• Latest
  • Trending
  • All
Bupati Lombok Barat Diduga Terima Uang Miliaran dan Tas Mewah

Bupati Lombok Barat Diduga Terima Uang Miliaran dan Tas Mewah

July 21, 2026
Rekor Laba Operasional Rp27,5 Triliun di Kuartal III 2026

Rekor Laba Operasional Rp27,5 Triliun di Kuartal III 2026

October 27, 2026
Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

October 27, 2026
Warga Singapura Dirikan Markas Pinjol Ilegal di Bali dengan Bunga yang Mencekik

Warga Singapura Dirikan Markas Pinjol Ilegal di Bali dengan Bunga yang Mencekik

October 27, 2026
Wabup Bogor Dipanggil KPK Terkait Kasus Korupsi Pemotongan Upah Pungut

Wabup Bogor Dipanggil KPK Terkait Kasus Korupsi Pemotongan Upah Pungut

October 27, 2026
Optimisme Fundamental Dukung Pertumbuhan Jangka Panjang BRI

Optimisme Fundamental Dukung Pertumbuhan Jangka Panjang BRI

October 27, 2026
Penyebab Layar iPhone Duo Retak yang Membuat Penasaran

Penyebab Layar iPhone Duo Retak yang Membuat Penasaran

October 27, 2026
Target Penerbitan SBN 2026 Menkeu Suahasil Tegaskan Tak Berubah

Target Penerbitan SBN 2026 Menkeu Suahasil Tegaskan Tak Berubah

October 27, 2026
Maruarar Bertemu Presiden Prabowo Diskusikan Target Program Bedah Rumah 2026

Maruarar Bertemu Presiden Prabowo Diskusikan Target Program Bedah Rumah 2026

October 26, 2026
Transaksi LCT RI Diproyeksi Tembus 55 Juta Dolar AS Tanpa Menggunakan Dolar AS

Transaksi LCT RI Diproyeksi Tembus 55 Juta Dolar AS Tanpa Menggunakan Dolar AS

October 26, 2026
Momen Sidak Sekolah Rakyat di Cikarang oleh Seskab Teddy

Momen Sidak Sekolah Rakyat di Cikarang oleh Seskab Teddy

October 26, 2026
Rinci Kredit Jhonlin Mandiri dan Mitigasi Agunan JARR-PGUN

Rinci Kredit Jhonlin Mandiri dan Mitigasi Agunan JARR-PGUN

October 26, 2026
Layar OLED, Chip A20 Pro, dan Desain yang Lebih Tipis

Layar OLED, Chip A20 Pro, dan Desain yang Lebih Tipis

October 26, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 27, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Bupati Lombok Barat Diduga Terima Uang Miliaran dan Tas Mewah

by Herz Wijaya
July 21, 2026
in Ekonomi
0
Bupati Lombok Barat Diduga Terima Uang Miliaran dan Tas Mewah
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi mengumumkan tersangka terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terjadi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Dalam operasi ini, KPK menangkap 20 orang, dan tiga di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa.

Tiga tersangka yang ditetapkan adalah Bupati Lombok Barat periode 2025-2030, Lalu Ahmad Zaini; Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang, Sudirman; dan Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument (MSI), Alvonsus Gani. Pengumuman ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dalam konferensi pers pada 21 Juli.

Dari hasil pemeriksaan awal, KPK menyebut bahwa para tersangka akan ditahan selama 20 hari. Proses penyidikan ini menjadi sorotan publik, mengingat pelanggaran yang terjadi melibatkan pejabat tinggi dan pengusaha.

Kasus Dugaan Korupsi di Lombok Barat

KPK menyebutkan bahwa perkara ini bermula dari laporan masyarakat mengenai dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Setelah menerima laporan tersebut, KPK melakukan penyelidikan dan menemukan bukti-bukti yang cukup untuk naik ke tahap penyidikan.

Dalam kasus ini, Lalu Ahmad selaku bupati diduga mengarahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk mempermudah Sudirman, Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang, memperoleh proyek-proyek tertentu. Hal ini diduga bertentangan dengan prinsip pengadaan barang dan jasa yang transparan.

Sudirman diduga menggunakan perusahaannya sendiri, CV Dyas Karya Konstruksi, untuk mendapatkan proyek yang seharusnya diperoleh oleh penyedia lain. Dengan cara ini, Sudirman berusaha menyembunyikan konflik kepentingan dalam pengerjaan proyek.

Proses Pengadaan Proyek yang Diduga Bermasalah

Di dalam proses pengadaan, panitia diduga menambahkan dokumen dukungan yang secara tidak langsung mempersulit calon vendor lainnya. Dokumen ini berkaitan dengan kepemilikan alat atau pemasok yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek.

Selain itu, proyek-proyek di Dinas PUPRPKP senilai total Rp17,9 miliar telah dimenangkan oleh para penyedia yang berkaitan dengan Sudirman. Proyek ini mencakup rehabilitasi taman, pembangunan gedung, dan renovasi kantor bupati.

Namun, pengerjaan proyek ini ternyata tidak sepenuhnya dilakukan oleh penyedia yang memenangkan tender. Sebagian besar pekerjaan diserahkan kepada CV lain, sehingga keuntungan justru mengalir kembali ke Sudirman dan pihak-pihak terkait lainnya.

Aliran Uang yang Mencurigakan

Sudirman dilaporkan memberikan fee hingga 3 persen kepada penyedia yang meminjam namanya dan mendapatkan keuntungan hingga Rp10,6 miliar dari proyek yang dikerjakan. Selain itu, ia juga diduga menerima pembayaran terkait proyek lain hingga total Rp41,7 miliar.

Sejumlah dana ini diduga mengalir kepada Lalu Ahmad Zaini, termasuk sekitar Rp10,8 miliar. Hal ini menunjukkan adanya keterlibatan aktif dari bupati dalam skema korupsi yang melibatkan para pengusaha dan pejabat pemerintah.

KPK terus melakukan pendalaman terkait penerimaan uang oleh para tersangka. Penyelidikan lebih lanjut akan menggali sumber dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam tindak pidana ini.

Dugaan Suap dan Gratifikasi yang Terungkap

Selain dari dugaan konflik kepentingan, Lalu Ahmad juga diduga menerima suap berupa uang, barang, dan fasilitas dari Alvonsus Gani, Direktur Utama PT MSI. PT MSI diketahui memiliki proyek dengan PT Air Minum Giri Menang pada periode yang sama.

Dari proyek yang dikerjakan, Lalu Ahmad diduga menerima barang dan uang tunai yang nilainya mencapai lebih dari Rp1,6 miliar. Termasuk di dalamnya adalah satu unit mobil mahal, sepatu, dan sejumlah uang tunai besar.

Selain itu, indikasi gratifikasi juga terlihat dari pengumpulan uang menjelang Lebaran, dengan jumlah yang diperkirakan mencapai Rp500 juta hingga Rp750 juta. Hal ini mencederai integritas pemerintah dan menambah kompleksitas perkara yang sedang ditangani oleh KPK.

Tags: BaratBupatidanDidugaLombokMewahMiliaranTasTerimaUang
Share197Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

June 18, 2026
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

June 7, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Rekor Laba Operasional Rp27,5 Triliun di Kuartal III 2026

Rekor Laba Operasional Rp27,5 Triliun di Kuartal III 2026

October 27, 2026
Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

October 27, 2026
Warga Singapura Dirikan Markas Pinjol Ilegal di Bali dengan Bunga yang Mencekik

Warga Singapura Dirikan Markas Pinjol Ilegal di Bali dengan Bunga yang Mencekik

October 27, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In