• Latest
  • Trending
  • All
Bank Besar Lakukan PHK Massal, Ini Penyebab Utamanya

Bank Besar Lakukan PHK Massal, Ini Penyebab Utamanya

June 13, 2026
Pjs Gubernur BI dan OJK Berkumpul di Kantor LPS, Apa Agenda Mereka?

Pjs Gubernur BI dan OJK Berkumpul di Kantor LPS, Apa Agenda Mereka?

July 28, 2026
Cegah Kebocoran Pendapatan Parkir dengan Pemasangan AI oleh Dishub DKI

Cegah Kebocoran Pendapatan Parkir dengan Pemasangan AI oleh Dishub DKI

July 28, 2026
Warga AS Merasa Menyesal Tentang Tabungan Mereka, Apa Penyebabnya?

Bankir Khawatir Likuiditas Menipis di Masa Suku Bunga Tinggi

July 28, 2026
Anggota DPRD Jatim Ditangkap KPK Terkait Kasus Dana Hibah

Anggota DPRD Jatim Ditangkap KPK Terkait Kasus Dana Hibah

July 28, 2026
Kantongi Laba Rp 29,5 T di Semester 1 2026

Kantongi Laba Rp 29,5 T di Semester 1 2026

July 28, 2026
Raih Lestari Award 2026 dengan Strategi Pengembangan Talenta Berkelanjutan

Raih Lestari Award 2026 dengan Strategi Pengembangan Talenta Berkelanjutan

July 28, 2026
Bos LPS Menepis Isu Masyarakat Indonesia Gunakan Uang Tabungan untuk Makan

Bos LPS Menepis Isu Masyarakat Indonesia Gunakan Uang Tabungan untuk Makan

July 28, 2026
Wakapolres Tangerang Selatan Berbicara Setelah 7 Anggota Ditangkap Bareskrim

Wakapolres Tangerang Selatan Berbicara Setelah 7 Anggota Ditangkap Bareskrim

July 28, 2026
Dapatkan Kupon Menarik, Pelajari Cara Membeli ORI030 melalui BRImo

Dapatkan Kupon Menarik, Pelajari Cara Membeli ORI030 melalui BRImo

July 28, 2026
Polisi Selidiki Sindikat Buzzer Penyebar Konten Hoaks dengan 8 Tersangka Ditangkap

Polisi Selidiki Sindikat Buzzer Penyebar Konten Hoaks dengan 8 Tersangka Ditangkap

July 28, 2026
OJK Peringatkan Meningkatnya Modus Penipuan Melalui Nonton Iklan

DPLK Sebagai Peluang Baru untuk Manajer Investasi, Satu Telah Mendaftar

July 28, 2026
Komisi I DPR Dukung Komdigi Ajak Platform Global Dukung Jaringan Internet 3T

Komisi I DPR Dukung Komdigi Ajak Platform Global Dukung Jaringan Internet 3T

July 28, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, July 28, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Bank Besar Lakukan PHK Massal, Ini Penyebab Utamanya

by Herz Wijaya
June 13, 2026
in Lifestyle
0
Bank Besar Lakukan PHK Massal, Ini Penyebab Utamanya
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah tantangan yang dihadapi dunia perekonomian, banyak industri merasa dampaknya secara langsung. Penurunan kinerja perusahaan tidak hanya berpengaruh pada bisnis, tetapi juga menciptakan gelombang pemutusan hubungan kerja yang nyatanya sangat meresahkan banyak pihak.

Perusahaan kini berusaha untuk beradaptasi dengan kondisi ini, salah satunya melalui efisiensi dalam tenaga kerja. Salah satu alternatif yang kini banyak dibicarakan adalah penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas.

Sebagai contoh, salah satu bank internasional terkemuka, Standard Chartered, berencana untuk memangkas lebih dari 7.000 karyawan dalam waktu dekat. Langkah ini diambil seiring dengan pengembangan AI yang semakin masif dan berperan penting dalam operasional bisnis.

Dalam konteks ini, penggunaan AI diharapkan mampu memberikan efisiensi operasional yang signifikan dan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Hal ini merupakan langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada pengurangan biaya, tetapi juga penggantian tenaga kerja yang dianggap tidak efisien dengan teknologi canggih yang tersedia.

CEO Standard Chartered, Bill Winters, menegaskan bahwa pengurangan tenaga kerja bukan hanya sekadar pemangkasan biaya. Dia menekankan bahwa perusahaan akan menginvestasikan lebih banyak pada teknologi dan sumber daya finansial untuk mengoptimalkan produktivitas dan kualitas layanan yang diberikan.

Pemangkasan Karyawan dan Penerapan Teknologi AI di Dunia Perbankan

Standard Chartered menyatakan bahwa mereka akan memangkas sekitar 15% posisi di fungsi perusahaan dalam empat tahun ke depan. Langkah ini menjadi relevan bagi banyak perusahaan yang kini tengah mencari cara untuk meningkatkan efisiensi dengan memanfaatkan teknologi canggih.

Proyek ini diperkirakan akan mengurangi lebih dari 7.000 karyawan dari total sekitar 52.000 pegawai yang saat ini terdaftar. Dalam pengurangan ini, perusahaan juga menawarkan kesempatan untuk pelatihan ulang atau reskilling bagi karyawan yang ingin tetap melanjutkan karir di area yang lebih produktif.

Winters menjelaskan bahwa banyak posisi yang akan terdampak berasal dari pusat operasional back-office di berbagai lokasi seperti Chennai, Bengaluru, Kuala Lumpur, dan Warsawa. Dengan penerapan AI, diharapkan bank dapat mempercepat dan menyempurnakan sistem operasionalnya secara keseluruhan.

Di samping itu, tren serupa juga terjadi di banyak institusi global lainnya. Misalnya, bank Mizuho Financial Group di Jepang telah mengumumkan rencana untuk mengurangi hingga 5.000 pekerjaan dalam satu dekade ke depan.

Tantangan Geopolitik dan Target Pertumbuhan Ambisius

Meskipun ada pengurangan tenaga kerja, Standard Chartered tetap optimis terhadap target pertumbuhan mereka. Bank ini menargetkan return on tangible equity (ROTE) di atas 15% pada tahun 2028, dengan proyeksi meningkat sekitar 18% pada tahun 2030.

Perusahaan juga mempercepat rencana penghimpunan dana baru bersih yang ditetapkan sebesar US$200 miliar hingga 2028, lebih cepat dari rencana sebelumnya yang ditargetkan pada 2029. Inisiatif ini bertujuan untuk menarik nasabah dari segmen dengan margin lebih tinggi.

Namun, industri perbankan masih dihadapkan pada tantangan yang tidak kecil, terutama dalam konteks geopolitik yang sedang berlangsung. Konflik di Timur Tengah misalnya, menjadi salah satu risiko utama untuk stabilitas dan pertumbuhan sektor perbankan global saat ini.

Pada kuartal pertama tahun ini, Standard Chartered telah menyiapkan provisi kehati-hatian sebesar US$190 juta untuk mengantisipasi risiko yang mungkin timbul akibat ketidakpastian geopolitik tersebut.

Strategi Cerdas untuk Menghadapi Persaingan yang Semakin Ketat

Walau menghadapi pemotongan karyawan, strategi bisnis Standard Chartered tetap difokuskan untuk menghadapi persaingan industri yang semakin ketat. Mereka berkomitmen untuk tetap beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menciptakan layanan yang lebih baik untuk nasabah.

Bank ini juga intensif dalam mengembangkan sistem keamanan siber untuk melindungi data dan informasi nasabah dari ancaman yang terus meningkat. Perusahaan memahami betapa krusialnya keamanan dalam dunia digital saat ini.

Penerapan model bisnis berbasis AI diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi tetapi juga membantu dalam penciptaan inovasi yang dapat menarik minat konsumen baru. Dengan pendekatan yang tepat, bank berpotensi meraih kesuksesan meski dalam situasi yang penuh tantangan.

Pada akhirnya, langkah-langkah yang diambil oleh Standard Chartered menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pengurangan biaya, melainkan juga berusaha untuk berinvestasi pada masa depan yang lebih cerdas dan efisien.

Dengan mengedepankan teknologi sebagai bagian integral dari strategi bisnis, Standard Chartered berusaha untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga meraih keberhasilan di tengah ketidakpastian yang ada.

Tags: BankBesarIniLakukanMassalPenyebabPHKUtamanya
Share196Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
OJK Rencanakan Tokenisasi Aset Nyata untuk Hadirkan Kripto Halal di Indonesia

OJK Rencanakan Tokenisasi Aset Nyata untuk Hadirkan Kripto Halal di Indonesia

May 23, 2026
Rekomendasi KPID Jabar untuk Revisi UU Penyiaran dan Filterisasi Konten Digital

Rekomendasi KPID Jabar untuk Revisi UU Penyiaran dan Filterisasi Konten Digital

May 13, 2026
OJK Tetapkan Tersangka Kasus BPR Sumber Artha Waru Agung

OJK Tetapkan Tersangka Kasus BPR Sumber Artha Waru Agung

July 14, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Pjs Gubernur BI dan OJK Berkumpul di Kantor LPS, Apa Agenda Mereka?

Pjs Gubernur BI dan OJK Berkumpul di Kantor LPS, Apa Agenda Mereka?

July 28, 2026
Cegah Kebocoran Pendapatan Parkir dengan Pemasangan AI oleh Dishub DKI

Cegah Kebocoran Pendapatan Parkir dengan Pemasangan AI oleh Dishub DKI

July 28, 2026
Warga AS Merasa Menyesal Tentang Tabungan Mereka, Apa Penyebabnya?

Bankir Khawatir Likuiditas Menipis di Masa Suku Bunga Tinggi

July 28, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In