• Latest
  • Trending
  • All
Perusahaan Makin Sepi IPO di Pasar Modal RI, Simak Penyebabnya

Perusahaan Makin Sepi IPO di Pasar Modal RI, Simak Penyebabnya

October 4, 2026
OJK Rencanakan Pembagian Pindar Menjadi 4 Tier dengan Indikator Tertentu

OJK Rencanakan Pembagian Pindar Menjadi 4 Tier dengan Indikator Tertentu

October 12, 2026
5 Miliarder Asia yang Alami Penurunan Kekayaan Paling Signifikan

5 Miliarder Asia yang Alami Penurunan Kekayaan Paling Signifikan

October 12, 2026
Update Pengeboran 5 Sumur Panas Bumi dari PGEO

Update Pengeboran 5 Sumur Panas Bumi dari PGEO

October 12, 2026
Jalur MRT ke Kota Tua Segera Selesai

Jalur MRT ke Kota Tua Segera Selesai

October 12, 2026
Gencatan Energi Rusia-Ukraina Diumumkan Trump, Harga Minyak Justru Naik

Gencatan Energi Rusia-Ukraina Diumumkan Trump, Harga Minyak Justru Naik

October 12, 2026
6 Resmi Diluncurkan, Era Baru AI Interaktif dan Sangat Cepat

6 Resmi Diluncurkan, Era Baru AI Interaktif dan Sangat Cepat

October 12, 2026
Gadai Saham Emiten Haji Isam Siap Hadapi Risiko Ini

Gadai Saham Emiten Haji Isam Siap Hadapi Risiko Ini

October 12, 2026
Daerah Jakarta dengan Jumlah Kasus Kebakaran Tertinggi Sepanjang 2026

Daerah Jakarta dengan Jumlah Kasus Kebakaran Tertinggi Sepanjang 2026

October 12, 2026
IHSG Terjun Bebas 1 Persen

IHSG Terjun Bebas 1 Persen

October 12, 2026
Bareskrim Tangkap Pengedar Narkoba di Kampung Ambon dan Boncos

Bareskrim Tangkap Pengedar Narkoba di Kampung Ambon dan Boncos

October 12, 2026
IHSG Turun 1 Persen Simak Alasan di Baliknya

IHSG Turun 1 Persen Simak Alasan di Baliknya

October 12, 2026
Konten Kreator di Jogja Memiliki Destinasi Baru di Pakuwon Mall yang Menarik untuk Dikunjungi

Konten Kreator di Jogja Memiliki Destinasi Baru di Pakuwon Mall yang Menarik untuk Dikunjungi

October 12, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 13, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Finansial

Perusahaan Makin Sepi IPO di Pasar Modal RI, Simak Penyebabnya

by Herz Wijaya
October 4, 2026
in Finansial
0
Perusahaan Makin Sepi IPO di Pasar Modal RI, Simak Penyebabnya
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Minat perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan yang signifikan sepanjang tahun 2026. Sampai akhir Agustus 2026, hanya tujuh perusahaan yang berhasil mencatatkan saham mereka, dengan total dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp2,16 triliun, begitupun jauh dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Menurut kepala eksekutif pengawas pasar modal, beberapa faktor berkontribusi pada turunnya jumlah calon emiten. Salah satunya adalah ketidakpastian yang disebabkan kondisi pasar global dan dinamika geopolitik yang kompleks.

Hasan Fawzi, kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, menegaskan bahwa kondisi ini mengakibatkan perusahaan sangat berhati-hati dalam memilih waktu yang tepat untuk melaksanakan penawaran umum. Hal ini mencerminkan dampak dari berbagai tekanan eksternal yang terus bergejolak.

Tren Penurunan Aktivitas IPO di Indonesia Sepanjang 2026

Statistik dari BEI menunjukkan bahwa jumlah laporan IPO mengalami penurunan tajam hingga sekitar 68,2% dibandingkan periode Januari-Agustus tahun lalu. Angka ini turun dari 22 perusahaan yang melakukan IPO menjadi hanya tujuh perusahaan di tahun ini.

Penghimpunan dana juga merosot dengan angka yang mencolok, mengalami anjlok sekitar 79,2%, dari Rp10,39 triliun pada tahun lalu menjadi Rp2,16 triliun. Ini merupakan sinyal jelas bahwa minat untuk go public tidak hanya sekadar berkurang, tetapi juga mempengaruhi nilai transaksi secara keseluruhan.

Berkait dengan hal ini, ada catatan bahwa rata-rata dana yang dihimpun per emiten turun signifikan dari Rp471,91 miliar menjadi hanya Rp308,76 miliar. Penurunan sebesar 34,6% ini menunjukkan tantangan yang dihadapi perusahaan ketika berusaha mendapatkan dukungan dari pasar modal.

Kualitas Informasi Sebagai Prioritas Utama OJK

Walaupun jumlah IPO mengalami penurunan, OJK masih melihat peluang di depan. Hingga tanggal 6 September 2026, terdapat tujuh perusahaan yang sedang dalam antrean untuk melakukan IPO dengan target penghimpunan dana maksimal sekitar Rp4,02 triliun.

Namun, ada beberapa rencana yang belum mendapatkan persetujuan OJK. Hal ini disebabkan oleh keperluan perusahaan untuk meningkatkan kualitas keterbukaan informasi mereka agar memenuhi syarat yang ditetapkan.

Hasan menambahkan bahwa meskipun peraturan menjadi lebih ketat, hal ini demi menjaga integritas dan kualitas pasar modal Indonesia secara keseluruhan. Terlebih lagi, transparansi adalah unsur kunci untuk mendapatkan kepercayaan investor.

Strategi OJK Untuk Mendorong Minat Investor di Pasar Modal

Menurut Hasan, OJK tidak berfokus semata-mata pada jumlah IPO yang dilaksanakan, melainkan juga sangat memperhatikan total dana yang berhasil dihimpun di pasar modal. Target utama mereka adalah mencapai penghimpunan dana sebesar Rp250 triliun pada tahun ini.

Sampai 6 September 2026, OJK sudah mencatat penghimpunan dana sekitar Rp148,3 triliun. Artinya, meskipun terdapat penurunan aktivitas IPO, ada optimisme bahwa pencapaian target ini masih mungkin dilakukan dengan strategi yang tepat.

Aktivitas sosialisasi dan pelatihan juga dilakukan oleh OJK bersama BEI untuk mendorong perusahaan-perusahaan yang sudah siap melantai. Kegiatan ini bertujuan agar calon emiten tidak hanya siap secara finansial, tetapi juga secara manajerial dan teknis.

Respon Terhadap Penurunan dan Masa Depan Pasar Modal Indonesia

Minimnya jumlah IPO tidak selalu berarti bahwa saham baru kehilangan daya tarik di mata investor. Beberapa saham yang IPO di tahun ini justru mengalami lonjakan harga yang signifikan setelah debut resmi mereka, menunjukkan bahwa ketertarikan masih ada.

Walaupun demikian, penting untuk diingat bahwa keadaan ini belum cukup untuk membalikkan fungsi pasar perdana sebagai sumber pendanaan perusahaan yang ideal. Diperlukan upaya lebih untuk mendorong perusahaan kembali melantai dengan lebih banyak kepercayaan.

Ke depan, OJK dan BEI sadar bahwa perlu ada langkah konkrit untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan bahwa pasar modal kembali menjadi pilihan unggulan bagi perusahaan baru dalam mencari modal yang dibutuhkan.

Tags: IPOMakinModalPasarPenyebabnyaPerusahaanSepiSimak
Share196Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

June 18, 2026
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

June 7, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
OJK Rencanakan Pembagian Pindar Menjadi 4 Tier dengan Indikator Tertentu

OJK Rencanakan Pembagian Pindar Menjadi 4 Tier dengan Indikator Tertentu

October 12, 2026
5 Miliarder Asia yang Alami Penurunan Kekayaan Paling Signifikan

5 Miliarder Asia yang Alami Penurunan Kekayaan Paling Signifikan

October 12, 2026
Update Pengeboran 5 Sumur Panas Bumi dari PGEO

Update Pengeboran 5 Sumur Panas Bumi dari PGEO

October 12, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In