• Latest
  • Trending
  • All
Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor

Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor

June 8, 2026
Rekor Laba Operasional Rp27,5 Triliun di Kuartal III 2026

Rekor Laba Operasional Rp27,5 Triliun di Kuartal III 2026

October 27, 2026
Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

October 27, 2026
Warga Singapura Dirikan Markas Pinjol Ilegal di Bali dengan Bunga yang Mencekik

Warga Singapura Dirikan Markas Pinjol Ilegal di Bali dengan Bunga yang Mencekik

October 27, 2026
Wabup Bogor Dipanggil KPK Terkait Kasus Korupsi Pemotongan Upah Pungut

Wabup Bogor Dipanggil KPK Terkait Kasus Korupsi Pemotongan Upah Pungut

October 27, 2026
Optimisme Fundamental Dukung Pertumbuhan Jangka Panjang BRI

Optimisme Fundamental Dukung Pertumbuhan Jangka Panjang BRI

October 27, 2026
Penyebab Layar iPhone Duo Retak yang Membuat Penasaran

Penyebab Layar iPhone Duo Retak yang Membuat Penasaran

October 27, 2026
Target Penerbitan SBN 2026 Menkeu Suahasil Tegaskan Tak Berubah

Target Penerbitan SBN 2026 Menkeu Suahasil Tegaskan Tak Berubah

October 27, 2026
Maruarar Bertemu Presiden Prabowo Diskusikan Target Program Bedah Rumah 2026

Maruarar Bertemu Presiden Prabowo Diskusikan Target Program Bedah Rumah 2026

October 26, 2026
Transaksi LCT RI Diproyeksi Tembus 55 Juta Dolar AS Tanpa Menggunakan Dolar AS

Transaksi LCT RI Diproyeksi Tembus 55 Juta Dolar AS Tanpa Menggunakan Dolar AS

October 26, 2026
Momen Sidak Sekolah Rakyat di Cikarang oleh Seskab Teddy

Momen Sidak Sekolah Rakyat di Cikarang oleh Seskab Teddy

October 26, 2026
Rinci Kredit Jhonlin Mandiri dan Mitigasi Agunan JARR-PGUN

Rinci Kredit Jhonlin Mandiri dan Mitigasi Agunan JARR-PGUN

October 26, 2026
Layar OLED, Chip A20 Pro, dan Desain yang Lebih Tipis

Layar OLED, Chip A20 Pro, dan Desain yang Lebih Tipis

October 26, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 27, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor

by Herz Wijaya
June 8, 2026
in Lifestyle
0
Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Fenomena ‘saham gorengan’ yang sering kali merugikan investor ritel bukanlah hal baru dalam dunia keuangan. Salah satu contoh paling awal berasal dari Inggris, yakni South Sea Company, yang menjadi pelopor dalam menciptakan salah satu gelembung saham terbesar dalam sejarah. Peristiwa ini terjadi lebih dari tiga abad yang lalu dan meninggalkan dampak yang dalam terhadap pasar modal.

South Sea Company didirikan untuk membantu pemerintah Inggris mengatasi utang negara yang semakin membengkak akibat perang. Dengan memberikan imbalan berupa hak monopoli perdagangan di wilayah Amerika Selatan, perusahaan ini menjanjikan peluang bisnis yang sangat menguntungkan.

Di atas kertas, potensi bisnis South Sea Company tampak menawan. Banyak investor percaya bahwa perusahaan ini akan mendulang keuntungan besar dari perdagangan komoditas seperti emas dan perak. Keyakinan ini membuat saham perusahaan menjadi sangat populer di kalangan investor Inggris.

Pendirian dan Tujuan South Sea Company yang Ambisius

South Sea Company dibentuk sebagai solusi untuk mengelola utang pemerintah yang membengkak akibat perang berkepanjangan. Dengan langkah ini, perusahaan mendapatkan status istimewa dan hak untuk mengelola utang publik in Inggris. Dalam imbalan tersebut, mereka juga mengklaim hak monopoli perdagangan dengan Amerika Selatan yang kaya sumber daya.

Keyakinan masyarakat terhadap perusahaan ini sangat besar, karena mereka melihat potensi keuntungan yang besar. Bahkan, pemerintah Inggris turut merekomendasikan dan berinvestasi dalam perusahaan ini, sehingga meningkatkan daya tarik bagi investor dari semua lapisan masyarakat.

Euforia pembelian saham menyebar dengan cepat. Banyak orang berlomba-lomba untuk membeli saham South Sea Company, berpegang pada keyakinan bahwa harga akan terus meningkat. Dalam situasi ini, harga saham meningkat bukan karena laba nyata, tetapi karena spekulasi di pasar.

Realitas Bisnis yang Mengkhawatirkan

Seiring berjalannya waktu, kenyataan tentang performa bisnis South Sea Company mulai terungkap. Meskipun investasi terus bertambah, aktivitas perdagangan di lapangan jauh dari ekspektasi. Banyak faktor yang menghambat, seperti kondisi politik dan hubungan yang tegang dengan Spanyol yang menguasai Amerika Selatan.

Ketidakpastian ini tidak serta merta menghentikan lonjakan harga saham. Justru, para pemimpin perusahaan mulai menjual saham mereka secara diam-diam, menyadari bahwa profit yang dijanjikan sulit direalisasikan. Keberadaan fakta-fakta ini menjadi rahasia yang tidak terungkap dalam komunitas investor.

Seiring pertanyaan mulai muncul mengenai profitabilitas perusahaan, kepercayaan investor pun mulai runtuh. Dalam suasana panik, harga saham jatuh dengan cepat, mengakibatkan kehancuran pasar yang hampir seketika. Kerugian melanda para investor yang sebelumnya optimis terhadap perusahaan.

Dampak dan Kerugian yang Dirasakan Masyarakat

Akhir dari euforia ini membawa dampak yang sangat besar bagi masyarakat. Ribuan orang kehilangan seluruh tabungan mereka, dan banyak bangsawan serta pengusaha jatuh miskin dalam semalam. Sejumlah tokoh terkenal, termasuk Isaac Newton, juga terkena imbas dari keruntuhan ini. Walaupun pernah meraih keuntungan, Newton harus menghadapi kerugian besar setelah berinvestasi kembali pada saat harga saham sudah sangat tinggi.

Setelah kejatuhan harga saham, pemerintah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kegagalan tersebut. Penyelidikan ini membongkar praktik suap, manipulasi pasar, hingga konflik kepentingan yang melibatkan para pejabat tingkat tinggi. Penuntutan terhadap beberapa tokoh penting terjadi, namun dampak kehilangan kepercayaan publik terhadap pasar sangat dalam.

Dalam konteks sejarah, kejadian ini menjadi pelajaran penting akan risiko berinvestasi dalam kondisi pasar yang tidak transparan. Praktik manipulasi yang terjadi di South Sea Company menggambarkan keresahan yang sering dialami oleh investor dalam menghadapi gelombang spekulasi.

Pelajaran dari Sejarah: Menghindari Kesalahan yang Sama

Sejarah South Sea Company merupakan pelajaran berharga bagi investor saat ini. Dalam menghadapi investasi, penting untuk melakukan analisis fundamental yang mendalam dan tidak terjebak dalam euforia pasar tanpa mengetahui dasarnya. Kegagalan untuk mematuhi prinsip investasi yang sehat dapat mengakibatkan kerugian yang mengerikan.

Selain itu, kebutuhan akan transparansi dalam laporan keuangan dan kegiatan perusahaan menjadi sangat penting. Investor perlu memastikan bahwa perusahaan yang mereka investasikan memiliki reputasi baik dan tidak terlibat dalam praktik yang meragukan. Transparansi menjadi kunci untuk membangun kembali kepercayaan yang hilang.

Meskipun banyak kemajuan telah dibuat dalam hal regulasi pasar modal, konsep ‘saham gorengan’ tetap ada. Penting bagi investor untuk tetap waspada terhadap tanda-tanda potensi gelembung, dan tidak hanya terpaku pada tren yang menggoda. Kesadaran ini akan membantu menghindari skenario tragis seperti yang dihadapi oleh investor South Sea Company di masa lalu.

Tags: BalikBanyakGorenganInvestorMerugikanSahamSosokyang
Share197Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

June 18, 2026
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

June 7, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Rekor Laba Operasional Rp27,5 Triliun di Kuartal III 2026

Rekor Laba Operasional Rp27,5 Triliun di Kuartal III 2026

October 27, 2026
Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

October 27, 2026
Warga Singapura Dirikan Markas Pinjol Ilegal di Bali dengan Bunga yang Mencekik

Warga Singapura Dirikan Markas Pinjol Ilegal di Bali dengan Bunga yang Mencekik

October 27, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In