• Latest
  • Trending
  • All
Insentif Lebih Efektif Jaga Rupiah Ketimbang Kenaikan BI Rate

Insentif Lebih Efektif Jaga Rupiah Ketimbang Kenaikan BI Rate

July 23, 2026
Bank Besar Thailand Rencanakan Rights Issue Sebesar Rp1 T

Bank Besar Thailand Rencanakan Rights Issue Sebesar Rp1 T

September 9, 2026
Investor Wajib Tahu, S&P Global Berikan Informasi Positif Mengenai BBRI

Investor Wajib Tahu, S&P Global Berikan Informasi Positif Mengenai BBRI

September 9, 2026
Tablet Lenovo Tab Plus Gen 2 Rilis di Indonesia dengan Layar 2,5K dan 9 Speaker JBL

Tablet Lenovo Tab Plus Gen 2 Rilis di Indonesia dengan Layar 2,5K dan 9 Speaker JBL

September 9, 2026
Emiten Akuisisi 5% Saham PT Layar Nusantara Gas

Emiten Akuisisi 5% Saham PT Layar Nusantara Gas

September 8, 2026
Pramono Ingatkan Warga Siaga Terhadap Potensi Kebakaran di Masa El Nino

Pramono Ingatkan Warga Siaga Terhadap Potensi Kebakaran di Masa El Nino

September 8, 2026
Kepercayaan Nasabah Mendorong Penghimpunan Dana, DPK Capai 1.580 Triliun

Kepercayaan Nasabah Mendorong Penghimpunan Dana, DPK Capai 1.580 Triliun

September 8, 2026
Wamendagri Desak 26 Pemda Papua Penuhi Komitmen Pencairan Otsus Tahap II

Wamendagri Desak 26 Pemda Papua Penuhi Komitmen Pencairan Otsus Tahap II

September 8, 2026
Laba Sudah Melesat 445 Persen, SMGR Ungkap Strategi Tahun Ini

Laba Sudah Melesat 445 Persen, SMGR Ungkap Strategi Tahun Ini

September 8, 2026
CapCut Tambah Fitur AI Baru untuk Asia Tenggara dengan 660 Juta Pengguna

CapCut Tambah Fitur AI Baru untuk Asia Tenggara dengan 660 Juta Pengguna

September 8, 2026
Pemantauan Ketat Saham VICI dan SMMT oleh BEI karena Harga Bergerak Tak Wajar

Pemantauan Ketat Saham VICI dan SMMT oleh BEI karena Harga Bergerak Tak Wajar

September 8, 2026
Febrie Adriansyah Diperiksa Lagi dalam Kasus Asabri

Febrie Adriansyah Diperiksa Lagi dalam Kasus Asabri

September 8, 2026
K/L Minta Tambahan Anggaran hingga Rp1.000 T, Purbaya Berikan Penjelasan

K/L Minta Tambahan Anggaran hingga Rp1.000 T, Purbaya Berikan Penjelasan

September 8, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sunday, September 13, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Insentif Lebih Efektif Jaga Rupiah Ketimbang Kenaikan BI Rate

by Herz Wijaya
July 23, 2026
in Lifestyle
0
Insentif Lebih Efektif Jaga Rupiah Ketimbang Kenaikan BI Rate
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bank Indonesia (BI) sedang menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global yang mempengaruhi aliran investasi. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa pendekatan baru diperlukan, yang lebih mengandalkan insentif daripada sekadar menaikkan suku bunga acuan.

Langkah ini ditujukan untuk menarik minat investasi asing sehingga dapat menjaga pasokan dolar di dalam negeri. Dalam pernyataannya, Perry menegaskan bahwa metode ini lebih efektif daripada kebijakan suku bunga yang lebih tinggi yang dapat memperburuk situasi ekonomi lokal.

“Kami memutuskan tidak menaikkan BI rate, tetapi meningkatkan insentif untuk mendorong aliran investasi portofolio asing,” tegas Perry dalam konferensi pers baru-baru ini. Dengan cara ini, BI berharap dapat mengendalikan dampak negatif dari suku bunga tinggi terhadap perekonomian domestik.

BI telah menerapkan kebijakan baru dengan menaikkan insentif swap lindung nilai dari 10% menjadi 12,5%. Langkah ini, diharapkan, dapat menarik lebih banyak investasi dan memastikan stabilitas nilai tukar rupiah. Selain itu, BI juga memberikan insentif sebesar 15% untuk Domestic Non Delivery Forward (DNDF), sebuah alat yang dapat membantu diversifikasi transaksi keuangan.

Perry berargumen bahwa dengan meningkatkan insentif ini, nilai tukar dapat lebih terkendali tanpa harus menaikkan suku bunga dalam negeri. Hal ini berarti bahwa biaya pinjaman bagi bisnis dan konsumen tidak akan meningkat, yang bisa berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi.

Mengoptimalkan Investasi Asing dan Penggunaan DNDF

Domestik Non Delivery Forward merupakan metode penting yang dapat digunakan untuk diversifikasi pembayaran dan investasi. Perry menjelaskan bahwa melalui DNDF, BI dapat melakukan transaksi dengan negara-negara seperti Jepang, China, Malaysia, dan Thailand, yang merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

“Diversifikasi ini penting untuk menurunkan permintaan terhadap dolar,” ujar Perry. Dengan demikian, BI berusaha membangun hubungan yang lebih kuat dengan negara-negara mitra untuk mencapai kestabilan ekonomi yang lebih baik.

Manfaat lain dari penggunaan DNDF adalah mempermudah transaksi bagi para pelaku bisnis di dalam negeri. Dengan insentif ini, diharapkan para investor akan lebih tertarik untuk berinvestasi di Indonesia, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Melalui kebijakan ini, BI juga berharap untuk memperluas pilihan mata uang yang digunakan dalam transaksi internasional, sehingga mendorong lebih banyak aktivitas ekonomi. Ini bukan hanya untuk jangka pendek, tetapi diharapkan dapat menjadi dasar bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Penguatan Transaksi dengan Local Currency Transaction (LCT)

BI juga menekankan pentingnya Local Currency Transaction (LCT) dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar valas global. Dengan memanfaatkan mata uang lokal dalam transaksi, seperti yen atau yuan, BI bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

“Melalui LCT, kita dapat lebih fleksibel dalam bertransaksi dengan mitra dagang,” kata Perry. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.

Selain itu, penggunaan LCT dapat membuka peluang akses yang lebih baik bagi para pelaku usaha dalam melakukan transaksi lintas negara. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam menjalankan usaha.

Perry menambahkan bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat posisi ekonomi Indonesia di dunia. “Kami menyadari bahwa kegiatan perdagangan dan investasi harus lebih berorientasi global,” ungkapnya dengan tegas.

Menghadapi Tantangan Ekonomi Global dengan Kebijakan Proaktif

Dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, BI menegaskan pentingnya sikap proaktif dalam merespons perubahan pasar. Fleksibilitas dalam kebijakan moneter dianggap penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Perry mengingatkan bahwa tantangan yang ada tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam negeri. Oleh karena itu, semua pemangku kepentingan perlu bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasinya.

Dengan susunan kebijakan yang baik dan koordinasi yang efektif antara otoritas terkait, diharapkan Indonesia dapat mengatasi berbagai rintangan yang ada. Adalah harapan BI bahwa masyarakat akan merasakan dampak positif dari kebijakan yang diambil.

Akhirnya, ke depannya, BI berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi efektivitas kebijakan yang diambil. Melalui pendekatan ini, diharapkan stabilitas nilai tukar dapat terjaga dan ekonomi Indonesia siap menghadapi tantangan yang lebih besar.

Tags: EfektifInsentifJagaKenaikanKetimbangLebihRateRupiah
Share197Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

June 18, 2026
Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

June 7, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Bank Besar Thailand Rencanakan Rights Issue Sebesar Rp1 T

Bank Besar Thailand Rencanakan Rights Issue Sebesar Rp1 T

September 9, 2026
Investor Wajib Tahu, S&P Global Berikan Informasi Positif Mengenai BBRI

Investor Wajib Tahu, S&P Global Berikan Informasi Positif Mengenai BBRI

September 9, 2026
Tablet Lenovo Tab Plus Gen 2 Rilis di Indonesia dengan Layar 2,5K dan 9 Speaker JBL

Tablet Lenovo Tab Plus Gen 2 Rilis di Indonesia dengan Layar 2,5K dan 9 Speaker JBL

September 9, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In