• Latest
  • Trending
  • All
IHSG Meningkat 1,56 Persen Menuju Level 6200

IHSG Melonjak 1 Persen Pada Pagi Hari Ini

August 20, 2026
IHSG Mencapai Level 4900-Tempatkan batas ARB 7 persen

IHSG Mencapai Level 4900-Tempatkan batas ARB 7 persen

October 19, 2026
Sekolah Rakyat sebagai Sarana Pemberdayaan dan Pendidikan Berbasis Komunitas

Sekolah Rakyat sebagai Sarana Pemberdayaan dan Pendidikan Berbasis Komunitas

October 19, 2026
Usai Kena Sanksi OJK, DSSA Rencanakan Buyback Saham Rp1 Triliun

Usai Kena Sanksi OJK, DSSA Rencanakan Buyback Saham Rp1 Triliun

October 19, 2026
Bocah 3 Tahun di Karawang Jadi Korban Bully dan Alami Kekerasan pada Kelamin

Bocah 3 Tahun di Karawang Jadi Korban Bully dan Alami Kekerasan pada Kelamin

October 19, 2026
Direktur Beli 1,1 Juta Saham BBRI dengan Harga Rp2.700

Direktur Beli 1,1 Juta Saham BBRI dengan Harga Rp2.700

October 19, 2026
Daftar Ponsel yang Mendapatkan Pembaruan Android 17

Daftar Ponsel yang Mendapatkan Pembaruan Android 17

October 19, 2026
Keluarga Batak Kehilangan Emas 1 Ton yang Dimaling Setelah Menabung Lama

Warga Indonesia Hilang 6 Kg Emas yang Dikubur di Tanah karena Dicuri Maling

October 18, 2026
Survei PPI, Erick Thohir Masuk Tiga Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Survei PPI, Erick Thohir Masuk Tiga Besar Menteri Berkinerja Terbaik

October 18, 2026
Harga Emas Meningkat, 7 Aplikasi untuk Membeli Emas Digital

Harga Emas Meningkat, 7 Aplikasi untuk Membeli Emas Digital

October 18, 2026
Etika dan Integritas sebagai Dasar Regenerasi Humas Menurut PERHUMAS

Etika dan Integritas sebagai Dasar Regenerasi Humas Menurut PERHUMAS

October 18, 2026
Kisah Raja Rokok Indonesia Ganti Nama Produk Setelah Menghadapi Mimpi

Kisah Raja Rokok Indonesia Ganti Nama Produk Setelah Menghadapi Mimpi

October 18, 2026
GTA 6 Penuhi Syarat The Game Awards 2026 Namun Belum Tentu Raih Gelar GOTY

GTA 6 Penuhi Syarat The Game Awards 2026 Namun Belum Tentu Raih Gelar GOTY

October 18, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 19, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Melonjak 1 Persen Pada Pagi Hari Ini

by Herz Wijaya
August 20, 2026
in Market
0
IHSG Meningkat 1,56 Persen Menuju Level 6200
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta baru saja menyaksikan pergerakan signifikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat perdagangan dibuka pada hari Kamis, 20 Agustus 2026. IHSG melonjak lebih dari 1% pada pembukaan, terpicu oleh sentimen positif yang mengemuka dari pasar global, memberikan harapan baru bagi para investor di tanah air.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal perdagangan, IHSG mencatat perpindahan ke level 6.460,28 dengan penguatan sebesar 66,15 poin atau 1,03% dibandingkan penutupan sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan optimisme yang meluas di kalangan pelaku pasar.

Pergerakan saham pada hari tersebut menunjukkan tren yang menggembirakan, dengan 363 saham menguat, sementara 105 saham mengalami penurunan dan 495 saham lainnya bertahan di posisi yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa pasar sedang dalam fase pemulihan yang positif.

Pada awal perdagangan, nilai transaksi saham mencapai Rp409,3 miliar dengan volume perdagangan sekitar 884,1 juta saham. Transaksi tercatat sebanyak 66.130 kali, dan kapitalisasi pasar BEI diperkirakan mencapai sekitar Rp11.335 triliun, memperkuat posisi pasar saham Indonesia.

Sentimen Ekonomi Domestik dan Kebijakan BI

Di tengah pergerakan pasar yang positif, sentimen domestik semakin diperkuat oleh keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada 18-19 Agustus 2026. Keputusan ini diambil dengan tujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta inflasi yang tetap terjaga.

Selain BI-Rate, BI juga mempertahankan Deposit Facility di angka 5% dan Lending Facility di 6,5%. Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di saat banyak ketidakpastian global, yang menjadi tantangan bagi negara berkembang seperti Indonesia.

Investor kini menunggu dampak dari keputusan BI ini terhadap stabilitas ekonomi ke depan. Terlepas dari kebijakan moneter dalam negeri, pelaku pasar juga memantau perkembangan global yang bisa mempengaruhi arah investasi.

Pengaruh Eksternal Terhadap Pasar Saham

Dari sisi eksternal, pasar global mendapatkan dorongan positif dari penurunan yield US Treasury dan melemahnya dolar AS. Yield Treasury tenor panjang menunjukkan adanya ketahanan meskipun terdapat pengumuman dari Departemen Keuangan AS mengenai peningkatan program buyback obligasi.

Indeks dolar AS melorot 0,84% ke level 98,83, yang berpotensi memberikan ruang bagi penguatan rupiah. Hal ini dapat mengurangi tekanan terhadap Surat Berharga Negara (SBN) dan membuatnya lebih menarik bagi investor.

Walaupun demikian, investor perlu mewaspadai risalah dari Federal Open Market Committee (FOMC) yang menunjukkan bahwa inflasi di Amerika Serikat masih tetap tinggi, serta kemungkinan kenaikan suku bunga facing oleh The Fed jika inflasi tidak mereda. Ini menjadi perhatian di tengah desakan politik untuk menurunkan suku bunga.

Pergerakan Harga Komoditas dan Dampaknya

Di sisi lain, pergerakan harga komoditas juga menjadi sorotan. Harga minyak kembali mengalami penguatan seiring dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. WTI mencatat kenaikan sebesar 0,77% menjadi US$85,59 per barel, sedangkan harga Brent meningkat 0,44% menjadi US$91,42 per barel.

Kenaikan harga minyak dapat memiliki dampak signifikan terhadap berbagai sektor ekonomi, termasuk sektor energi dan transportasi di Indonesia. Investor perlu memperhatikan bagaimana fluktuasi ini dapat berdampak pada biaya produksi dan inflasi domestik.

Selain itu, di Asia, data neraca perdagangan Jepang bulan Juli akan menjadi fokus perhatian, diikuti oleh keputusan Loan Prime Rate (LPR) dari China. Pasar pun memprediksi bahwa LPR untuk satu tahun akan tetap di angka 3%, sedangkan LPR untuk lima tahun di 3,5%.

Menanti Data dan Kebijakan Ekonomi Selanjutnya

Ketegangan di wilayah Asia, terutama terkait dengan keadaan ekonomi Jepang dan kebijakan China, memberikan gambaran yang lebih luas tentang kondisi permintaan regional. Terlebih lagi, peningkatan impor dan ekspor Jepang akan memberi sinyal lebih jelas mengenai potensi permintaan terhadap produk-produk Indonesia.

Data ini sangat penting bagi investor yang ingin memahami lebih dalam tentang tren ekonomi regional dan dampaknya terhadap Indonesia. Penguatan permintaan dari Jepang bisa menjadi peluang besar bagi pelaku pasar lokal.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor domestik dan eksternal berkontribusi pada pergerakan IHSG saat ini. Investor disarankan untuk tetap waspada dan cermat dalam mengambil keputusan, dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang terus berkembang.

Tags: HariIHSGIniMelonjakpadaPagiPersen
Share197Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

June 18, 2026
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

June 7, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
IHSG Mencapai Level 4900-Tempatkan batas ARB 7 persen

IHSG Mencapai Level 4900-Tempatkan batas ARB 7 persen

October 19, 2026
Sekolah Rakyat sebagai Sarana Pemberdayaan dan Pendidikan Berbasis Komunitas

Sekolah Rakyat sebagai Sarana Pemberdayaan dan Pendidikan Berbasis Komunitas

October 19, 2026
Usai Kena Sanksi OJK, DSSA Rencanakan Buyback Saham Rp1 Triliun

Usai Kena Sanksi OJK, DSSA Rencanakan Buyback Saham Rp1 Triliun

October 19, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In