• Latest
  • Trending
  • All
Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor

Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor

June 8, 2026
Sebelum Sembilan Naga, Terdapat Gang of Four Penguasa Ekonomi Indonesia

Sebelum Sembilan Naga, Terdapat Gang of Four Penguasa Ekonomi Indonesia

June 8, 2026
Sewa Superkomputer SpaceX Rp 16,6 Triliun per Bulan, Untuk Apa?

Sewa Superkomputer SpaceX Rp 16,6 Triliun per Bulan, Untuk Apa?

June 8, 2026
Daftar Markup Pengadaan yang Menguntungkan Dadan Cs Dengan Cuan Miliaran

Daftar Markup Pengadaan yang Menguntungkan Dadan Cs Dengan Cuan Miliaran

June 8, 2026
Jemaah Haji RI Dilarang Turun Bus di Terminal Hijrah karena Alasan Tertentu

Jemaah Haji RI Dilarang Turun Bus di Terminal Hijrah karena Alasan Tertentu

June 8, 2026
5 Ciri Utama Masyarakat Kelas Bawah, Apakah Anda Juga Termasuk?

5 Ciri Utama Masyarakat Kelas Bawah, Apakah Anda Juga Termasuk?

June 8, 2026
Dunia Bergejolak, Perusahaan Angkutan Batu Bara Jaga Keberlangsungan Kontrak

Dunia Bergejolak, Perusahaan Angkutan Batu Bara Jaga Keberlangsungan Kontrak

June 7, 2026
Harga BBM Naik Akibat Perang, Logistik Menggunakan Kendaraan Listrik

Harga BBM Naik Akibat Perang, Logistik Menggunakan Kendaraan Listrik

June 7, 2026
Fitur Keamanan Darurat untuk ChatGPT dan Cara Kerjanya yang Dirilis oleh OpenAI

Fitur Keamanan Darurat untuk ChatGPT dan Cara Kerjanya yang Dirilis oleh OpenAI

June 7, 2026
Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

June 7, 2026
50 Tukik Dilepas dan Penanaman 500 Bibit Mangrove di Pulau Sabira

50 Tukik Dilepas dan Penanaman 500 Bibit Mangrove di Pulau Sabira

June 7, 2026
Utang Pinjol Warga RI Sudah Mencapai Rp100 Triliun

Utang Pinjol Warga RI Sudah Mencapai Rp100 Triliun

June 7, 2026
IPO Terbesar Sejarah Segera Hadir dengan Nilai Rp1.300 Triliun

IPO Terbesar Sejarah Segera Hadir dengan Nilai Rp1.300 Triliun

June 7, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, June 8, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor

by Herz Wijaya
June 8, 2026
in Lifestyle
0
Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Fenomena ‘saham gorengan’ yang sering kali merugikan investor ritel bukanlah hal baru dalam dunia keuangan. Salah satu contoh paling awal berasal dari Inggris, yakni South Sea Company, yang menjadi pelopor dalam menciptakan salah satu gelembung saham terbesar dalam sejarah. Peristiwa ini terjadi lebih dari tiga abad yang lalu dan meninggalkan dampak yang dalam terhadap pasar modal.

South Sea Company didirikan untuk membantu pemerintah Inggris mengatasi utang negara yang semakin membengkak akibat perang. Dengan memberikan imbalan berupa hak monopoli perdagangan di wilayah Amerika Selatan, perusahaan ini menjanjikan peluang bisnis yang sangat menguntungkan.

Di atas kertas, potensi bisnis South Sea Company tampak menawan. Banyak investor percaya bahwa perusahaan ini akan mendulang keuntungan besar dari perdagangan komoditas seperti emas dan perak. Keyakinan ini membuat saham perusahaan menjadi sangat populer di kalangan investor Inggris.

Pendirian dan Tujuan South Sea Company yang Ambisius

South Sea Company dibentuk sebagai solusi untuk mengelola utang pemerintah yang membengkak akibat perang berkepanjangan. Dengan langkah ini, perusahaan mendapatkan status istimewa dan hak untuk mengelola utang publik in Inggris. Dalam imbalan tersebut, mereka juga mengklaim hak monopoli perdagangan dengan Amerika Selatan yang kaya sumber daya.

Keyakinan masyarakat terhadap perusahaan ini sangat besar, karena mereka melihat potensi keuntungan yang besar. Bahkan, pemerintah Inggris turut merekomendasikan dan berinvestasi dalam perusahaan ini, sehingga meningkatkan daya tarik bagi investor dari semua lapisan masyarakat.

Euforia pembelian saham menyebar dengan cepat. Banyak orang berlomba-lomba untuk membeli saham South Sea Company, berpegang pada keyakinan bahwa harga akan terus meningkat. Dalam situasi ini, harga saham meningkat bukan karena laba nyata, tetapi karena spekulasi di pasar.

Realitas Bisnis yang Mengkhawatirkan

Seiring berjalannya waktu, kenyataan tentang performa bisnis South Sea Company mulai terungkap. Meskipun investasi terus bertambah, aktivitas perdagangan di lapangan jauh dari ekspektasi. Banyak faktor yang menghambat, seperti kondisi politik dan hubungan yang tegang dengan Spanyol yang menguasai Amerika Selatan.

Ketidakpastian ini tidak serta merta menghentikan lonjakan harga saham. Justru, para pemimpin perusahaan mulai menjual saham mereka secara diam-diam, menyadari bahwa profit yang dijanjikan sulit direalisasikan. Keberadaan fakta-fakta ini menjadi rahasia yang tidak terungkap dalam komunitas investor.

Seiring pertanyaan mulai muncul mengenai profitabilitas perusahaan, kepercayaan investor pun mulai runtuh. Dalam suasana panik, harga saham jatuh dengan cepat, mengakibatkan kehancuran pasar yang hampir seketika. Kerugian melanda para investor yang sebelumnya optimis terhadap perusahaan.

Dampak dan Kerugian yang Dirasakan Masyarakat

Akhir dari euforia ini membawa dampak yang sangat besar bagi masyarakat. Ribuan orang kehilangan seluruh tabungan mereka, dan banyak bangsawan serta pengusaha jatuh miskin dalam semalam. Sejumlah tokoh terkenal, termasuk Isaac Newton, juga terkena imbas dari keruntuhan ini. Walaupun pernah meraih keuntungan, Newton harus menghadapi kerugian besar setelah berinvestasi kembali pada saat harga saham sudah sangat tinggi.

Setelah kejatuhan harga saham, pemerintah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kegagalan tersebut. Penyelidikan ini membongkar praktik suap, manipulasi pasar, hingga konflik kepentingan yang melibatkan para pejabat tingkat tinggi. Penuntutan terhadap beberapa tokoh penting terjadi, namun dampak kehilangan kepercayaan publik terhadap pasar sangat dalam.

Dalam konteks sejarah, kejadian ini menjadi pelajaran penting akan risiko berinvestasi dalam kondisi pasar yang tidak transparan. Praktik manipulasi yang terjadi di South Sea Company menggambarkan keresahan yang sering dialami oleh investor dalam menghadapi gelombang spekulasi.

Pelajaran dari Sejarah: Menghindari Kesalahan yang Sama

Sejarah South Sea Company merupakan pelajaran berharga bagi investor saat ini. Dalam menghadapi investasi, penting untuk melakukan analisis fundamental yang mendalam dan tidak terjebak dalam euforia pasar tanpa mengetahui dasarnya. Kegagalan untuk mematuhi prinsip investasi yang sehat dapat mengakibatkan kerugian yang mengerikan.

Selain itu, kebutuhan akan transparansi dalam laporan keuangan dan kegiatan perusahaan menjadi sangat penting. Investor perlu memastikan bahwa perusahaan yang mereka investasikan memiliki reputasi baik dan tidak terlibat dalam praktik yang meragukan. Transparansi menjadi kunci untuk membangun kembali kepercayaan yang hilang.

Meskipun banyak kemajuan telah dibuat dalam hal regulasi pasar modal, konsep ‘saham gorengan’ tetap ada. Penting bagi investor untuk tetap waspada terhadap tanda-tanda potensi gelembung, dan tidak hanya terpaku pada tren yang menggoda. Kesadaran ini akan membantu menghindari skenario tragis seperti yang dihadapi oleh investor South Sea Company di masa lalu.

Tags: BalikBanyakGorenganInvestorMerugikanSahamSosokyang
Share196Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
OJK Rencanakan Tokenisasi Aset Nyata untuk Hadirkan Kripto Halal di Indonesia

OJK Rencanakan Tokenisasi Aset Nyata untuk Hadirkan Kripto Halal di Indonesia

May 23, 2026
Rekomendasi KPID Jabar untuk Revisi UU Penyiaran dan Filterisasi Konten Digital

Rekomendasi KPID Jabar untuk Revisi UU Penyiaran dan Filterisasi Konten Digital

May 13, 2026
Penyebab Anjloknya Saham Bank Besar Menjelang Libur Panjang

Penyebab Anjloknya Saham Bank Besar Menjelang Libur Panjang

May 30, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor

Sosok di Balik ‘Saham Gorengan’ yang Merugikan Banyak Investor

June 8, 2026
Sebelum Sembilan Naga, Terdapat Gang of Four Penguasa Ekonomi Indonesia

Sebelum Sembilan Naga, Terdapat Gang of Four Penguasa Ekonomi Indonesia

June 8, 2026
Sewa Superkomputer SpaceX Rp 16,6 Triliun per Bulan, Untuk Apa?

Sewa Superkomputer SpaceX Rp 16,6 Triliun per Bulan, Untuk Apa?

June 8, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In