• Latest
  • Trending
  • All
Peran Kakek Prabowo dalam Berdirinya Bank Pertama di Indonesia

Peran Kakek Prabowo dalam Berdirinya Bank Pertama di Indonesia

May 16, 2026
Biaya Dana Turun Signifikan di CASA Makin Gemuk

Biaya Dana Turun Signifikan di CASA Makin Gemuk

August 31, 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

August 31, 2026
Pertumbuhan Kredit Naik 16 Persen di Semester 1 Tahun 2026

Pertumbuhan Kredit Naik 16 Persen di Semester 1 Tahun 2026

August 31, 2026
WN Aljazair Berendam di Danau Sunter, Menolak Dievakuasi

WN Aljazair Berendam di Danau Sunter, Menolak Dievakuasi

August 31, 2026
PGAS Klarifikasi Terkait Putusan Gugatan Perusahaan Energi Besar Ini

PGAS Klarifikasi Terkait Putusan Gugatan Perusahaan Energi Besar Ini

August 31, 2026
Perluas Web3 Nasional DEX dan Perdagangan Kripto Global Akan Hadir di Indonesia

Perluas Web3 Nasional DEX dan Perdagangan Kripto Global Akan Hadir di Indonesia

August 31, 2026
Peringatan Bos IMF Guncangan Harga Energi Masih Berlanjut

Peringatan Bos IMF Guncangan Harga Energi Masih Berlanjut

August 30, 2026
Gus Ipul Respon Protes Massa dalam Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Respon Protes Massa dalam Muktamar ke-35 NU

August 30, 2026
59 Perusahaan Berpotensi Terdepak dari Bursa Indonesia, Ini Daftarnya

59 Perusahaan Berpotensi Terdepak dari Bursa Indonesia, Ini Daftarnya

August 30, 2026
Kritik Cak Imin Soal NU Bukan Serangan untuk HMI

Kritik Cak Imin Soal NU Bukan Serangan untuk HMI

August 30, 2026
Pengusaha Rajin Kunjungi Gunung Kawi Raih Kesuksesan sebagai Konglomerat

Dua Pengusaha RI Jadi Konglomerat Lewat Kegiatan di Gunung Kawi

August 30, 2026
Formula Sukses Penerapan AI oleh Perusahaan menurut Telkom

Formula Sukses Penerapan AI oleh Perusahaan menurut Telkom

August 30, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, August 31, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Market

Peran Kakek Prabowo dalam Berdirinya Bank Pertama di Indonesia

by Herz Wijaya
May 16, 2026
in Market
0
Peran Kakek Prabowo dalam Berdirinya Bank Pertama di Indonesia
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, pada tahun 1945, Indonesia menghadapi tantangan besar di bidang perbankan pasca kemerdekaan. Dua ekonom terkemuka, Margono Djojohadikusumo dan Soerachman Tjokroadisurjo, memiliki visi berbeda tentang bagaimana membangun bank sentral untuk negara yang baru merdeka ini.

Margono, yang merupakan seorang pemimpin dalam pemerintahan, percaya bahwa Indonesia harus bangkit dengan kekuatan sendiri. Sementara itu, Soerachman mengusulkan pendekatan pragmatis dengan menghidupkan kembali lembaga keuangan yang telah ada sebelumnya, yaitu De Javasche Bank.

Konflik ide ini memberi warna tersendiri dalam proses pembangunan sistem keuangan nasional. Dua orang yang memiliki pandangan berbeda ini mencoba menciptakan solusi terbaik bagi Indonesia yang tengah berjuang untuk membangun ekonominya dari nol.

Berdasarkan catatan sejarah, Margono berpendapat bahwa Indonesia harus memiliki bank nasional yang didirikan oleh rakyat Indonesia sendiri, meninggalkan jejak sejarah dari era kolonial. Ia merasa semangat nasionalisme harus menjadi pendorong utama dalam mendirikan lembaga keuangan yang independen dan berdaulat.

Sementara itu, Soerachman berargumen bahwa menghidupkan De Javasche Bank dapat mempercepat stabilitas ekonomi. Dengan sumber daya manusia yang berpengalaman dan sistem yang telah ada, tidak perlu membangun dari awal. Dua pandangan ini menunjukkan bahwa setiap pemimpin memiliki pendekatan yang tepat menurut konteks mereka.

Cita-cita mendirikan Bank Negara Indonesia serta tantangan di sekitarnya

Setelah proklamasi, situasi semakin mendesak ketika Belanda berusaha untuk kembali menguasai Indonesia. Kembalinya Belanda membawa tantangan tersendiri bagi Margono dan Soerachman dalam menyusun rencana untuk mendirikan bank sentral yang sah.

Belanda berusaha membangkitkan kembali De Javasche Bank untuk menjalankan fungsi bank sentral. Hal ini tentu saja menambah tekanan terhadap pembuatan kebijakan ekonomi yang berdaulat oleh Indonesia. Margono menyadari bahwa keberadaan De Javasche Bank menjadi ancaman terhadap kedaulatan ekonomi negara.

Situasi ini memicu urgensi untuk membentuk bank nasional secepat mungkin. Margono berusaha mendapatkan dukungan dari tokoh-tokoh penting, termasuk Sukarno dan Hatta, untuk mewujudkan cita-cita mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI).

Pada September 1945, Margono berhasil mengurus yayasan perbankan yang dikenal sebagai Yayasan Poesat Bank Indonesia. Hal ini membantu memantapkan langkah untuk mendirikan BNI sebagai lembaga keuangan yang diinginkan.

Pada 5 Juli 1946, BNI resmi berdiri melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1946. Dengan modal awal yang berasal dari patungan rakyat Indonesia, BNI mulai beroperasi sebagai bank sentral dengan wewenang yang cukup luas dalam sektor keuangan.

BNI sebagai Ujung Tombak Melawan Dominasi Belanda

Dalam perjalanannya, BNI menjadi contoh simbol perjuangan ekonomi melawan Belanda. Dikenal memiliki peran krusial, BNI berupaya untuk menggunakan kekuatan keuangannya untuk menantang De Javasche Bank.

Situasi ini menciptakan dualisme dalam sistem perbankan, di mana BNI dan De Javasche Bank saling bersaing. Munculnya uang dengan nama Oeang Republik Indonesia (ORI) dari BNI menandai perang mata uang yang semakin intens di Indonesia.

Perang melawan Belanda tidak hanya terjadi di medan perang, tetapi juga di sektor ekonomi. Akibatnya, banyak cabang BNI terpaksa tutup dan kekayaan bank dirampas oleh tentara Belanda.

Banyak tantangan yang dihadapi oleh BNI dalam melaksanakan fungsinya sebagai bank sentral, dan tentu saja isu ekternal menjadi sangat dominan. Namun, kondisi tersebut tidak dapat disalahkan pada manajemen BNI, karena situasi krisis itu dipicu oleh faktor eksternal.

Pada tahun 1949, ketika perang melawan Belanda berakhir, BNI mulai aktif kembali. Namun, tantangan baru muncul ketika pada tahun 1953, pengambilalihan De Javasche Bank oleh pemerintah mengubah status BNI sebagai bank sentral.

Perubahan Status dan Akhir Perjalanan BNI sebagai Bank Sentral

Setelah pengambilalihan tersebut, Bank Indonesia dibentuk untuk menjalankan fungsi bank sentral. Hal ini menandai sebuah fase baru dalam dunia perbankan Indonesia, di mana BNI kembali kepada fungsi utamanya sebagai bank umum.

Pada tahun 1968, status BNI resmi diubah, dan tidak lagi berfungsi sebagai bank sentral. Meskipun demikian, BNI tetap berkontribusi dengan mengambil peran dalam sistem perbankan nasional sebagai bank milik negara.

Dengan demikian, perjalanan BNI sebagai bank sentral berakhir, tetapi warisannya tetap hidup dalam sejarah perbankan Indonesia. Perkembangannya menandakan evolusi lembaga keuangan yang berusaha mengakomodasi kebutuhan rakyat.

Meskipun mengalami berbagai tantangan di sepanjang jalannya, BNI tetap berdiri sebagai simbol keberanian dan semangat juang menuju kemandirian ekonomi. Pandagan Margono dan Soerachman telah meletakkan dasar yang solid bagi perkembangan selanjutnya dalam sektor perbankan nasional.

Dengan latar belakang yang kaya dan penuh pembelajaran, BNI terus menjadi bagian penting dari sejarah keberhasilan ekonomi Indonesia. Sejarahnya menjadi cerminan dari perjuangan bangsa dalam membangun perekonomian yang berdaulat.

Tags: BankBerdirinyadalamIndonesiaKakekPeranPertamaPrabowo
Share197Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
OJK Tetapkan Tersangka Kasus BPR Sumber Artha Waru Agung

OJK Tetapkan Tersangka Kasus BPR Sumber Artha Waru Agung

July 14, 2026
Saham JELI dan BACH Dibuang Investor Bersamaan, Apa Penyebabnya?

Saham JELI dan BACH Dibuang Investor Bersamaan, Apa Penyebabnya?

July 11, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Biaya Dana Turun Signifikan di CASA Makin Gemuk

Biaya Dana Turun Signifikan di CASA Makin Gemuk

August 31, 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

August 31, 2026
Pertumbuhan Kredit Naik 16 Persen di Semester 1 Tahun 2026

Pertumbuhan Kredit Naik 16 Persen di Semester 1 Tahun 2026

August 31, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In