• Latest
  • Trending
  • All
Gempuran AS terhadap Iran Dorong Harga Minyak Naik Menjadi US 96 Dolar

Gempuran AS terhadap Iran Dorong Harga Minyak Naik Menjadi US 96 Dolar

May 29, 2026
Biaya Haji 2027 Disepakati 9846 Juta Rupiah

Biaya Haji 2027 Disepakati 9846 Juta Rupiah

October 7, 2026
Struktur Biaya Haji 2027 dalam Infografis

Struktur Biaya Haji 2027 dalam Infografis

October 7, 2026
Potensi Besar Ekonomi Biru di RI dan Pentingnya Pembiayaan

Potensi Besar Ekonomi Biru di RI dan Pentingnya Pembiayaan

October 7, 2026
Penampakan Kawasan Kompleks Legislatif dan Yudikatif di IKN

Penampakan Kawasan Kompleks Legislatif dan Yudikatif di IKN

October 7, 2026
Strategi BUMN Menghadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

Strategi BUMN Menghadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik

October 7, 2026
Streaming Langsung Final ASEAN Cup 2026 di YouTube Capai 4,5 Juta Penonton

Streaming Langsung Final ASEAN Cup 2026 di YouTube Capai 4,5 Juta Penonton

October 7, 2026
Pemerintah Raup Rp10 T dari Lelang SBN Syariah yang Laris Manis

Pemerintah Raup Rp10 T dari Lelang SBN Syariah yang Laris Manis

October 7, 2026
Minta Menpora Hitung Tambahan Bonus Atlet Peraih Emas menurut Sugiono

Minta Menpora Hitung Tambahan Bonus Atlet Peraih Emas menurut Sugiono

October 7, 2026
Cadev RI Turun 200 Juta Dolar September 2026 Menjadi 146,3 Miliar Dolar

Cadev RI Turun 200 Juta Dolar September 2026 Menjadi 146,3 Miliar Dolar

October 7, 2026
Taklimat di Istana Prabowo Kumpulkan Delapan Ratus Perwira Tinggi TNI dan Polri

Taklimat di Istana Prabowo Kumpulkan Delapan Ratus Perwira Tinggi TNI dan Polri

October 7, 2026
Isu Dana Haji Akan Habis di 2027, Pihak BPKH Berikan Penjelasan

Isu Dana Haji Akan Habis di 2027, Pihak BPKH Berikan Penjelasan

October 7, 2026
Modus Deepfake dan Pembobolan Rekening Bank Lewat Rekayasa AI yang Perlu Diwaspadai

Modus Deepfake dan Pembobolan Rekening Bank Lewat Rekayasa AI yang Perlu Diwaspadai

October 7, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, October 8, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Gempuran AS terhadap Iran Dorong Harga Minyak Naik Menjadi US 96 Dolar

by Herz Wijaya
May 29, 2026
in Lifestyle
0
Gempuran AS terhadap Iran Dorong Harga Minyak Naik Menjadi US 96 Dolar
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan terbaru. Kenaikan ini dipicu oleh ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu kekhawatiran mengenai keamanan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.

Data perdagangan menunjukkan bahwa harga minyak Brent meningkat hampir 2%, mencapai level US$96,28 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mencatat kenaikan yang serupa, dengan harga mencapai US$90,75 per barel. Keadaan ini mencerminkan dampak langsung dari ketegangan geopolitik yang sedang terjadi.

Kabarnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah meluncurkan serangan terhadap pangkalan udara AS. Namun, informasi mengenai lokasi spesifik dari pangkalan yang diserang belum dipublikasikan. Langkah ini menambah ketidakpastian di pasar energi global.

Perkembangan Terkini Konflik AS dan Iran yang Memengaruhi Pasar Energi

Setelah serangan yang dilancarkan oleh IRGC, pihak militer AS juga merespons dengan serangan ke fasilitas militer Iran. Serangan tersebut diduga berkaitan dengan ancaman terhadap pasukan AS dan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Dalam situasi ini, pejabat AS mengklaim berhasil menembak jatuh beberapa drone Iran yang dianggap berpotensi mengganggu keamanan wilayah tersebut.

Walau harga minyak menunjukkan tren kenaikan, penting untuk diingat bahwa sejak pertengahan Mei 2026, harga minyak telah merosot lebih dari 10%. Penurunan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menunda serangan militer besar dan lebih memilih jalur diplomasi dengan Iran.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengungkapkan adanya kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran. Dia menekankan bahwa melalui diplomasi, harapan untuk meredakan ketegangan masih ada, dan negosiasi akan diberikan peluang maksimal agar berhasil. Keberhasilan atau kegagalan negosiasi ini tentu akan berpengaruh besar terhadap pasar energi.

Dinamika Gencatan Senjata yang Rentan dan Isu Selat Hormuz

Meskipun terdapat gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran, situasi di Selat Hormuz tetap tegang. Gencatan senjata tersebut disepakati pada bulan April lalu, namun situasi yang berkembang menunjukkan bahwa ketegangan masih mengancam stabilitas kawasan. Ada klaim dari pemerintah Iran bahwa mereka telah menyepakati draft nota kesepahaman dengan AS mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran di Hormuz.

Namun, Gedung Putih dengan tegas membantah laporan tersebut, menyebutnya sebagai rumor yang tidak berdasar. Dalam konteks ini, Trump menegaskan bahwa tidak ada pihak yang bisa menguasai Selat Hormuz. Persoalan ini menunjukkan kompleksitas situasi yang dihadapi oleh kedua negara.

Sementara itu, Amos Hochstein, mantan penasihat energi senior Presiden AS Joe Biden, menyatakan bahwa banyak pemimpin di Timur Tengah meyakini bahwa Iran telah memperkuat posisinya di Selat Hormuz. Persepsi ini menunjukkan adanya kekhawatiran yang mendalam mengenai kontrol Iran di jalur pelayaran internasional ini.

Reaksi Pasar terhadap Isu Harga Energi dan Inflasi Global

Citigroup menyampaikan pandangan bahwa pasar minyak mulai menunjukkan tanda-tanda stabilitas. Investor tampaknya mulai mengurangi kekhawatiran terkait skenario terburuk mengenai gangguan pasokan energi. Kondisi ini memberi sedikit harapan bagi pelaku pasar, meski ketidakpastian masih menyelimuti kesepakatan antara AS dan Iran.

Kenaikan harga minyak yang berkelanjutan dapat men-trigger dampak inflasi yang lebih luas. Hal ini memberikan tantangan tersendiri bagi bank sentral di berbagai negara, terutama dalam merumuskan kebijakan moneternya. Ketidakpastian mengenai waktu tercapainya kesepakatan masih menjadi perhatian utama bagi banyak pihak.

Dalam konteks ini, Citi memberikan peringatan bahwa jika tren kenaikan harga minyak terus berlanjut, maka bank sentral mungkin akan mengadopsi kebijakan moneter yang lebih ketat. Ini bisa berdampak luas tidak hanya di sektor energi, tetapi juga pada ekonomi global secara keseluruhan.

Tags: DolarDorongGempuranHargaIranMenjadiMinyakNaikTerhadap
Share197Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

June 18, 2026
Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

June 7, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Biaya Haji 2027 Disepakati 9846 Juta Rupiah

Biaya Haji 2027 Disepakati 9846 Juta Rupiah

October 7, 2026
Struktur Biaya Haji 2027 dalam Infografis

Struktur Biaya Haji 2027 dalam Infografis

October 7, 2026
Potensi Besar Ekonomi Biru di RI dan Pentingnya Pembiayaan

Potensi Besar Ekonomi Biru di RI dan Pentingnya Pembiayaan

October 7, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In