• Latest
  • Trending
  • All
Sosok Tuan Tanah Matraman yang Menguasai 400 Hektare Selama 41 Tahun

Sosok Tuan Tanah Matraman yang Menguasai 400 Hektare Selama 41 Tahun

October 31, 2026
MSCI Tekan Pasar Surat Berharga Negara Indonesia

MSCI Tekan Pasar Surat Berharga Negara Indonesia

October 31, 2026
Menag Minta Santri Tingkatkan Kemampuan Teknologi

Menag Minta Santri Tingkatkan Kemampuan Teknologi

October 31, 2026
Punya Alfamart Sendiri, Biaya dan Estimasi Balik Modal 2026

Punya Alfamart Sendiri, Biaya dan Estimasi Balik Modal 2026

October 31, 2026
Dedi Congor Dihentikan Perjalanannya ke Luar Negeri Sejak 23 Oktober

Dedi Congor Dihentikan Perjalanannya ke Luar Negeri Sejak 23 Oktober

October 31, 2026
Prediksi Bill Gates Mengenai Kacau Makin Parahnya AI dalam 20 Tahun

Prediksi Bill Gates Mengenai Kacau Makin Parahnya AI dalam 20 Tahun

October 31, 2026
Warga RI Kembali Mengajukan Kredit Kendaraan, Laba Naik 56 Persen

Warga RI Kembali Mengajukan Kredit Kendaraan, Laba Naik 56 Persen

October 31, 2026
Naik Whoosh dari Cimahi Prabowo Sambangi Warga di Stasiun Halim

Naik Whoosh dari Cimahi Prabowo Sambangi Warga di Stasiun Halim

October 31, 2026
Mengukur Kinerja Perusahaan Asuransi dan Menentukan yang Terbaik

Mengukur Kinerja Perusahaan Asuransi dan Menentukan yang Terbaik

October 31, 2026
Pemimpin Unggul Perlu Seleksi yang Tepat

Pemimpin Unggul Perlu Seleksi yang Tepat

October 30, 2026
Ekosistem Emas sebagai Masa Depan Indonesia, Temukan Peluangnya di Sini

Ekosistem Emas sebagai Masa Depan Indonesia, Temukan Peluangnya di Sini

October 30, 2026
Beli HP Android Murah? Perhatikan 3 Hal Penting Ini

Beli HP Android Murah? Perhatikan 3 Hal Penting Ini

October 30, 2026
Telat Lapor Keuangan, 62 Saham Kena Suspensi di Bursa, Simak Daftarnya

Telat Lapor Keuangan, 62 Saham Kena Suspensi di Bursa, Simak Daftarnya

October 30, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Saturday, October 31, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Finansial

Sosok Tuan Tanah Matraman yang Menguasai 400 Hektare Selama 41 Tahun

by Herz Wijaya
October 31, 2026
in Finansial
0
Sosok Tuan Tanah Matraman yang Menguasai 400 Hektare Selama 41 Tahun
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Matraman, sebuah kawasan di jantung ibu kota, menjadi salah satu pusat kehidupan urban yang padat. Dengan deretan permukiman yang rapat dan aktivitas perdagangan yang tiada henti, kawasan ini bertahan sebagai bagian penting dari eksistensi Jakarta. Seiring waktu, Matraman tidak hanya dikenal sebagai pusat kesibukan, namun juga menyimpan jejak sejarah yang mendalam.

Wilayah ini, sebelum menjelma menjadi permukiman modern, rupanya memiliki sejarah panjang yang terhubung dengan masa kolonial. Pada awalnya, Matraman dikuasai oleh seorang tuan tanah asing yang telah mengubah wajahnya selama lebih dari empat dekade. Sehingga, cerita tentang kawasan ini tidak bisa dipisahkan dari sosok J.M.L. Bohl, seorang Belanda yang membangun kekayaannya dari nol.

Bohl, yang mendarat di Batavia pada tahun 1864 saat berusia 16 tahun, tidak langsung menjadi magnat tanah. Ia memulai kariernya di perusahaan perdagangan terkemuka dan berkat kegigihannya, ia berhasil menumpuk kekayaan yang kemudian dialihkan ke bidang properti.

Meneroka Akar Sejarah dan Transformasi Matraman

Transformasi Matraman yang sedemikian rupa tidak bisa dipisahkan dari peran Bohl sebagai penguasa tanah utama. Setelah bekerja keras, ia beralih ke investasi properti dan akhirnya menjadi pemilik tanah yang berpengaruh. Kekuasaannya di kawasan itu sangat luas dan mengesankan.

Menurut arsip yang ada, Bohl berhasil menguasai sekitar 400 hektare tanah di Matraman. Di atas lahan yang luas tersebut, ia membangun kediaman mewah yang mencerminkan statusnya sebagai seorang tuan tanah yang berkuasa. Dengan puluhan rusa peliharaan berkeliaran di sekitar rumahnya, simbol kemewahan ini menunjukkan betapa tingginya status sosialnya di kalangan elite kolonial.

Penelitian lebih lanjut tentang Bohl menunjukkan bahwa ia memegang kendali atas tanah Matraman selama 41 tahun. Dalam rentang waktu tersebut, kawasan ini berkembang menjadi lahan produktif, memproduksi komoditas agrikultur penting seperti padi dan kelapa, yang vital bagi kebutuhan masyarakat saat itu.

Pengaruh dan Karakter Sang Tuan Tanah

Kendati berpengaruh besar dalam aspek ekonomi, kehidupan pribadi Bohl sangat tertutup. Ia lebih memilih untuk tidak bergaul dengan orang-orang di sekitarnya, yang membuat namanya hanya terkenal di kalangan elite kolonial. Gaya hidupnya yang menyendiri ini kontradiktif dengan kekuasaan dan kemewahan yang dimilikinya selama ini.

Terlepas dari dunia bisnes dan kepemilikan tanah, Bohl juga pernah berupaya memasuki ranah politik lokal. Ia mencalonkan diri sebagai anggota dewan perwakilan untuk wilayah Meester Cornelis, menunjukkan adanya ambisi politik meski tidak terlalu dikenal di kalangan masyarakat luas.

Sayangnya, hidup Bohl berakhir pada 18 Juni 1920, di saat ia berusia 72 tahun. Kematian ini terjadi secara tragis setelah menjalani operasi usus buntu yang kemudian menimbulkan komplikasi gagal ginjal. Hal ini menandai akhir dari era dominasi tanah partikelir Matraman.

Warisan dan Takdir Matraman Setelah Kematian Bohl

Kematian Bohl menandai penutupan babak penting dalam sejarah Matraman, di mana kepemilikan tanah oleh individu swasta berakhir. Aset-aset yang ditinggalkan kemudian diambil alih oleh pemerintah kolonial, mengganti wajah kawasan ini. Perubahan ini berimplikasi besar bagi perkembangan Matraman menuju bentuknya yang lebih modern.

Seiring berjalannya waktu, Matraman kini berdiri megah sebagai salah satu pusat metropolitan. Meski demikian, jejak sejarah yang ditinggalkan Bohl tetap terasa. Kehidupan yang panjang dan kesuksesannya di masa lalu mengajarkan kita banyak hal tentang pergerakan sosial yang terjadi seiring dengan perkembangan infrastruktur di wilayah ini.

Memahami sejarah Matraman, terutama peran Bohl, memunculkan kesadaran bahwa pembangunan kawasan tidak hanya ditentukan oleh perkembangan fisik, melainkan juga oleh faktor sosial dan ekonomi yang saling berkaitan. Dengan zaman yang telah berganti, Matraman tetap menjadi area yang hidup dan beragam, membawa kita pada refleksi sejarah yang tak akan terlupakan.

Tags: HektareMatramanMenguasaiSelamaSosokTahunTanahTuanyang
Share196Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

June 18, 2026
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

June 7, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
MSCI Tekan Pasar Surat Berharga Negara Indonesia

MSCI Tekan Pasar Surat Berharga Negara Indonesia

October 31, 2026
Menag Minta Santri Tingkatkan Kemampuan Teknologi

Menag Minta Santri Tingkatkan Kemampuan Teknologi

October 31, 2026
Punya Alfamart Sendiri, Biaya dan Estimasi Balik Modal 2026

Punya Alfamart Sendiri, Biaya dan Estimasi Balik Modal 2026

October 31, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In