• Latest
  • Trending
  • All
Alasan Laba Melesat 24% Menjadi Rp 30,4 T

Alasan Laba Melesat 24% Menjadi Rp 30,4 T

July 23, 2026
Bank Besar Thailand Rencanakan Rights Issue Sebesar Rp1 T

Bank Besar Thailand Rencanakan Rights Issue Sebesar Rp1 T

September 9, 2026
Investor Wajib Tahu, S&P Global Berikan Informasi Positif Mengenai BBRI

Investor Wajib Tahu, S&P Global Berikan Informasi Positif Mengenai BBRI

September 9, 2026
Tablet Lenovo Tab Plus Gen 2 Rilis di Indonesia dengan Layar 2,5K dan 9 Speaker JBL

Tablet Lenovo Tab Plus Gen 2 Rilis di Indonesia dengan Layar 2,5K dan 9 Speaker JBL

September 9, 2026
Emiten Akuisisi 5% Saham PT Layar Nusantara Gas

Emiten Akuisisi 5% Saham PT Layar Nusantara Gas

September 8, 2026
Pramono Ingatkan Warga Siaga Terhadap Potensi Kebakaran di Masa El Nino

Pramono Ingatkan Warga Siaga Terhadap Potensi Kebakaran di Masa El Nino

September 8, 2026
Kepercayaan Nasabah Mendorong Penghimpunan Dana, DPK Capai 1.580 Triliun

Kepercayaan Nasabah Mendorong Penghimpunan Dana, DPK Capai 1.580 Triliun

September 8, 2026
Wamendagri Desak 26 Pemda Papua Penuhi Komitmen Pencairan Otsus Tahap II

Wamendagri Desak 26 Pemda Papua Penuhi Komitmen Pencairan Otsus Tahap II

September 8, 2026
Laba Sudah Melesat 445 Persen, SMGR Ungkap Strategi Tahun Ini

Laba Sudah Melesat 445 Persen, SMGR Ungkap Strategi Tahun Ini

September 8, 2026
CapCut Tambah Fitur AI Baru untuk Asia Tenggara dengan 660 Juta Pengguna

CapCut Tambah Fitur AI Baru untuk Asia Tenggara dengan 660 Juta Pengguna

September 8, 2026
Pemantauan Ketat Saham VICI dan SMMT oleh BEI karena Harga Bergerak Tak Wajar

Pemantauan Ketat Saham VICI dan SMMT oleh BEI karena Harga Bergerak Tak Wajar

September 8, 2026
Febrie Adriansyah Diperiksa Lagi dalam Kasus Asabri

Febrie Adriansyah Diperiksa Lagi dalam Kasus Asabri

September 8, 2026
K/L Minta Tambahan Anggaran hingga Rp1.000 T, Purbaya Berikan Penjelasan

K/L Minta Tambahan Anggaran hingga Rp1.000 T, Purbaya Berikan Penjelasan

September 8, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Wednesday, September 9, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Market

Alasan Laba Melesat 24% Menjadi Rp 30,4 T

by Herz Wijaya
July 23, 2026
in Market
0
Alasan Laba Melesat 24% Menjadi Rp 30,4 T
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bank Mandiri, salah satu bank terbesar di Indonesia, menunjukkan kinerja yang sangat mengesankan pada semester pertama tahun 2026. Laba bersih yang mencapai Rp30,4 triliun menggambarkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 24,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berkaitan erat dengan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini tidak terlepas dari kinerja ekonomi domestik yang solid. Aktivitas ekonomi yang terus bergerak maju, ditunjang oleh kinerja fiskal pemerintah yang kuat, berkontribusi pada proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap di atas 5% pada kuartal kedua tahun 2026.

Dalam pandangannya, fundamental ekonomi yang kuat diharapkan mampu memperkuat nilai tukar rupiah dan menjaga kepercayaan investor. Komitmen Bank Mandiri untuk memperkuat perekonomian nasional tercermin dari pertumbuhan kredit yang mencapai 19,9%, hampir dua kali lipat dari pertumbuhan industri perbankan secara keseluruhan.

Pertumbuhan Kredit yang Mendorong Ekonomi Riil

Pertumbuhan kredit yang dicapai Bank Mandiri menunjukkan fokus yang konsisten pada sektor-sektor produktif dan padat karya. Dalam hal ini, kredit untuk segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tumbuh sekitar sembilan kali lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan kredit di industri secara umum.

Bank Mandiri juga berhasil mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 17,1%, mengukuhkan posisi mereka di pasar. Kualitas aset yang dijaga dengan baik sangat penting, ditunjukkan dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang hanya 0,15%, jauh di bawah rata-rata industri.

Kredit yang dialokasikan di berbagai segmen ekosistem juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Kredit untuk ekosistem pemerintahan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tumbuh 41,6%, sementara sektor bisnis penopang ekonomi meningkat 17,7%, dan kredit ke ekosistem UMKM kerakyatan tumbuh 15,7%.

Pendapatan Berbasis Fee Menjadi Pilar Utama Laba

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengungkapkan bahwa pertumbuhan laba didorong oleh pertumbuhan DPK yang signifikan dan kualitas kredit yang terjaga. Tercatat bahwa pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tumbuh sebesar 8% yang menunjukkan kinerja yang kuat dalam manajemen aset dan liabilitas.

NPL yang berada di kisaran 0,98% serta coverage ratio yang stabil di 242% menjadi indikator kesehatan dari portofolio kredit. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan volume bisnis tidak mengorbankan kualitas aset, yang merupakan faktor krusial bagi keberlanjutan bank.

Pendapatan berbasis fee, yang bersifat berulang, juga berkontribusi besar terhadap laba. Misalnya, pendapatan dari aplikasi Livin’ by Mandiri mengalami pertumbuhan sebesar 46%, sementara fee dari Kopra by Mandiri meningkat 22,8%, serta kenaikan 32% pada transaksi treasury.

Optimalisasi Strategi Bisnis untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Dengan pencapaian laba yang mengesankan sebesar Rp30,4 triliun, Novita menyatakan keyakinannya bahwa Bank Mandiri memiliki landasan yang kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan. Strategi bisnis yang terarah menjadi kunci dalam menjaga profitabilitas di tengah tantangan ekonomi.

Bank Mandiri juga mengedepankan inovasi dalam memberikan layanan kepada nasabah, seperti memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses dan efisiensi layanan. Keterlibatan dalam ekosistem finansial digital diharapkan dapat menarik lebih banyak nasabah dan meningkatkan volume transaksi.

Dengan berbagai inisiatif yang telah diluncurkan, Bank Mandiri menunjukkan kesiapan untuk terus beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan pasar. Hal ini membuat mereka optimis bisa menjadi pendorong utama dalam meningkatkan kontribusi perekonomian nasional.

Tags: AlasanLabaMelesatMenjadi
Share197Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

June 18, 2026
Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

June 7, 2026
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Bank Besar Thailand Rencanakan Rights Issue Sebesar Rp1 T

Bank Besar Thailand Rencanakan Rights Issue Sebesar Rp1 T

September 9, 2026
Investor Wajib Tahu, S&P Global Berikan Informasi Positif Mengenai BBRI

Investor Wajib Tahu, S&P Global Berikan Informasi Positif Mengenai BBRI

September 9, 2026
Tablet Lenovo Tab Plus Gen 2 Rilis di Indonesia dengan Layar 2,5K dan 9 Speaker JBL

Tablet Lenovo Tab Plus Gen 2 Rilis di Indonesia dengan Layar 2,5K dan 9 Speaker JBL

September 9, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In