• Latest
  • Trending
  • All
Purbaya Berkomentar Tentang Kontroversi ‘Sell Indonesia’ Saat Rupiah dan IHSG Anjlok

Purbaya Berkomentar Tentang Kontroversi ‘Sell Indonesia’ Saat Rupiah dan IHSG Anjlok

June 6, 2026
Ngebut Membangun Wall Street Baru di Bali Jadi Magnet Uang

Ngebut Membangun Wall Street Baru di Bali Jadi Magnet Uang

July 17, 2026
Perbaikan Jalan Mengakibatkan Lalu Lintas Padat dari Kebon Sirih ke Tugu Tani

Perbaikan Jalan Mengakibatkan Lalu Lintas Padat dari Kebon Sirih ke Tugu Tani

July 17, 2026
IHSG Dibuka Naik Tipis Langsung Berbalik Turun 0,4 Persen ke 6.081

IHSG Dibuka Naik Tipis Langsung Berbalik Turun 0,4 Persen ke 6.081

July 17, 2026
Aparat Gabungan Diterjunkan untuk Kawal Demo Mahasiswa di Monas

Aparat Gabungan Diterjunkan untuk Kawal Demo Mahasiswa di Monas

July 17, 2026
Rupiah Stabil, Dolar AS di Level Rp17.980 Pagi Ini

Rupiah Stabil, Dolar AS di Level Rp17.980 Pagi Ini

July 17, 2026
Setop Beroperasi di China, Ini Alasannya

Setop Beroperasi di China, Ini Alasannya

July 17, 2026
Laba BTN Mencapai Rp 1,85 T per Mei 2026 dengan Kenaikan 54 Persen

Jajaki Sekuritisasi hingga Rp400 Miliar dengan SMF

July 16, 2026
Ledakan di Puspalad, TNI Pastikan Perawatan Amunisi Sesuai Prosedur

Ledakan di Puspalad, TNI Pastikan Perawatan Amunisi Sesuai Prosedur

July 16, 2026
Pukulan Baru untuk Pos Indonesia Fitch Turunkan Rating Menjadi C

Pukulan Baru untuk Pos Indonesia Fitch Turunkan Rating Menjadi C

July 16, 2026
Analisis Laporan Penerimaan Amplop oleh KPK Selesai

Analisis Laporan Penerimaan Amplop oleh KPK Selesai

July 16, 2026
RUPSLB BTN September 2026 dengan Agenda Perubahan Pengurus

RUPSLB BTN September 2026 dengan Agenda Perubahan Pengurus

July 16, 2026
Pangkas Kabel Semrawut, Relokasi Fiber Optik Hemat Biaya Siap Dilaksanakan

Pangkas Kabel Semrawut, Relokasi Fiber Optik Hemat Biaya Siap Dilaksanakan

July 16, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, July 17, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Finansial

Purbaya Berkomentar Tentang Kontroversi ‘Sell Indonesia’ Saat Rupiah dan IHSG Anjlok

by Herz Wijaya
June 6, 2026
in Finansial
0
Purbaya Berkomentar Tentang Kontroversi ‘Sell Indonesia’ Saat Rupiah dan IHSG Anjlok
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Situasi ekonomi Indonesia saat ini menjadi sorotan publik, terutama setelah seruan untuk “Sell Indonesia” muncul dari kalangan investor global. Kejadian ini mencerminkan hilangnya kepercayaan investor terhadap pasar Indonesia, yang dipicu oleh penurunan nilai tukar rupiah dan jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan tanggapan terkait fenomena ini, menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak dapat dibandingkan dengan krisis pada tahun 1998. Purbaya yakin bahwa kondisi fiskal negara saat ini cukup kuat, meskipun diberitakan adanya sentimen negatif yang mempengaruhi nilai tukar.

“Ada sedikit gangguan negatif yang mempengaruhi nilai tukar, namun hal ini bisa diatasi melalui koordinasi yang baik antara pemerintah, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia,” jelas Purbaya di Jakarta.

Dampak Krisis Terhadap Investor Global dan Kepercayaan Pasar

Purbaya menilai bahwa banyak investor yang tidak sepenuhnya memahami situasi Indonesia saat ini. Oleh karena itu, ia berencana untuk mempercepat konferensi pers mengenai APBNKita untuk menunjukkan kondisi fiskal yang baik dan ekonomi yang kuat di Indonesia kepada pasar.

“Dengan langkah ini, kami berharap sentimen negatif dapat menguap seiring waktu,” tambah Purbaya. Ia juga mengajak para investor untuk meneliti data dengan lebih cermat agar mendapatkan gambaran yang utuh mengenai ekonomi Indonesia.

“Fiskal kita terjaga, ekonomi stabil, dan kepemimpinan saat ini cukup kuat untuk memastikan bahwa semua strategi pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik,” tegasnya.

Kinerja IHSG dan Indikator Ekonomi yang Mencemaskan

Kenaikan IHSG yang sempat mencapai rekor tertinggi kini berbalik menjadi penurunan dramatis hingga 36%, menjadikannya sebagai indeks dengan performa terburuk di dunia sepanjang tahun ini. Hal ini mengguncang para investor yang sebelumnya optimis terhadap pasar Indonesia yang kaya akan komoditas ini.

Di tengah penurunan tersebut, kekhawatiran juga muncul terkait agenda politik Presiden Prabowo Subianto yang dinilai semakin populis. Intervensi nyata pemerintah dalam pasar yang sebelumnya terbuka untuk investasi asing ini menjadi hal yang semakin mencemaskan banyak investor.

George Boubouras, kepala riset di sebuah hedge fund, mengekspresikan keprihatinannya, mengungkapkan bahwa terdapat trend “jual Indonesia” di kalangan investor. Ia bahkan mencabut seluruh posisinya di pasar Indonesia setelah bertahun-tahun berinvestasi di sana.

Kebijakan Ekonomi dan Tindakan Presiden Prabowo

Sejak mengambil alih kursi kepresidenan pada Oktober 2024, Presiden Prabowo berkomitmen untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai target 8% per tahun. Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, ia meluncurkan program makan siang gratis di sekolah-sekolah, memperbesar peran negara dalam perekonomian, dan menyalurkan dana miliaran dolar ke lembaga pengelola investasi, Danantara.

Namun, kebijakan tersebut juga menciptakan gelombang reaksi negatif, terutama ketika Prabowo mengambil alih kendali atas ekspor komoditas utama untuk menekan penghindaran pajak. Keputusan ini menyebabkan aksi jual yang signifikan pada saham-saham dari sektor eksportir, menggoyahkan kepercayaan investor.

Pergeseran ini semakin diperparah dengan kepergian mantan menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati pada tahun 2025, yang dikenal luas sebagai pilar disiplin fiskal yang meyakinkan pasar bahwa Indonesia akan menjaga manajemen anggaran yang konservatif.

Tantangan dan Harapan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Kini, banyak pelaku pasar bertanya-tanya tentang komitmen pemerintah baru terhadap stabilitas fiskal. Situasi ini menempatkan Indonesia di persimpangan yang krusial, di mana kebijakan ekonomi jangka pendek harus seimbang dengan kepercayaan jangka panjang dari para investor.

Strategi yang tepat dan transisi yang mulus menjadi kunci untuk meraih kembali kepercayaan yang telah hilang. Purbaya menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam dari investor terhadap kondisi ekonomi saat ini dan bagaimana langkah-langkah strategis dapat membangun kembali kepercayaan tersebut.

Dengan demikian, penting bagi pemerintah untuk memastikan kebijakan yang transparan dan responsif terhadap kebutuhan pasar serta tantangan yang dihadapi. Pemulihan kepercayaan investor bukanlah hal yang mudah, namun dengan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, semuanya mungkin untuk dicapai.

Tags: AnjlokBerkomentardanIHSGIndonesiaKontroversiPurbayaRupiahSaatSellTentang
Share197Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rekomendasi KPID Jabar untuk Revisi UU Penyiaran dan Filterisasi Konten Digital

Rekomendasi KPID Jabar untuk Revisi UU Penyiaran dan Filterisasi Konten Digital

May 13, 2026
OJK Rencanakan Tokenisasi Aset Nyata untuk Hadirkan Kripto Halal di Indonesia

OJK Rencanakan Tokenisasi Aset Nyata untuk Hadirkan Kripto Halal di Indonesia

May 23, 2026
Daftar BPR dan BPRS Terbaru Total 34 Bank dan Nama-nama yang Ditutup

Daftar BPR dan BPRS Terbaru Total 34 Bank dan Nama-nama yang Ditutup

May 10, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Ngebut Membangun Wall Street Baru di Bali Jadi Magnet Uang

Ngebut Membangun Wall Street Baru di Bali Jadi Magnet Uang

July 17, 2026
Perbaikan Jalan Mengakibatkan Lalu Lintas Padat dari Kebon Sirih ke Tugu Tani

Perbaikan Jalan Mengakibatkan Lalu Lintas Padat dari Kebon Sirih ke Tugu Tani

July 17, 2026
IHSG Dibuka Naik Tipis Langsung Berbalik Turun 0,4 Persen ke 6.081

IHSG Dibuka Naik Tipis Langsung Berbalik Turun 0,4 Persen ke 6.081

July 17, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In