Partai Solidaritas Indonesia (PSI) baru-baru ini mengadakan istigasah sebagai bentuk peringatan terhadap Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Acara yang berlangsung di Pondok Pesantren Fathul Ma’ani ini dihadiri oleh banyak kalangan, termasuk ulama, kiai, dan ribuan santri dari Kabupaten Pandeglang, Banten.
Dalam kegiatan tersebut, PSI juga mengundang jajaran pengurus tingkat provinsi dan DPD se-Banten, serta perwakilan dari DPRD. Momen ini menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dan memperkuat hubungan antara partai dengan masyarakat.
Acara diawali dengan lantunan sholawat, zikir, dan doa bersama, menciptakan nuansa khidmat dan penuh harapan. Kegiatan ini menjadi ajang untuk merenungkan makna Isra Mi’raj, sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama.
Pembina PSI Banten, H Ian Pribadi, menekankan bahwa istigasah ini merupakan ikhtiar spiritual dalam memperingati hari besar ini. Dengan kegiatan tersebut, mereka berharap dapat memperkuat solidaritas di tengah masyarakat, terutama di wilayah Banten.
“Ini merupakan ikhtiar kami yang bertujuan untuk memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan di daerah ini. Kami juga tidak lupa mendoakan agar masyarakat yang terdampak bencana segera pulih dan bangkit kembali,” ungkapnya.
Peran Ikhtiar Spiritual dalam Masyarakat
Ikhtiar spiritual seperti ini memiliki makna yang dalam bagi komunitas. Selain sebagai pengingat akan perjalanan spiritual Nabi Muhammad, acara ini juga menjadi media untuk membangun kesadaran sosial di kalangan masyarakat. Dalam konteks tersebut, PSI berkomitmen untuk tidak hanya berjuang di ranah politik, tetapi juga dalam hal kemanusiaan.
Melalui doa bersama, berbagai harapan baik dipanjatkan untuk seluruh rakyat. Khususnya bagi mereka yang tengah mengalami kesulitan akibat bencana atau peristiwa tidak terduga lainnya. Semangat kebersamaan ini diharapkan dapat memberikan kekuatan kepada masyarakat untuk bangkit kembali.
Rangkaian acara ini menjadi modal sosial yang kuat dalam komunitas. Dengan berkumpulnya santri, ulama, dan masyarakat, diharapkan terciptanya ikatan yang lebih solid. Hal ini penting agar ketika ada tantangan yang dihadapi, masyarakat dapat saling mendukung dan menguatkan.
Pentingnya Memperingati Isra Mi’raj
Isra Mi’raj bukan hanya sekadar peristiwa sejarah, melainkan juga memiliki pelajaran berharga bagi umat Islam. Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad mendapatkan wahyu dan petunjuk penting untuk umat-Nya. Tentu saja, penting bagi setiap generasi untuk memahami dan menghormati momen ini agar nilai-nilai yang dibawa dapat diteruskan.
Acara peringatan seperti ini juga memberikan edukasi kepada generasi muda. Dengan mengajak mereka untuk terlibat dalam kegiatan keagamaan, diharapkan mereka semakin mencintai ajaran Islam. Kebangkitan spiritual inilah yang akan menjadi penopang moral bagi masyarakat di masa mendatang.
Peringatan Isra Mi’raj juga memberi peluang bagi para pemimpin dan tokoh masyarakat untuk meneguhkan komitmen mereka. Dengan menghadiri acara keagamaan, mereka menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab mereka terhadap masyarakat. Sikap ini penting untuk menciptakan suasana harmonis dan saling menghormati.
Menjaga Solidaritas di Tengah Masyarakat
Solidaritas sosial merupakan fondasi bagi kehidupan bermasyarakat yang sehat. Dalam konteks ini, PSI berusaha untuk memperkuat solidaritas tersebut melalui berbagai program dan kegiatan. Istigasah ini adalah salah satu contoh nyata dari upaya yang dilakukan.
Perhatian terhadap sesama yang berada dalam kesulitan menandakan kepedulian yang tulus. Doa doa yang dipanjatkan dalam istigasah menjadi harapan agar semua pihak dapat saling membantu dan melindungi satu sama lain. Ini adalah nilai-nilai yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
Dengan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, masyarakat juga diajarkan tentang pentingnya berbagi. Ini adalah bagian dari ajaran Islam yang mendorong individu untuk tidak hanya mementingkan diri sendiri, tetapi juga memperhatikan kebutuhan orang lain. Sehingga, solidaritas ini bisa terus terjaga dalam berbagai situasi.




