• Latest
  • Trending
  • All
Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor

Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor

June 8, 2026
Program BRI Peduli Tanam 24000 Mangrove Bersama Kelompok Tani dan Nelayan

Program BRI Peduli Tanam 24000 Mangrove Bersama Kelompok Tani dan Nelayan

July 26, 2026
Situasi Terkini Bentrok Warga di Menteng, Motor Terbakar Masih Ada di Lokasi

Situasi Terkini Bentrok Warga di Menteng, Motor Terbakar Masih Ada di Lokasi

July 26, 2026
Upaya Mantri Perbankan Hadirkan Akses di Pegunungan Toraja Utara

Upaya Mantri Perbankan Hadirkan Akses di Pegunungan Toraja Utara

July 26, 2026
PDIP Desak Pemerintah Buka Kembali Penyelidikan Kasus Kudatuli

PDIP Desak Pemerintah Buka Kembali Penyelidikan Kasus Kudatuli

July 26, 2026
Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar untuk Menyelamatkan Rupiah

Anak Presiden Ajak Warga Buang Dolar untuk Menyelamatkan Rupiah

July 26, 2026
Uji Materi Ditolak MK, Perlindungan Sisa Kuota Internet Masih Berlaku

Uji Materi Ditolak MK, Perlindungan Sisa Kuota Internet Masih Berlaku

July 26, 2026
Wacana Bansos Melalui Kopdes Belum Pernah Dibahas di DPR

Wacana Bansos Melalui Kopdes Belum Pernah Dibahas di DPR

July 26, 2026
Jam Tangan Pintar Selamatkan Pria dari Kecelakaan Sepeda Gunung

Jam Tangan Pintar Selamatkan Pria dari Kecelakaan Sepeda Gunung

July 26, 2026
5 Ciri-Ciri Warga Kelas Bawah yang Harus Diketahui

5 Ciri-Ciri Warga Kelas Bawah yang Harus Diketahui

July 25, 2026
KPAI Minta Pemerintah Lindungi Hak Pendidikan Anak dengan HIV/AIDS

KPAI Minta Pemerintah Lindungi Hak Pendidikan Anak dengan HIV/AIDS

July 25, 2026
Taipan Ini Berikan Respons Tak Terduga Terkait Pajak Rp144 T

Dikenai Pajak 129 Triliun, Taipan Ini Beri Respons Tak Terduga

July 25, 2026
Tambah CCTV dan Pengeras Suara di Pelican Crossing oleh Dishub DKI Jakarta

Tambah CCTV dan Pengeras Suara di Pelican Crossing oleh Dishub DKI Jakarta

July 25, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sunday, July 26, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor

by Herz Wijaya
June 8, 2026
in Lifestyle
0
Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Fenomena ‘saham gorengan’ yang sering kali merugikan investor ritel bukanlah hal baru dalam dunia keuangan. Salah satu contoh paling awal berasal dari Inggris, yakni South Sea Company, yang menjadi pelopor dalam menciptakan salah satu gelembung saham terbesar dalam sejarah. Peristiwa ini terjadi lebih dari tiga abad yang lalu dan meninggalkan dampak yang dalam terhadap pasar modal.

South Sea Company didirikan untuk membantu pemerintah Inggris mengatasi utang negara yang semakin membengkak akibat perang. Dengan memberikan imbalan berupa hak monopoli perdagangan di wilayah Amerika Selatan, perusahaan ini menjanjikan peluang bisnis yang sangat menguntungkan.

Di atas kertas, potensi bisnis South Sea Company tampak menawan. Banyak investor percaya bahwa perusahaan ini akan mendulang keuntungan besar dari perdagangan komoditas seperti emas dan perak. Keyakinan ini membuat saham perusahaan menjadi sangat populer di kalangan investor Inggris.

Pendirian dan Tujuan South Sea Company yang Ambisius

South Sea Company dibentuk sebagai solusi untuk mengelola utang pemerintah yang membengkak akibat perang berkepanjangan. Dengan langkah ini, perusahaan mendapatkan status istimewa dan hak untuk mengelola utang publik in Inggris. Dalam imbalan tersebut, mereka juga mengklaim hak monopoli perdagangan dengan Amerika Selatan yang kaya sumber daya.

Keyakinan masyarakat terhadap perusahaan ini sangat besar, karena mereka melihat potensi keuntungan yang besar. Bahkan, pemerintah Inggris turut merekomendasikan dan berinvestasi dalam perusahaan ini, sehingga meningkatkan daya tarik bagi investor dari semua lapisan masyarakat.

Euforia pembelian saham menyebar dengan cepat. Banyak orang berlomba-lomba untuk membeli saham South Sea Company, berpegang pada keyakinan bahwa harga akan terus meningkat. Dalam situasi ini, harga saham meningkat bukan karena laba nyata, tetapi karena spekulasi di pasar.

Realitas Bisnis yang Mengkhawatirkan

Seiring berjalannya waktu, kenyataan tentang performa bisnis South Sea Company mulai terungkap. Meskipun investasi terus bertambah, aktivitas perdagangan di lapangan jauh dari ekspektasi. Banyak faktor yang menghambat, seperti kondisi politik dan hubungan yang tegang dengan Spanyol yang menguasai Amerika Selatan.

Ketidakpastian ini tidak serta merta menghentikan lonjakan harga saham. Justru, para pemimpin perusahaan mulai menjual saham mereka secara diam-diam, menyadari bahwa profit yang dijanjikan sulit direalisasikan. Keberadaan fakta-fakta ini menjadi rahasia yang tidak terungkap dalam komunitas investor.

Seiring pertanyaan mulai muncul mengenai profitabilitas perusahaan, kepercayaan investor pun mulai runtuh. Dalam suasana panik, harga saham jatuh dengan cepat, mengakibatkan kehancuran pasar yang hampir seketika. Kerugian melanda para investor yang sebelumnya optimis terhadap perusahaan.

Dampak dan Kerugian yang Dirasakan Masyarakat

Akhir dari euforia ini membawa dampak yang sangat besar bagi masyarakat. Ribuan orang kehilangan seluruh tabungan mereka, dan banyak bangsawan serta pengusaha jatuh miskin dalam semalam. Sejumlah tokoh terkenal, termasuk Isaac Newton, juga terkena imbas dari keruntuhan ini. Walaupun pernah meraih keuntungan, Newton harus menghadapi kerugian besar setelah berinvestasi kembali pada saat harga saham sudah sangat tinggi.

Setelah kejatuhan harga saham, pemerintah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kegagalan tersebut. Penyelidikan ini membongkar praktik suap, manipulasi pasar, hingga konflik kepentingan yang melibatkan para pejabat tingkat tinggi. Penuntutan terhadap beberapa tokoh penting terjadi, namun dampak kehilangan kepercayaan publik terhadap pasar sangat dalam.

Dalam konteks sejarah, kejadian ini menjadi pelajaran penting akan risiko berinvestasi dalam kondisi pasar yang tidak transparan. Praktik manipulasi yang terjadi di South Sea Company menggambarkan keresahan yang sering dialami oleh investor dalam menghadapi gelombang spekulasi.

Pelajaran dari Sejarah: Menghindari Kesalahan yang Sama

Sejarah South Sea Company merupakan pelajaran berharga bagi investor saat ini. Dalam menghadapi investasi, penting untuk melakukan analisis fundamental yang mendalam dan tidak terjebak dalam euforia pasar tanpa mengetahui dasarnya. Kegagalan untuk mematuhi prinsip investasi yang sehat dapat mengakibatkan kerugian yang mengerikan.

Selain itu, kebutuhan akan transparansi dalam laporan keuangan dan kegiatan perusahaan menjadi sangat penting. Investor perlu memastikan bahwa perusahaan yang mereka investasikan memiliki reputasi baik dan tidak terlibat dalam praktik yang meragukan. Transparansi menjadi kunci untuk membangun kembali kepercayaan yang hilang.

Meskipun banyak kemajuan telah dibuat dalam hal regulasi pasar modal, konsep ‘saham gorengan’ tetap ada. Penting bagi investor untuk tetap waspada terhadap tanda-tanda potensi gelembung, dan tidak hanya terpaku pada tren yang menggoda. Kesadaran ini akan membantu menghindari skenario tragis seperti yang dihadapi oleh investor South Sea Company di masa lalu.

Tags: BalikBanyakGorenganInvestorMerugikanSahamSosokyang
Share197Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
OJK Rencanakan Tokenisasi Aset Nyata untuk Hadirkan Kripto Halal di Indonesia

OJK Rencanakan Tokenisasi Aset Nyata untuk Hadirkan Kripto Halal di Indonesia

May 23, 2026
Rekomendasi KPID Jabar untuk Revisi UU Penyiaran dan Filterisasi Konten Digital

Rekomendasi KPID Jabar untuk Revisi UU Penyiaran dan Filterisasi Konten Digital

May 13, 2026
Ekonom Memproyeksikan Penguatan Rupiah Sampai Rp17.500 per Dolar AS

Ekonom Memproyeksikan Penguatan Rupiah Sampai Rp17.500 per Dolar AS

June 15, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Program BRI Peduli Tanam 24000 Mangrove Bersama Kelompok Tani dan Nelayan

Program BRI Peduli Tanam 24000 Mangrove Bersama Kelompok Tani dan Nelayan

July 26, 2026
Situasi Terkini Bentrok Warga di Menteng, Motor Terbakar Masih Ada di Lokasi

Situasi Terkini Bentrok Warga di Menteng, Motor Terbakar Masih Ada di Lokasi

July 26, 2026
Upaya Mantri Perbankan Hadirkan Akses di Pegunungan Toraja Utara

Upaya Mantri Perbankan Hadirkan Akses di Pegunungan Toraja Utara

July 26, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In