• Latest
  • Trending
  • All
Pemerintah Sita Harta Karun 15 Triliun, Penemunya Dibiarkan Hidup dalam Kemiskinan

Pemerintah Sita Harta Karun 15 Triliun, Penemunya Dibiarkan Hidup dalam Kemiskinan

May 10, 2026
Keluarga Batak Kehilangan Emas 1 Ton yang Dimaling Setelah Menabung Lama

Keluarga Batak Kehilangan Emas 1 Ton yang Dimaling Setelah Menabung Lama

May 10, 2026
Penjualan PS5 Turun Hampir 50 Persen Karena Harga Naik dan Ini Penjelasannya

Penjualan PS5 Turun Hampir 50 Persen Karena Harga Naik dan Ini Penjelasannya

May 10, 2026
Wakil Ketua DPR Lepas 438 Jamaah Haji dari Kabupaten Bandung di Kertajati

Wakil Ketua DPR Lepas 438 Jamaah Haji dari Kabupaten Bandung di Kertajati

May 10, 2026
Nobar Persija Vs Persib, TNI Polri Amankan Beberapa Titik untuk Cegah Bentrok

Nobar Persija Vs Persib, TNI Polri Amankan Beberapa Titik untuk Cegah Bentrok

May 10, 2026
B50 Hingga RKAB 2026, Ujian dan Peluang Baru untuk Bisnis Alat Berat di Indonesia

B50 Hingga RKAB 2026, Ujian dan Peluang Baru untuk Bisnis Alat Berat di Indonesia

May 10, 2026
Daftar BPR dan BPRS Terbaru Total 34 Bank dan Nama-nama yang Ditutup

Daftar BPR dan BPRS Terbaru Total 34 Bank dan Nama-nama yang Ditutup

May 10, 2026
Pindar Indosaku Denda Rp875 Juta Oleh OJK dan Dirut Terima Peringatan

Ancaman OJK untuk Pinjol yang Gunakan Debt Collector Agresif dalam Penagihan Utang

May 10, 2026
Membedah Fitur Circle to Search 3.0 di Galaxy S26 Ultra

Membedah Fitur Circle to Search 3.0 di Galaxy S26 Ultra

May 10, 2026
Pelatihan Kader Muda PKS: Pentingnya Spiritualitas bagi Seorang Pemimpin

Pelatihan Kader Muda PKS: Pentingnya Spiritualitas bagi Seorang Pemimpin

May 10, 2026
Update Kerusuhan Stadion Lukas Enembe CCTV Tidak Berfungsi

Update Kerusuhan Stadion Lukas Enembe CCTV Tidak Berfungsi

May 10, 2026
Kakak Beradik Terjun ke Dunia Miliarder Melalui Bisnis Ini

Kakak Beradik Terjun ke Dunia Miliarder Melalui Bisnis Ini

May 10, 2026
Laba Operasional Anjlok Karena Dampak Trump dan Mobil Listrik China

Laba Operasional Anjlok Karena Dampak Trump dan Mobil Listrik China

May 9, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sunday, May 10, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Finansial

Pemerintah Sita Harta Karun 15 Triliun, Penemunya Dibiarkan Hidup dalam Kemiskinan

by Herz Wijaya
May 10, 2026
in Finansial
0
Pemerintah Sita Harta Karun 15 Triliun, Penemunya Dibiarkan Hidup dalam Kemiskinan
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penemuan harta karun sering kali dipandang sebagai anugerah yang dapat merubah kehidupan seorang individu. Namun, kisah yang dialami oleh Mat Sam, seorang warga Kampung Cempaka di Kalimantan Selatan, memberikan gambaran lain yang tidak kalah menarik dan penuh liku.

Pada 26 Agustus 1965, Mat Sam dan empat temannya menemukan sebuah intan raksasa yang kemudian menjadi sorotan nasional. Intan tersebut bukan hanya besar, tetapi juga memiliki kualitas yang sangat baik, bercahaya dengan nuansa biru kemerahan yang memukau.

Setelah penemuan itu, ukuran intan terukur mencapai 166,75 karat, menjadikannya sebagai intan terbesar yang pernah ada dalam sejarah Indonesia. Diperkirakan, nilai harta karun itu mencapai puluhan miliar rupiah, hanya sedikit lebih kecil dari berlian Koh-i-Noor yang terkenal.

Proses Pengambilan Harta Karun oleh Pemerintah yang Kontroversial

Walaupun penemuan tersebut seharusnya menjadi kebanggaan bagi Mat Sam, kenyataannya sangat berlawanan. Intan raksasa itu segera diambil oleh pemerintah daerah, Pantjatunggal Kabupaten Banjar, tanpa persetujuan dari penemunya. Hal ini mengundang kontroversi dan protes dari Mat Sam dan masyarakat sekitar.

Pemerintah kemudian memutuskan untuk membawa intan tersebut ke Jakarta dan menyerahkannya kepada Presiden Soekarno. Tindakan ini jelas mengecewakan Mat Sam, yang berharap intan itu dapat memberinya kehidupan yang lebih baik dan memberi berkah kepada komunitasnya.

Sebuah artikel yang dimuat dalam surat kabar Angkatan Bersenjata pada 11 September 1967 melaporkan bahwa tindakan pemerintah tersebut bertentangan dengan keinginan dari si penemu. Mat Sam merasa sangat dirugikan atas keputusan ini dan berjuang untuk mendapatkan haknya.

Janji yang Dikhianati dan Harapan yang Pupus

Setelah penemuan tersebut, ada klaim bahwa intan jumbo akan digunakan untuk pembangunan Kalimantan Selatan serta membeli teknologi baru untuk meningkatkan produksi intan. Janji Presiden Soekarno untuk memberikan hadiah berupa perjalanan naik haji kepada Mat Sam dan rekan-rekannya juga mencuat di tengah euforia penemuan.

Namun, janji itu hanya tinggal janji belaka. Dua tahun berlalu dan hadiah yang dijanjikan tak pernah terwujud. Hal ini menambah kesedihan dan kecewa yang dirasakan oleh Mat Sam, yang berharap pemerintah dapat memenuhi komitmennya.

Melihat keadaan ini, surat kabar Kompas mencatat pada 11 September 1967 bahwa kehidupan Mat Sam dan rekan-rekannya tetap berada dalam kondisi melarat. Dengan harga intan yang diperkirakan mencapai Rp 3,5 miliar pada saat itu, situasi mereka jelas sangat tidak adil.

Perjuangan untuk Mendapatkan Keadilan yang Tak Kunjung Tiba

Mat Sam tidak tinggal diam dalam menghadapi ketidakadilan yang menimpanya. Ia melalui kuasa hukumnya berusaha menyampaikan aspirasinya kepada pihak berwenang, termasuk Presidium Kabinet Ampera yang dipimpin oleh Jenderal Soeharto. Langkah ini diambil agar pemerintah bisa memberikan keadilan bagi penemu intan raksasa tersebut.

Sayangnya, catatan sejarah tidak memberikan gambaran jelas tentang perkembangan lebih lanjut dari perjuangan Mat Sam. Tidak ada informasi mengenai apakah ia akhirnya mendapatkan keadilan atau tidak. Hal ini menunjukkan betapa sulitnya perjalanan hak-hak individu di tengah langkah politik pemangku kebijakan.

Peristiwa ini mengisahkan lebih dari sekadar penemuan harta karun; ia merangkum banyak aspek kehidupan sosial, politik, dan ketidakadilan yang lebih besar yang dihadapi oleh masyarakat di Indonesia pada waktu itu.

Tags: dalamDibiarkanHartaHidupKarunKemiskinanPemerintahPenemunyaSitaTriliun
Share196Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Keluarga Batak Kehilangan Emas 1 Ton yang Dimaling Setelah Menabung Lama

Keluarga Batak Kehilangan Emas 1 Ton yang Dimaling Setelah Menabung Lama

May 10, 2026
Pemerintah Sita Harta Karun 15 Triliun, Penemunya Dibiarkan Hidup dalam Kemiskinan

Pemerintah Sita Harta Karun 15 Triliun, Penemunya Dibiarkan Hidup dalam Kemiskinan

May 10, 2026
Penjualan PS5 Turun Hampir 50 Persen Karena Harga Naik dan Ini Penjelasannya

Penjualan PS5 Turun Hampir 50 Persen Karena Harga Naik dan Ini Penjelasannya

May 10, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In