• Latest
  • Trending
  • All
IHSG Melemah 0,8 Persen di Akhir Sesi I ke Level 4.860

IHSG Melemah 0,8 Persen di Akhir Sesi I ke Level 4.860

November 4, 2026
Hentikan Jual-Beli Saham Sementara, Ada Apa di Supra Sekuritas?

Hentikan Jual-Beli Saham Sementara, Ada Apa di Supra Sekuritas?

November 4, 2026
Tiga Pati Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Polri Pastikan Solid

Tiga Pati Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Polri Pastikan Solid

November 4, 2026
Kasus Penyadapan Listyo Menurut Mahfud Lebih Jahat dari Sambo dan Teddy

Kasus Penyadapan Listyo Menurut Mahfud Lebih Jahat dari Sambo dan Teddy

November 4, 2026
Harga Dolar AS Tembus Rp18.200 di Bank Jual

Harga Dolar AS Tembus Rp18.200 di Bank Jual

November 4, 2026
4 Fitur Terbaru dalam Grup WhatsApp yang Paling Populer

4 Fitur Terbaru dalam Grup WhatsApp yang Paling Populer

November 4, 2026
Persaingan Ketat, Bunga Tinggi Simpanan di Bank Makin Banyak

Persaingan Ketat, Bunga Tinggi Simpanan di Bank Makin Banyak

November 4, 2026
Mantan Kapolri Listyo Sigit Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden

Mantan Kapolri Listyo Sigit Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal Presiden

November 4, 2026
Jawab Kebutuhan Investasi Masyarakat, Hadirnya Vantage Markets di Indonesia

Jawab Kebutuhan Investasi Masyarakat, Hadirnya Vantage Markets di Indonesia

November 4, 2026
Korupsi Pasar Ikan Modern Rp5,031 M Eks Wali Kota Sibolga Ditangkap

Korupsi Pasar Ikan Modern Rp5,031 M Eks Wali Kota Sibolga Ditangkap

November 4, 2026
OJK Paparkan Keadaan MNC Bank Setelah Isu Kebangkrutan Beredar

OJK Paparkan Keadaan MNC Bank Setelah Isu Kebangkrutan Beredar

November 4, 2026
Peluncuran Global Xiaomi 18 Pro November 2026 Siap Saingi Oppo Find X10 dan Vivo X500

Peluncuran Global Xiaomi 18 Pro November 2026 Siap Saingi Oppo Find X10 dan Vivo X500

November 4, 2026
IHSG Turun 2% Lebih, Ini Kondisi Bursa Saham Asia Saat Ini

IHSG Turun 2% Lebih, Ini Kondisi Bursa Saham Asia Saat Ini

November 3, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Wednesday, November 4, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Melemah 0,8 Persen di Akhir Sesi I ke Level 4.860

by Herz Wijaya
November 4, 2026
in Market
0
IHSG Melemah 0,8 Persen di Akhir Sesi I ke Level 4.860
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah situasi ketidakpastian yang melanda pasar global, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia mengalami penurunan signifikan pada penutupan perdagangan sesi I pada 4 November 2026. IHSG tercatat di level 4.860,94, menurun 43,35 poin atau 0,88% dibandingkan dengan posisi sebelumnya. Inspirasi dari berbagai pergeseran di sektor keuangan domestik dan internasional menjadi faktor yang mempengaruhi arah pergerakan indeks tersebut.

IHSG dibuka di angka 4.856,96 dan mengalami ketegangan di awal sesi dengan sentuhan terendah di angka 4.824,36. Meskipun sempat beranjak naik mencapai puncak 4.902,71, indeks kembali melambat dan berfluktuasi, mengakhiri sesi pagi di kisaran 4.850 hingga 4.870. Volume perdagangan juga tergolong aktif, dengan total transaksi mencapai 148,83 juta lot atau setara dengan nilai sekitar Rp5,36 triliun.

Di tengah situasi ini, tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia masih berlangsung, disebabkan oleh beberapa isu penting yang mengguncang sentimen investor saat ini. Dari ketidakpastian global hingga isu domestik yang mengemuka, pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap perkembangan yang terjadi, terutama pada sektor investasi.

Keberlanjutan pasar keuangan Indonesia bulan ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen penting yang perlu dicermati. Mulai dari perkembangan seputar pemilihan umum di Amerika Serikat, pergerakan harga minyak, hingga dinamika politik dalam negeri menjadi sorotan utama. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memperhatikan informasi terbaru yang dapat mempengaruhi keputusan investasi mereka.

Menyimak lebih dalam tentang sentimen yang mengganggu pasar, mari kita lihat beberapa isu krusial yang menjadi perhatian utama.

Isu Penyadapan yang Mengguncang Kepercayaan Investor

Salah satu isu paling signifikan yang mencuat akhir-akhir ini adalah kasus penyadapan yang melibatkan sosok Presiden Prabowo Subianto. Kasus ini menimbulkan gelombang kekhawatiran di kalangan investor, melibatkan isu keamanan dan stabilitas politik yang berpotensi mengganggu pasar investasi. Hal ini menjadi fokus perhatian yang tidak bisa diabaikan.

Badan Reserse Kriminal di Indonesia telah menetapkan tiga orang tersangka terkait dengan dugaan tindak pidana penyadapan ilegal dan penghapusan data elektronik. Penetapan tersangka itu diumumkan oleh Kepala Bareskrim Polri, yang menggambarkan tingkat seriusitas dari kasus ini. Ketidakpastian politik yang ditimbulkan bisa berdampak negatif pada kepercayaan pasar dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Ketiga tersangka yang ditangkap adalah beberapa perwira tinggi Polri, yang menunjukkan bahwa masalah ini merasuki struktur pemerintahan. Dampaknya, pasar dapat merasakan efek domino dari kekacauan ini, yang bisa terlihat dalam tidak stabilnya pergerakan IHSG dan sektor keuangan lainnya.

Pemilu Amerika Serikat yang Menjadi Sorotan Global

Di luar negeri, pemilu sela di Amerika Serikat pada 3 November 2026 menarik perhatian luas, dengan dampak yang bisa terasa di berbagai belahan dunia. Dengan hasil yang berpotensi merubah peta politik di AS, investor memantau ketat perolehan suara Partai Demokrat dan dampaknya terhadap kontrol Kongres. Kemenangan Partai Demokrat bisa menjadi sinyal perubahan yang signifikan dalam kebijakan AS.

Perebutan kursi dalam DPR AS sangat ketat, dan hasil pemilu ini akan menjadi indikator penting apakah Partai Republik masih bisa mempertahankan kuasanya. Investor menunggu hasil ini, karena potensi kebijakan yang dipilih oleh dapat mempengaruhi pasar global, termasuk Indonesia.

Dengan pemilu ini, pasar sangat rentan terhadap pergeseran sentimen yang bisa timbul dari hasil pemilihan, sehingga penting bagi pelaku pasar untuk terus memantau perkembangan politik yang berlangsung di AS.

Data Ketenagakerjaan AS dan Implikasinya

Lowongan pekerjaan di Amerika Serikat mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada bulan September 2026, dengan angka tercatat hingga 7,523 juta. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan di sektor ketenagakerjaan yang seharusnya memberikan angin segar bagi perekonomian AS. Kenaikan ini melampaui ekspektasi pasar yang hanya memprediksi 7,10 juta lowongan pekerjaan.

Peningkatan ini bukan hanya terjadi di satu sektor, melainkan menyebar ke berbagai bidang, seperti jasa profesional dan bisnis, yang bertambah 106.000 lowongan, serta sektor pemerintahan dan konstruksi. Data ini bisa jadi menjadi pertimbangan bagi investor untuk mengevaluasi risiko dan peluang di pasar finansial internasional.

Seiring pertumbuhan ekonomi yang berpotensi meningkat, dampaknya terhadap penguatan dolar AS bisa memberikan implikasi besar bagi mata uang dan pasar saham di dunia, termasuk Indonesia.

Stabilitas Keuangan Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memberikan penilaian bahwa stabilitas sistem keuangan Indonesia masih terjaga meskipun mengalami tekanan seiring meningkatnya ketidakpastian global. Ini merupakan sinyal positif bagi pelaku pasar, meskipun tantangan tetap ada. KSSK menyoroti perlunya koordinasi kebijakan untuk menjaga keteraturan pasar.

Peningkatan harga energi dan ketatnya likuiditas di pasar global turut menjadi penghambat pertumbuhan. Meski demikian, Indonesia membukukan realisasi pendapatan negara yang cukup baik, tumbuh 25,5% year-on-year hingga September 2026. Hal ini menjadi fondasi yang kuat bagi perekonomian nasional.

Investor asing juga menunjukkan minat di pasar obligasi, dengan catatan pembelian bersih sebesar Rp28,79 triliun. Ini memperkuat keyakinan bahwa meskipun ada gejolak, potensi pertumbuhan ekonomi masih ada. Kesigapan KSSK dalam mengambil langkah-langkah untuk memperkuat stabilitas diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi investor.

Menanti Data Neraca Perdagangan AS yang Penting

Dari pihak AS, data neraca perdagangan bulan September 2026 akan dirilis, dan ini diharapkan menjadi sorotan penting bagi investor. Dengan adanya defisit perdagangan yang melebar di bulan Agustus, perhatian kini berfokus pada apakah perkembangan ini berlanjut atau ada perbaikan. Defisit tersebut mencapai tingkat tertinggi sejak Maret 2025, menandakan perlunya evaluasi mendalam.

Dengan lonjakan impor yang signifikan, investor akan memantau dampaknya terhadap nilai dolar dan aktivitas perdagangan internasional. Data ini diharapkan memberikan gambaran yang lebih jelas bagi perlambatan ekonomi dan tekanan yang dihadapi oleh perekonomian AS.

Secara keseluruhan, perkembangan ini tentunya akan menjadi pertimbangan bagi para pelaku pasar dalam membuat keputusan investasi di masa yang akan datang.

Tags: AkhirIHSGLevelMelemahPersenSesi
Share196Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

June 18, 2026
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

June 7, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Hentikan Jual-Beli Saham Sementara, Ada Apa di Supra Sekuritas?

Hentikan Jual-Beli Saham Sementara, Ada Apa di Supra Sekuritas?

November 4, 2026
Tiga Pati Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Polri Pastikan Solid

Tiga Pati Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Polri Pastikan Solid

November 4, 2026
IHSG Melemah 0,8 Persen di Akhir Sesi I ke Level 4.860

IHSG Melemah 0,8 Persen di Akhir Sesi I ke Level 4.860

November 4, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In