• Latest
  • Trending
  • All
Dolar AS Hampir Mencapai Rp18.100 per US Dollar

Dolar AS Hampir Mencapai Rp18.100 per US Dollar

July 13, 2026
Biaya Dana Turun Signifikan di CASA Makin Gemuk

Biaya Dana Turun Signifikan di CASA Makin Gemuk

August 31, 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

August 31, 2026
Pertumbuhan Kredit Naik 16 Persen di Semester 1 Tahun 2026

Pertumbuhan Kredit Naik 16 Persen di Semester 1 Tahun 2026

August 31, 2026
WN Aljazair Berendam di Danau Sunter, Menolak Dievakuasi

WN Aljazair Berendam di Danau Sunter, Menolak Dievakuasi

August 31, 2026
PGAS Klarifikasi Terkait Putusan Gugatan Perusahaan Energi Besar Ini

PGAS Klarifikasi Terkait Putusan Gugatan Perusahaan Energi Besar Ini

August 31, 2026
Perluas Web3 Nasional DEX dan Perdagangan Kripto Global Akan Hadir di Indonesia

Perluas Web3 Nasional DEX dan Perdagangan Kripto Global Akan Hadir di Indonesia

August 31, 2026
Peringatan Bos IMF Guncangan Harga Energi Masih Berlanjut

Peringatan Bos IMF Guncangan Harga Energi Masih Berlanjut

August 30, 2026
Gus Ipul Respon Protes Massa dalam Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Respon Protes Massa dalam Muktamar ke-35 NU

August 30, 2026
59 Perusahaan Berpotensi Terdepak dari Bursa Indonesia, Ini Daftarnya

59 Perusahaan Berpotensi Terdepak dari Bursa Indonesia, Ini Daftarnya

August 30, 2026
Kritik Cak Imin Soal NU Bukan Serangan untuk HMI

Kritik Cak Imin Soal NU Bukan Serangan untuk HMI

August 30, 2026
Pengusaha Rajin Kunjungi Gunung Kawi Raih Kesuksesan sebagai Konglomerat

Dua Pengusaha RI Jadi Konglomerat Lewat Kegiatan di Gunung Kawi

August 30, 2026
Formula Sukses Penerapan AI oleh Perusahaan menurut Telkom

Formula Sukses Penerapan AI oleh Perusahaan menurut Telkom

August 30, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, August 31, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Market

Dolar AS Hampir Mencapai Rp18.100 per US Dollar

by Herz Wijaya
July 13, 2026
in Market
0
Dolar AS Hampir Mencapai Rp18.100 per US Dollar
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mata uang Garuda, rupiah, mengalami pergerakan yang kurang menguntungkan di awal perdagangan minggu ini dengan mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kenaikan indeks dolar AS memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah, yang berada dalam situasi yang sulit. Ini menjadi perhatian serius bagi banyak pelaku pasar, terutama mengingat situasi global yang terus berfluktuasi.

Data menunjukkan bahwa pada hari Senin, rupiah dibuka di posisi Rp18.075 terhadap dolar AS, mencatatkan penurunan sebesar 0,17%. Dalam konteks perdagangan sebelumnya, rupiah sempat menunjukkan pergerakan positif di akhir pekan lalu, ditutup di level Rp18.045 per dolar AS. Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang tidak stabil.

Pelemahan mata uang rupiah terjadi di tengah penguatan yang terlihat pada dolar AS, yang membuat persaingan di pasar semakin ketat. Situasi ini tidak hanya memengaruhi investasi lokal, tetapi juga menciptakan dampak yang luas terhadap perekonomian nasional.

Penyebab Penguatan Dolar AS dalam Perdagangan Global

Pagi ini, dolar AS menguat, terlihat dari indeks dolar (DXY) yang mencatatkan kenaikan 0,22% ke level 101,178. Penguatan ini memberikan sinyal kepada investor bahwa aset berdenominasi dolar AS kembali menjadi pilihan, mengingat ketidakpastian di pasar global. Pelaku pasar mulai kembali mencemaskan inflasi yang dapat berdampak pada kebijakan moneter di berbagai negara.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan penguatan dolar adalah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah. Tindakan agresif Amerika Serikat dan Iran baru-baru ini kembali memicu kekhawatiran akan dampak inflasi yang bisa melanda ekonomi global. Ini menjadi sudut pandang yang sangat diperhatikan oleh pelaku pasar saat ini.

Ketegangan yang terjadi di wilayah tersebut dapat memicu lonjakan harga energi, yang mana merupakan salah satu komoditas utama. Lonjakan harga minyak mentah pada awal perdagangan Asia menjadi salah satu indikator bahwa pasar sedang dalam kondisi yang tidak stabil, dan harga minyak Brent tercatat meningkat 3,3% menjadi US$78,49 per barel.

Dampak Lonjakan Harga Minyak Terhadap Inflasi Global

Harga minyak yang terus melonjak dapat berimplikasi pada inflasi di banyak negara. Dengan inflasi yang dalam tren meningkat, banyak ekonomi memperkirakan bahwa bank sentral, terutama Federal Reserve di AS, mungkin akan kembali merumuskan langkah kebijakan moneter mereka. Kenaikan suku bunga mungkin menjadi salah satu respons atas inflasi yang meningkat, yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global.

Para ekonom mulai memperkirakan adanya kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih dari dua kali sebelum akhir tahun. Hal ini terlihat dari analisis yang menggunakan alat perkiraan seperti CME FedWatch Tool, di mana peluang tersirat untuk kenaikan suku bunga meningkat dari 47,6% menjadi 52,1%. Ini menunjukkan ketidakpastian dalam kebijakan moneter, yang menjadi perhatian utama bagi banyak investor.

Melihat situasi ini, para pelaku pasar berharap adanya perubahan positif dari kondisi global. Stabilitas harga minyak dan meredanya konflik dapat menjadi titik balik untuk perbaikan nilai tukar rupiah di masa mendatang.

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah ke Depan dan Harapan Stabilitas Ekonomi

Proyeksi nilai tukar rupiah di masa mendatang masih bergantung pada banyak faktor. Ekonom dari salah satu bank di Indonesia, menyatakan bahwa rupiah berpotensi kembali ke kisaran Rp17.000-an jika beberapa syarat terpenuhi. Syarat tersebut mencakup meredanya ketegangan global, penyelesaian konflik yang sedang berlangsung, serta penurunan harga minyak ke level di bawah US$70 per barel.

Bila kondisi tersebut terbentuk, ia meyakini para investor akan kembali menaruh kepercayaan pada rupiah. Hal ini akan memberikan dorongan signifikan bagi penguatan mata uang Garuda, membuatnya bergerak lebih stabil dalam jangka waktu yang akan datang.

Terdapat keyakinan bahwa jika kombinasi faktor-faktor tersebut terwujud, investor akan kembali berinvestasi. Fenomena ini dianggap penting untuk memulihkan kepercayaan di pasar dan meningkatkan nilai tukar yang lebih baik dari sebelumnya.

Tags: DolarDollarHampirMencapaiRp18.100
Share197Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
OJK Tetapkan Tersangka Kasus BPR Sumber Artha Waru Agung

OJK Tetapkan Tersangka Kasus BPR Sumber Artha Waru Agung

July 14, 2026
Saham JELI dan BACH Dibuang Investor Bersamaan, Apa Penyebabnya?

Saham JELI dan BACH Dibuang Investor Bersamaan, Apa Penyebabnya?

July 11, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Biaya Dana Turun Signifikan di CASA Makin Gemuk

Biaya Dana Turun Signifikan di CASA Makin Gemuk

August 31, 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

August 31, 2026
Pertumbuhan Kredit Naik 16 Persen di Semester 1 Tahun 2026

Pertumbuhan Kredit Naik 16 Persen di Semester 1 Tahun 2026

August 31, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In