekeringan

6 Kabupaten di Jawa Timur Menyatakan Status Darurat Kekeringan

May 19, 2026
32 WNI Berangkat Haji Ilegal dengan Alasan Bekerja di Menit Terakhir

32 WNI Berangkat Haji Ilegal dengan Alasan Bekerja di Menit Terakhir

May 19, 2026
Purbaya Gelontorkan Rp2 T Setiap Hari Bantu BI Stabilkan Rupiah

Purbaya Gelontorkan Rp2 T Setiap Hari Bantu BI Stabilkan Rupiah

May 19, 2026
DPR RI dan BI Setuju Tingkatkan Penguatan Rupiah

DPR RI dan BI Setuju Tingkatkan Penguatan Rupiah

May 18, 2026
Video DPR Mengkritik Melemahnya Nilai Rupiah

Video DPR Mengkritik Melemahnya Nilai Rupiah

May 18, 2026
Jadwal dan Klasemen MPL ID S17 Week 9: Onic Melenggang, Siapa Lain ke Playoff?

Jadwal dan Klasemen MPL ID S17 Week 9: Onic Melenggang, Siapa Lain ke Playoff?

May 18, 2026
Usulan Eks Pimpinan KPK Agar Audit Kerugian Negara Tidak Hanya Oleh BPK

Usulan Eks Pimpinan KPK Agar Audit Kerugian Negara Tidak Hanya Oleh BPK

May 18, 2026
Tuntutan Hukuman Berbeda untuk Tiga Prajurit TNI dalam Kasus Pembunuhan Kacab Bank

Tuntutan Hukuman Berbeda untuk Tiga Prajurit TNI dalam Kasus Pembunuhan Kacab Bank

May 18, 2026
Nilai Tukar Rupiah Akhir Tahun Diperkirakan Mencapai Rp 16.500 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Akhir Tahun Diperkirakan Mencapai Rp 16.500 per Dolar AS

May 18, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

DPR Dorong Universitas Nonaktifkan Dosen Penasehat Yayasan Daycare Aresha

by Herz Wijaya
May 1, 2026
in Ekonomi
0
DPR Dorong Universitas Nonaktifkan Dosen Penasehat Yayasan Daycare Aresha
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, menyampaikan permintaan untuk menonaktifkan dosen yang terlibat sebagai penasehat yayasan tempat penitipan anak. Hal ini penting sebagai langkah awal untuk mengantisipasi kemungkinan keterlibatan dosen tersebut dalam kasus kekerasan yang terjadi di Daycare Little Aresha, Yogyakarta.

Menurut Esti, keputusan ini harus diambil secepatnya jika terduga terbukti terlibat, mengingat proses hukum yang akan berlangsung. Dia menegaskan bahwa tindakan tegas diperlukan agar aksi kekerasan di lingkungan pendidikan tidak terus berulang.

Dalam pernyataannya, Esti juga menyatakan bahwa tenaga pendidik yang terlibat dalam kasus-kasus kekerasan sebaiknya mendapatkan sanksi yang lebih berat dari sanksi yang dikenakan kepada masyarakat umum. Hukuman ini penting untuk menegaskan komitmen perlindungan anak dan menciptakan lingkungan aman bagi mereka.

“Hukuman bagi tenaga pendidik harus tiga kali lipat lebih berat daripada pelaku umum yang tidak memiliki kompetensi. Jika terbukti ada keterlibatan dosen, kami akan melakukan pembahasan lebih lanjut di Komisi X DPR,” tambahnya.

Esti juga menekankan bahwa penyelesaian kasus kekerasan di Daycare Little Aresha tidak hanya berhenti di proses hukum, tetapi juga perlu dilanjutkan dengan pemulihan bagi para korban. Kasus ini telah menimbulkan dampak serius pada kesehatan fisik dan mental anak-anak yang terlibat.

Pentingnya Menangani Kasus Kekerasan di Fasilitas Penitipan Anak

“Kami menerima keluhan dari orang tua terkait kondisi kesehatan anak-anak mereka. Beberapa anak dilaporkan mengalami pneumonia, bronkitis, infeksi kulit, hingga keterlambatan tumbuh kembang,” ucap Esti. Hal ini menunjukkan bahwa ada masalah serius dalam pengelolaan daycare tersebut.

Esti mengungkapkan bahwa para korban sering kali tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, mengalami dehidrasi, dan ditempatkan di ruangan lembap yang tidak memadai. Semua faktor ini berkontribusi pada kondisi kesehatan mereka yang buruk dan memperburuk situasi.

Sebagai langkah lanjut, dia meminta agar semua video yang beredar di media sosial mengenai kasus ini segera dihapus. Materi tersebut dapat mengganggu kondisi psikologis orang tua dan mental para anak, terutama akibat komentar negatif dari publik.

“Perundungan digital bisa memperparah keadaan psikologis anak-anak. Oleh karena itu, kami mendorong agar konten yang merugikan dihapus segera,” tegasnya. Ini adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan mental para korban dan keluarga mereka.

Dalam hal ini, pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) membenarkan bahwa penasehat dari yayasan tersebut, Cahyaningrum Dewojati, adalah seorang dosen aktif. Namun, mereka memastikan bahwa lembaga pendidikan ini tidak memiliki hubungan resmi dengan yayasan daycare tersebut.

Reaksi dan Tindakan Pihak Berwajib

Pihak kepolisian telah mengambil langkah tegas dengan menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus kekerasan di Daycare Little Aresha. Di antara mereka terdapat kepala yayasan, kepala sekolah, serta sebelas pengasuh anak.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Eva Guna Pandia, mengonfirmasi bahwa penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengungkap semua pihak yang terlibat. Penanganan yang hati-hati diperlukan untuk memastikan keadilan diberikan kepada para korban.

Dalam konteks ini, aksi cepat dari pihak berwajib sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada orang tua. Masyarakat tentunya berharap ada tindakan nyata yang diambil untuk mencegah kasus serupa terjadi di kemudian hari.

Pentingnya perlindungan anak di tempat penitipan tidak bisa dipandang sebelah mata. Setiap kasus yang terjadi harus diusut tuntas agar tidak ada lagi anak yang menjadi korban di institusi yang seharusnya memberikan rasa aman.

Komisi X DPR RI berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus ini dan mengambil langkah yang diperlukan. Penanganan yang baik diharapkan dapat mencegah terjadinya kekerasan di masa mendatang.

Langkah Pencegahan dan Kesadaran Masyarakat

Dari kasus ini, jelas bahwa kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan anak perlu ditingkatkan. Edukasi bagi orang tua dan pengasuh di daycare penting untuk mengurangi risiko kekerasan.

Pihak terkait harus aktif memberi informasi tentang tanda-tanda kekerasan dan dampaknya. Ketika masyarakat lebih peka, diharapkan mereka akan lebih cepat melaporkan jika melihat adanya indikasi kekerasan pada anak.

Selain itu, lembaga pendidikan, termasuk daycare, harus menerapkan kebijakan keamanan yang ketat. Mereka perlu memastikan semua staf memahami dan mematuhi standar perlindungan anak.

Aksi pencegahan, seperti pelatihan dan workshop tentang perlindungan anak bagi pengasuh, juga sangat dianjurkan. Ini dapat membekali mereka dengan pengetahuan yang tepat dalam menjaga anak-anak di fasilitas penitipan.

Dengan adanya kerjasama antara orang tua, lembaga pendidikan, dan pemerintah, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perkembangan anak di Indonesia.

Tags: AreshaDaycareDorongDosenDPRNonaktifkanPenasehatUniversitasYayasan
Share196Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rekomendasi KPID Jabar untuk Revisi UU Penyiaran dan Filterisasi Konten Digital

Rekomendasi KPID Jabar untuk Revisi UU Penyiaran dan Filterisasi Konten Digital

May 13, 2026
6 Saham RI Terdepak Dari Indeks MSCI Global, Apa Dampaknya?

6 Saham RI Terdepak Dari Indeks MSCI Global, Apa Dampaknya?

May 13, 2026
Sinergi Kebijakan Bank Mandiri Dukung Prospek Ekonomi Indonesia

Sinergi Kebijakan Bank Mandiri Dukung Prospek Ekonomi Indonesia

May 11, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Jelang Semester I IPO Sepi, BEI Optimis Target Masih Dapat Dicapai

Jelang Semester I IPO Sepi, BEI Optimis Target Masih Dapat Dicapai

May 19, 2026
IHSG Tertekan, BEI Mengungkap Berbagai Faktor Penyebabnya

IHSG Tertekan, BEI Mengungkap Berbagai Faktor Penyebabnya

May 19, 2026
Xiaomi Batalkan Rencana Produksi HP Tipis Saingan iPhone Air dan Alasannya

Xiaomi Batalkan Rencana Produksi HP Tipis Saingan iPhone Air dan Alasannya

May 19, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In