• Latest
  • Trending
  • All
Masalah Struktural Penyebab Lesunya Kredit UMKM Diketahui oleh Perbanas

Masalah Struktural Penyebab Lesunya Kredit UMKM Diketahui oleh Perbanas

June 18, 2026
IHSG Awal Naik 0,17% Namun Segera Berbalik Menuju Zona Merah

IHSG Awal Naik 0,17% Namun Segera Berbalik Menuju Zona Merah

July 13, 2026
Hari Pertama Sekolah di Jakarta, Lalu Lintas Sangat Padat

Hari Pertama Sekolah di Jakarta, Lalu Lintas Sangat Padat

July 13, 2026
Dolar AS Hampir Mencapai Rp18.100 per US Dollar

Dolar AS Hampir Mencapai Rp18.100 per US Dollar

July 13, 2026
Ledakan Di Purwakarta Hancurkan Toko Bangunan Satu Orang Tewas

Ledakan Di Purwakarta Hancurkan Toko Bangunan Satu Orang Tewas

July 13, 2026
5 Rekomendasi Saham dengan Potensi Menghasilkan Keuntungan Hari Ini

5 Rekomendasi Saham dengan Potensi Menghasilkan Keuntungan Hari Ini

July 13, 2026
Musim Ketiga Cyber Breaker Tawarkan Pendekatan Baru Mengenal Keamanan Siber

Musim Ketiga Cyber Breaker Tawarkan Pendekatan Baru Mengenal Keamanan Siber

July 13, 2026
Peluang Cuan Reksadana Pasar Uang di Tengah Gejolak Global

Peluang Cuan Reksadana Pasar Uang di Tengah Gejolak Global

July 12, 2026
Motor Terbakar Setelah Menghindari Mobil yang Menghentak Mendadak

Motor Terbakar Setelah Menghindari Mobil yang Menghentak Mendadak

July 12, 2026
Peran Kakek Prabowo dalam Berdirinya Bank Pertama di Indonesia

Sosok Kakek Prabowo di Balik Berdirinya Bank Pertama di Indonesia

July 12, 2026
Meriah Penutupan Rangkaian HUT ke-46 Dekranas

Meriah Penutupan Rangkaian HUT ke-46 Dekranas

July 12, 2026
Shah Rukh Khan Bergabung dengan Geng Miliarder Dunia dan Sumber Kekayaannya

Shah Rukh Khan Bergabung dengan Geng Miliarder Dunia dan Sumber Kekayaannya

July 12, 2026
Fitur Scroll Tanpa Batas Berpotensi Kecanduan dan Ancaman Sanksi untuk Instagram dan Facebook

Fitur Scroll Tanpa Batas Berpotensi Kecanduan dan Ancaman Sanksi untuk Instagram dan Facebook

July 12, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, July 13, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Finansial

Masalah Struktural Penyebab Lesunya Kredit UMKM Diketahui oleh Perbanas

by Herz Wijaya
June 18, 2026
in Finansial
0
Masalah Struktural Penyebab Lesunya Kredit UMKM Diketahui oleh Perbanas
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) baru-baru ini merilis laporan mengenai pertumbuhan kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa banyak pelaku UMKM merasa tidak perlu untuk mengajukan pinjaman, meskipun kondisi ekonomi perbankan menunjukkan pertumbuhan positif di sektor lain.

Sejak akhir tahun 2022, pertumbuhan kredit UMKM mengalami pelemahan yang cukup drastis, bahkan terkontraksi menjadi -0,47% pada bulan Februari 2026. Hal ini menjadi sorotan karena kredit bank secara umum tetap tumbuh, terutama dalam kategori modal kerja dan investasi.

Penyebab Utama Penurunan Kredit UMKM di Indonesia

Terdapat beberapa faktor yang berkontribusi terhadap penurunan kredit UMKM di Indonesia. Salah satunya adalah fakta bahwa mayoritas pelaku UMKM mengandalkan modal pribadi untuk mendanai usaha mereka, sehingga merasa tidak perlu untuk mengambil pinjaman dari bank. Kondisi ini menunjukkan adanya kekurangan dalam pemahaman mereka terhadap manfaat pinjaman bagi perkembangan usaha.

Sekitar 90% pelaku UMKM, baik yang formal maupun informal, tidak mengajukan permohonan kredit karena merasa belum membutuhkan dana tambahan. Kehadiran modal pribadi yang cukup menjadi alasan utama ketidakperluan untuk berhutang, meskipun tingkat persetujuan kredit untuk UMKM di bank cukup tinggi.

Ketua Umum Perbanas, Hery Gunardi, mengungkapkan bahwa tingginya tingkat persetujuan kredit menunjukkan adanya masalah struktural di bagian segmen UMKM. Ini berarti, meskipun bank siap untuk menyediakan dana, banyak pelaku UMKM yang tidak melihat urgensi untuk memanfaatkan pinjaman.

Permasalahan Demand dan Supply dalam Pembiayaan UMKM

Pelemahan dalam kredit UMKM dapat dipahami lebih dalam dengan memisahkan faktor permintaan dan penawaran. Menurut Ketua Bidang Riset & Kajian Ekonomi & Perbankan Perbanas, Aviliani, penyebab utama penurunan kredit cenderung berasal dari sisi permintaan. Banyak pelaku UMKM merasa bahwa mereka belum memerlukan tambahan modal dari luar.

Penelitian juga menunjukkan bahwa ketika UMKM formal mengajukan kredit, tingkat persetujuan bisa mencapai 94,3%. Ini menggambarkan bahwa ada peluang besar bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan dukungan finansial, namun mereka tidak mengajukan permohonan kredibilitas.

Para pemangku kepentingan di sektor perbankan perlu memahami dan mengatasi masalah ini agar dapat mendorong pertumbuhan kredit UMKM. Keterbatasan dalam pemahaman mengenai produk keuangan yang ada bisa jadi menjadi pembatas yang signifikan bagi pelaku UMKM.

Pengaruh Biaya dan Permintaan terhadap Sektor UMKM

Penyelidikan lebih lanjut juga menemukan bahwa faktor biaya dan permintaan turut berperan dalam penurunan kredit UMKM. Kombinasi tingginya biaya operasional dan melemahnya permintaan di pasar membuat banyak UMKM memilih untuk tidak berhutang, demi menjaga kestabilan cash flow mereka.

Margin keuntungan yang tertekan akibat peningkatan biaya membuat pelaku UMKM lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial. Keadaan ini diperburuk dengan selektivitas bank yang meningkat terhadap risiko yang dihadapi saat memberikan kredit kepada sektor ini.

Dengan situasi demikian, penting bagi masing-masing pihak untuk melakukan evaluasi dan strategi yang tepat agar bisa menyokong keberlanjutan UMKM. Ini termasuk mengembangkan program edukasi tentang manajemen keuangan dan pemahaman produk pembiayaan yang lebih baik bagi pelaku UMKM.

Dukungan konkret untuk Sektor UMKM dalam Meningkatkan Kredit

Dalam usaha untuk memajukan sektor UMKM, Perbanas meluncurkan inisiatif UMKM Center yang bertujuan untuk menjadi jembatan antara pelaku UMKM dengan berbagai ekosistem yang mendukung perkembangan usaha. Diharapkan inisiatif ini dapat menjadi solusi konkret untuk mengatasi permasalahan yang ada saat ini.

Hery Gunardi, dalam acara peluncuran tersebut, menyatakan harapannya bahwa UMKM Center akan mampu memperkuat akses pelaku UMKM terhadap sumber daya dan pembiayaan yang diperlukan. Dengan meningkatnya produktivitas serta formalitas, UMKM diharapkan dapat menjadi pilar utama bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Perbankan sebagai sektor kunci dalam memberikan dukungan finansial harus mengoptimalkan perannya untuk menyediakan solusi yang adaptif terhadap kebutuhan UMKM. Melalui kolaborasi yang harmonis antara lembaga keuangan dan pelaku usaha, diharapkan dapat tercipta ekosistem yang lebih kondusif untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Tags: DiketahuiKreditLesunyaMasalaholehPenyebabPerbanasStrukturalUMKM
Share197Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
OJK Rencanakan Tokenisasi Aset Nyata untuk Hadirkan Kripto Halal di Indonesia

OJK Rencanakan Tokenisasi Aset Nyata untuk Hadirkan Kripto Halal di Indonesia

May 23, 2026
Rekomendasi KPID Jabar untuk Revisi UU Penyiaran dan Filterisasi Konten Digital

Rekomendasi KPID Jabar untuk Revisi UU Penyiaran dan Filterisasi Konten Digital

May 13, 2026
Syarat Warga RI Boleh Beli Dolar di Atas 10000 Dolar AS Penjelasan BI

Syarat Warga RI Boleh Beli Dolar di Atas 10000 Dolar AS Penjelasan BI

June 27, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
IHSG Awal Naik 0,17% Namun Segera Berbalik Menuju Zona Merah

IHSG Awal Naik 0,17% Namun Segera Berbalik Menuju Zona Merah

July 13, 2026
Hari Pertama Sekolah di Jakarta, Lalu Lintas Sangat Padat

Hari Pertama Sekolah di Jakarta, Lalu Lintas Sangat Padat

July 13, 2026
Dolar AS Hampir Mencapai Rp18.100 per US Dollar

Dolar AS Hampir Mencapai Rp18.100 per US Dollar

July 13, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In