• Latest
  • Trending
  • All
Bupati Lombok Barat Diduga Terima Uang Miliaran dan Tas Mewah

Bupati Lombok Barat Diduga Terima Uang Miliaran dan Tas Mewah

July 21, 2026
IHSG Menguat, 9 Hari Perdagangan Berturut Turut di Zona Hijau

IHSG Menguat, 9 Hari Perdagangan Berturut Turut di Zona Hijau

July 21, 2026
Ironi di Balik Korupsi Bupati Lombok Barat oleh KPK

Ironi di Balik Korupsi Bupati Lombok Barat oleh KPK

July 21, 2026
Kredit dan DPK Beberapa Bank dalam Kondisi Negatif

Kredit dan DPK Beberapa Bank dalam Kondisi Negatif

July 21, 2026
Transaksi di PFII Gunakan Dolar, Purbaya Ungkap Masa Depan Rupiah

Transaksi di PFII Gunakan Dolar, Purbaya Ungkap Masa Depan Rupiah

July 21, 2026
Akses Gratis 6 Bulan Gemini Plus dari XLSmart dan Google

Akses Gratis 6 Bulan Gemini Plus dari XLSmart dan Google

July 21, 2026
Cari Dana Rp32 T, Purbaya Lelang 9 Surat Utang Selanjutnya

Cari Dana Rp32 T, Purbaya Lelang 9 Surat Utang Selanjutnya

July 20, 2026
Pesan Menyentuh dari Kepala BKN untuk ASN

Pesan Menyentuh dari Kepala BKN untuk ASN

July 20, 2026
Prajogo Jual Rp 1 Triliun Saham Cuan, Harga Turun Drastis

IHSG Menguat 1 Persen Pagi Ini

July 20, 2026
Kakek 60 Tahun Penjaga Warung Diduga Cabuli 32 Siswa SD di Makassar

Kakek 60 Tahun Penjaga Warung Diduga Cabuli 32 Siswa SD di Makassar

July 20, 2026
Rupiah Melemah, Dolar AS Meningkat Menjadi Rp17.960

Rupiah Melemah, Dolar AS Meningkat Menjadi Rp17.960

July 20, 2026
J-Hope BTS Ungkap Desain Asli Galaxy Z Fold8 Jelang Peluncuran

J-Hope BTS Ungkap Desain Asli Galaxy Z Fold8 Jelang Peluncuran

July 20, 2026
Strategi Pengusaha Otomotif untuk Tingkatkan Penjualan Mobil 2026

Strategi Pengusaha Otomotif untuk Tingkatkan Penjualan Mobil 2026

July 19, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Wednesday, July 22, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Bupati Lombok Barat Diduga Terima Uang Miliaran dan Tas Mewah

by Herz Wijaya
July 21, 2026
in Ekonomi
0
Bupati Lombok Barat Diduga Terima Uang Miliaran dan Tas Mewah
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi mengumumkan tersangka terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terjadi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Dalam operasi ini, KPK menangkap 20 orang, dan tiga di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa.

Tiga tersangka yang ditetapkan adalah Bupati Lombok Barat periode 2025-2030, Lalu Ahmad Zaini; Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang, Sudirman; dan Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument (MSI), Alvonsus Gani. Pengumuman ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dalam konferensi pers pada 21 Juli.

Dari hasil pemeriksaan awal, KPK menyebut bahwa para tersangka akan ditahan selama 20 hari. Proses penyidikan ini menjadi sorotan publik, mengingat pelanggaran yang terjadi melibatkan pejabat tinggi dan pengusaha.

Kasus Dugaan Korupsi di Lombok Barat

KPK menyebutkan bahwa perkara ini bermula dari laporan masyarakat mengenai dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Setelah menerima laporan tersebut, KPK melakukan penyelidikan dan menemukan bukti-bukti yang cukup untuk naik ke tahap penyidikan.

Dalam kasus ini, Lalu Ahmad selaku bupati diduga mengarahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk mempermudah Sudirman, Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang, memperoleh proyek-proyek tertentu. Hal ini diduga bertentangan dengan prinsip pengadaan barang dan jasa yang transparan.

Sudirman diduga menggunakan perusahaannya sendiri, CV Dyas Karya Konstruksi, untuk mendapatkan proyek yang seharusnya diperoleh oleh penyedia lain. Dengan cara ini, Sudirman berusaha menyembunyikan konflik kepentingan dalam pengerjaan proyek.

Proses Pengadaan Proyek yang Diduga Bermasalah

Di dalam proses pengadaan, panitia diduga menambahkan dokumen dukungan yang secara tidak langsung mempersulit calon vendor lainnya. Dokumen ini berkaitan dengan kepemilikan alat atau pemasok yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek.

Selain itu, proyek-proyek di Dinas PUPRPKP senilai total Rp17,9 miliar telah dimenangkan oleh para penyedia yang berkaitan dengan Sudirman. Proyek ini mencakup rehabilitasi taman, pembangunan gedung, dan renovasi kantor bupati.

Namun, pengerjaan proyek ini ternyata tidak sepenuhnya dilakukan oleh penyedia yang memenangkan tender. Sebagian besar pekerjaan diserahkan kepada CV lain, sehingga keuntungan justru mengalir kembali ke Sudirman dan pihak-pihak terkait lainnya.

Aliran Uang yang Mencurigakan

Sudirman dilaporkan memberikan fee hingga 3 persen kepada penyedia yang meminjam namanya dan mendapatkan keuntungan hingga Rp10,6 miliar dari proyek yang dikerjakan. Selain itu, ia juga diduga menerima pembayaran terkait proyek lain hingga total Rp41,7 miliar.

Sejumlah dana ini diduga mengalir kepada Lalu Ahmad Zaini, termasuk sekitar Rp10,8 miliar. Hal ini menunjukkan adanya keterlibatan aktif dari bupati dalam skema korupsi yang melibatkan para pengusaha dan pejabat pemerintah.

KPK terus melakukan pendalaman terkait penerimaan uang oleh para tersangka. Penyelidikan lebih lanjut akan menggali sumber dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam tindak pidana ini.

Dugaan Suap dan Gratifikasi yang Terungkap

Selain dari dugaan konflik kepentingan, Lalu Ahmad juga diduga menerima suap berupa uang, barang, dan fasilitas dari Alvonsus Gani, Direktur Utama PT MSI. PT MSI diketahui memiliki proyek dengan PT Air Minum Giri Menang pada periode yang sama.

Dari proyek yang dikerjakan, Lalu Ahmad diduga menerima barang dan uang tunai yang nilainya mencapai lebih dari Rp1,6 miliar. Termasuk di dalamnya adalah satu unit mobil mahal, sepatu, dan sejumlah uang tunai besar.

Selain itu, indikasi gratifikasi juga terlihat dari pengumpulan uang menjelang Lebaran, dengan jumlah yang diperkirakan mencapai Rp500 juta hingga Rp750 juta. Hal ini mencederai integritas pemerintah dan menambah kompleksitas perkara yang sedang ditangani oleh KPK.

Tags: BaratBupatidanDidugaLombokMewahMiliaranTasTerimaUang
Share196Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
OJK Rencanakan Tokenisasi Aset Nyata untuk Hadirkan Kripto Halal di Indonesia

OJK Rencanakan Tokenisasi Aset Nyata untuk Hadirkan Kripto Halal di Indonesia

May 23, 2026
Rekomendasi KPID Jabar untuk Revisi UU Penyiaran dan Filterisasi Konten Digital

Rekomendasi KPID Jabar untuk Revisi UU Penyiaran dan Filterisasi Konten Digital

May 13, 2026
Mejeng di Jogja Festival Keuangan, Pikat Pelajar dengan Cara Ini

Mejeng di Jogja Festival Keuangan, Pikat Pelajar dengan Cara Ini

May 22, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
IHSG Menguat, 9 Hari Perdagangan Berturut Turut di Zona Hijau

IHSG Menguat, 9 Hari Perdagangan Berturut Turut di Zona Hijau

July 21, 2026
Ironi di Balik Korupsi Bupati Lombok Barat oleh KPK

Ironi di Balik Korupsi Bupati Lombok Barat oleh KPK

July 21, 2026
Kredit dan DPK Beberapa Bank dalam Kondisi Negatif

Kredit dan DPK Beberapa Bank dalam Kondisi Negatif

July 21, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In