• Latest
  • Trending
  • All
Bank Besar Lakukan PHK Massal, Ini Penyebab Utamanya

Bank Besar Lakukan PHK Massal, Ini Penyebab Utamanya

June 13, 2026
IHSG Mencapai Level 4900-Tempatkan batas ARB 7 persen

IHSG Mencapai Level 4900-Tempatkan batas ARB 7 persen

October 19, 2026
Sekolah Rakyat sebagai Sarana Pemberdayaan dan Pendidikan Berbasis Komunitas

Sekolah Rakyat sebagai Sarana Pemberdayaan dan Pendidikan Berbasis Komunitas

October 19, 2026
Usai Kena Sanksi OJK, DSSA Rencanakan Buyback Saham Rp1 Triliun

Usai Kena Sanksi OJK, DSSA Rencanakan Buyback Saham Rp1 Triliun

October 19, 2026
Bocah 3 Tahun di Karawang Jadi Korban Bully dan Alami Kekerasan pada Kelamin

Bocah 3 Tahun di Karawang Jadi Korban Bully dan Alami Kekerasan pada Kelamin

October 19, 2026
Direktur Beli 1,1 Juta Saham BBRI dengan Harga Rp2.700

Direktur Beli 1,1 Juta Saham BBRI dengan Harga Rp2.700

October 19, 2026
Daftar Ponsel yang Mendapatkan Pembaruan Android 17

Daftar Ponsel yang Mendapatkan Pembaruan Android 17

October 19, 2026
Keluarga Batak Kehilangan Emas 1 Ton yang Dimaling Setelah Menabung Lama

Warga Indonesia Hilang 6 Kg Emas yang Dikubur di Tanah karena Dicuri Maling

October 18, 2026
Survei PPI, Erick Thohir Masuk Tiga Besar Menteri Berkinerja Terbaik

Survei PPI, Erick Thohir Masuk Tiga Besar Menteri Berkinerja Terbaik

October 18, 2026
Harga Emas Meningkat, 7 Aplikasi untuk Membeli Emas Digital

Harga Emas Meningkat, 7 Aplikasi untuk Membeli Emas Digital

October 18, 2026
Etika dan Integritas sebagai Dasar Regenerasi Humas Menurut PERHUMAS

Etika dan Integritas sebagai Dasar Regenerasi Humas Menurut PERHUMAS

October 18, 2026
Kisah Raja Rokok Indonesia Ganti Nama Produk Setelah Menghadapi Mimpi

Kisah Raja Rokok Indonesia Ganti Nama Produk Setelah Menghadapi Mimpi

October 18, 2026
GTA 6 Penuhi Syarat The Game Awards 2026 Namun Belum Tentu Raih Gelar GOTY

GTA 6 Penuhi Syarat The Game Awards 2026 Namun Belum Tentu Raih Gelar GOTY

October 18, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 19, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Bank Besar Lakukan PHK Massal, Ini Penyebab Utamanya

by Herz Wijaya
June 13, 2026
in Lifestyle
0
Bank Besar Lakukan PHK Massal, Ini Penyebab Utamanya
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah tantangan yang dihadapi dunia perekonomian, banyak industri merasa dampaknya secara langsung. Penurunan kinerja perusahaan tidak hanya berpengaruh pada bisnis, tetapi juga menciptakan gelombang pemutusan hubungan kerja yang nyatanya sangat meresahkan banyak pihak.

Perusahaan kini berusaha untuk beradaptasi dengan kondisi ini, salah satunya melalui efisiensi dalam tenaga kerja. Salah satu alternatif yang kini banyak dibicarakan adalah penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas.

Sebagai contoh, salah satu bank internasional terkemuka, Standard Chartered, berencana untuk memangkas lebih dari 7.000 karyawan dalam waktu dekat. Langkah ini diambil seiring dengan pengembangan AI yang semakin masif dan berperan penting dalam operasional bisnis.

Dalam konteks ini, penggunaan AI diharapkan mampu memberikan efisiensi operasional yang signifikan dan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Hal ini merupakan langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada pengurangan biaya, tetapi juga penggantian tenaga kerja yang dianggap tidak efisien dengan teknologi canggih yang tersedia.

CEO Standard Chartered, Bill Winters, menegaskan bahwa pengurangan tenaga kerja bukan hanya sekadar pemangkasan biaya. Dia menekankan bahwa perusahaan akan menginvestasikan lebih banyak pada teknologi dan sumber daya finansial untuk mengoptimalkan produktivitas dan kualitas layanan yang diberikan.

Pemangkasan Karyawan dan Penerapan Teknologi AI di Dunia Perbankan

Standard Chartered menyatakan bahwa mereka akan memangkas sekitar 15% posisi di fungsi perusahaan dalam empat tahun ke depan. Langkah ini menjadi relevan bagi banyak perusahaan yang kini tengah mencari cara untuk meningkatkan efisiensi dengan memanfaatkan teknologi canggih.

Proyek ini diperkirakan akan mengurangi lebih dari 7.000 karyawan dari total sekitar 52.000 pegawai yang saat ini terdaftar. Dalam pengurangan ini, perusahaan juga menawarkan kesempatan untuk pelatihan ulang atau reskilling bagi karyawan yang ingin tetap melanjutkan karir di area yang lebih produktif.

Winters menjelaskan bahwa banyak posisi yang akan terdampak berasal dari pusat operasional back-office di berbagai lokasi seperti Chennai, Bengaluru, Kuala Lumpur, dan Warsawa. Dengan penerapan AI, diharapkan bank dapat mempercepat dan menyempurnakan sistem operasionalnya secara keseluruhan.

Di samping itu, tren serupa juga terjadi di banyak institusi global lainnya. Misalnya, bank Mizuho Financial Group di Jepang telah mengumumkan rencana untuk mengurangi hingga 5.000 pekerjaan dalam satu dekade ke depan.

Tantangan Geopolitik dan Target Pertumbuhan Ambisius

Meskipun ada pengurangan tenaga kerja, Standard Chartered tetap optimis terhadap target pertumbuhan mereka. Bank ini menargetkan return on tangible equity (ROTE) di atas 15% pada tahun 2028, dengan proyeksi meningkat sekitar 18% pada tahun 2030.

Perusahaan juga mempercepat rencana penghimpunan dana baru bersih yang ditetapkan sebesar US$200 miliar hingga 2028, lebih cepat dari rencana sebelumnya yang ditargetkan pada 2029. Inisiatif ini bertujuan untuk menarik nasabah dari segmen dengan margin lebih tinggi.

Namun, industri perbankan masih dihadapkan pada tantangan yang tidak kecil, terutama dalam konteks geopolitik yang sedang berlangsung. Konflik di Timur Tengah misalnya, menjadi salah satu risiko utama untuk stabilitas dan pertumbuhan sektor perbankan global saat ini.

Pada kuartal pertama tahun ini, Standard Chartered telah menyiapkan provisi kehati-hatian sebesar US$190 juta untuk mengantisipasi risiko yang mungkin timbul akibat ketidakpastian geopolitik tersebut.

Strategi Cerdas untuk Menghadapi Persaingan yang Semakin Ketat

Walau menghadapi pemotongan karyawan, strategi bisnis Standard Chartered tetap difokuskan untuk menghadapi persaingan industri yang semakin ketat. Mereka berkomitmen untuk tetap beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menciptakan layanan yang lebih baik untuk nasabah.

Bank ini juga intensif dalam mengembangkan sistem keamanan siber untuk melindungi data dan informasi nasabah dari ancaman yang terus meningkat. Perusahaan memahami betapa krusialnya keamanan dalam dunia digital saat ini.

Penerapan model bisnis berbasis AI diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi tetapi juga membantu dalam penciptaan inovasi yang dapat menarik minat konsumen baru. Dengan pendekatan yang tepat, bank berpotensi meraih kesuksesan meski dalam situasi yang penuh tantangan.

Pada akhirnya, langkah-langkah yang diambil oleh Standard Chartered menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pengurangan biaya, melainkan juga berusaha untuk berinvestasi pada masa depan yang lebih cerdas dan efisien.

Dengan mengedepankan teknologi sebagai bagian integral dari strategi bisnis, Standard Chartered berusaha untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga meraih keberhasilan di tengah ketidakpastian yang ada.

Tags: BankBesarIniLakukanMassalPenyebabPHKUtamanya
Share197Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

June 18, 2026
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

June 7, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
IHSG Mencapai Level 4900-Tempatkan batas ARB 7 persen

IHSG Mencapai Level 4900-Tempatkan batas ARB 7 persen

October 19, 2026
Sekolah Rakyat sebagai Sarana Pemberdayaan dan Pendidikan Berbasis Komunitas

Sekolah Rakyat sebagai Sarana Pemberdayaan dan Pendidikan Berbasis Komunitas

October 19, 2026
Usai Kena Sanksi OJK, DSSA Rencanakan Buyback Saham Rp1 Triliun

Usai Kena Sanksi OJK, DSSA Rencanakan Buyback Saham Rp1 Triliun

October 19, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In