• Latest
  • Trending
  • All
Gempuran AS terhadap Iran Dorong Harga Minyak Naik Menjadi US 96 Dolar

Gempuran AS terhadap Iran Dorong Harga Minyak Naik Menjadi US 96 Dolar

May 29, 2026
Tak Lulus Kuliah, Orang Ini Malah Untung 1000 Persen di Saham Bioteknologi

Tak Lulus Kuliah, Orang Ini Malah Untung 1000 Persen di Saham Bioteknologi

June 11, 2026
Astra Siap Buyback Saham dengan Dana Rp8 Triliun

Astra Siap Buyback Saham dengan Dana Rp8 Triliun

June 11, 2026
Uji Coba One UI 9 di Tiga HP Samsung, Apa Saja?

Uji Coba One UI 9 di Tiga HP Samsung, Apa Saja?

June 11, 2026
Kejagung Sebut Sonjaya Terima Uang Dari Pengaturan Titik SPPG

Kejagung Sebut Sonjaya Terima Uang Dari Pengaturan Titik SPPG

June 11, 2026
Dua Pelaku Bully Bocah hingga Koma Minta Maaf, Ibu Korban Menolak Damai

Dua Pelaku Bully Bocah hingga Koma Minta Maaf, Ibu Korban Menolak Damai

June 11, 2026
Ganti Pimpinan, Ini Susunan Terbaru Pengurus PTBA

Ganti Pimpinan, Ini Susunan Terbaru Pengurus PTBA

June 11, 2026
Pertamax Naik Menjadi Rp 16250 per Liter, Kepala BP BUMN Berkomentar

Pertamax Naik Menjadi Rp 16250 per Liter, Kepala BP BUMN Berkomentar

June 11, 2026
Bank-Bank Saat Ini Dalam Kondisi Optimal

Bank-Bank Saat Ini Dalam Kondisi Optimal

June 11, 2026
Bali Jadi Tuan Rumah Forum Internet Dunia Gantikan Oman, Ini Alasannya

Bali Jadi Tuan Rumah Forum Internet Dunia Gantikan Oman, Ini Alasannya

June 11, 2026
Kesaksian Pria Surabaya soal Uang Rp1,2 M yang Hilang Akibat Terapis Spa

Kesaksian Pria Surabaya soal Uang Rp1,2 M yang Hilang Akibat Terapis Spa

June 11, 2026
Sampah Plastik Bertransformasi Menjadi Sekolah Tahan Gempa

Sampah Plastik Bertransformasi Menjadi Sekolah Tahan Gempa

June 11, 2026
Proyek Hilirisasi Nikel dan Mobil Listrik Antam Siap Terlibat

Proyek Hilirisasi Nikel dan Mobil Listrik Antam Siap Terlibat

June 11, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, June 12, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Gempuran AS terhadap Iran Dorong Harga Minyak Naik Menjadi US 96 Dolar

by Herz Wijaya
May 29, 2026
in Lifestyle
0
Gempuran AS terhadap Iran Dorong Harga Minyak Naik Menjadi US 96 Dolar
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Harga minyak dunia mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan terbaru. Kenaikan ini dipicu oleh ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu kekhawatiran mengenai keamanan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.

Data perdagangan menunjukkan bahwa harga minyak Brent meningkat hampir 2%, mencapai level US$96,28 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mencatat kenaikan yang serupa, dengan harga mencapai US$90,75 per barel. Keadaan ini mencerminkan dampak langsung dari ketegangan geopolitik yang sedang terjadi.

Kabarnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah meluncurkan serangan terhadap pangkalan udara AS. Namun, informasi mengenai lokasi spesifik dari pangkalan yang diserang belum dipublikasikan. Langkah ini menambah ketidakpastian di pasar energi global.

Perkembangan Terkini Konflik AS dan Iran yang Memengaruhi Pasar Energi

Setelah serangan yang dilancarkan oleh IRGC, pihak militer AS juga merespons dengan serangan ke fasilitas militer Iran. Serangan tersebut diduga berkaitan dengan ancaman terhadap pasukan AS dan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Dalam situasi ini, pejabat AS mengklaim berhasil menembak jatuh beberapa drone Iran yang dianggap berpotensi mengganggu keamanan wilayah tersebut.

Walau harga minyak menunjukkan tren kenaikan, penting untuk diingat bahwa sejak pertengahan Mei 2026, harga minyak telah merosot lebih dari 10%. Penurunan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menunda serangan militer besar dan lebih memilih jalur diplomasi dengan Iran.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengungkapkan adanya kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran. Dia menekankan bahwa melalui diplomasi, harapan untuk meredakan ketegangan masih ada, dan negosiasi akan diberikan peluang maksimal agar berhasil. Keberhasilan atau kegagalan negosiasi ini tentu akan berpengaruh besar terhadap pasar energi.

Dinamika Gencatan Senjata yang Rentan dan Isu Selat Hormuz

Meskipun terdapat gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran, situasi di Selat Hormuz tetap tegang. Gencatan senjata tersebut disepakati pada bulan April lalu, namun situasi yang berkembang menunjukkan bahwa ketegangan masih mengancam stabilitas kawasan. Ada klaim dari pemerintah Iran bahwa mereka telah menyepakati draft nota kesepahaman dengan AS mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran di Hormuz.

Namun, Gedung Putih dengan tegas membantah laporan tersebut, menyebutnya sebagai rumor yang tidak berdasar. Dalam konteks ini, Trump menegaskan bahwa tidak ada pihak yang bisa menguasai Selat Hormuz. Persoalan ini menunjukkan kompleksitas situasi yang dihadapi oleh kedua negara.

Sementara itu, Amos Hochstein, mantan penasihat energi senior Presiden AS Joe Biden, menyatakan bahwa banyak pemimpin di Timur Tengah meyakini bahwa Iran telah memperkuat posisinya di Selat Hormuz. Persepsi ini menunjukkan adanya kekhawatiran yang mendalam mengenai kontrol Iran di jalur pelayaran internasional ini.

Reaksi Pasar terhadap Isu Harga Energi dan Inflasi Global

Citigroup menyampaikan pandangan bahwa pasar minyak mulai menunjukkan tanda-tanda stabilitas. Investor tampaknya mulai mengurangi kekhawatiran terkait skenario terburuk mengenai gangguan pasokan energi. Kondisi ini memberi sedikit harapan bagi pelaku pasar, meski ketidakpastian masih menyelimuti kesepakatan antara AS dan Iran.

Kenaikan harga minyak yang berkelanjutan dapat men-trigger dampak inflasi yang lebih luas. Hal ini memberikan tantangan tersendiri bagi bank sentral di berbagai negara, terutama dalam merumuskan kebijakan moneternya. Ketidakpastian mengenai waktu tercapainya kesepakatan masih menjadi perhatian utama bagi banyak pihak.

Dalam konteks ini, Citi memberikan peringatan bahwa jika tren kenaikan harga minyak terus berlanjut, maka bank sentral mungkin akan mengadopsi kebijakan moneter yang lebih ketat. Ini bisa berdampak luas tidak hanya di sektor energi, tetapi juga pada ekonomi global secara keseluruhan.

Tags: DolarDorongGempuranHargaIranMenjadiMinyakNaikTerhadap
Share196Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rekomendasi KPID Jabar untuk Revisi UU Penyiaran dan Filterisasi Konten Digital

Rekomendasi KPID Jabar untuk Revisi UU Penyiaran dan Filterisasi Konten Digital

May 13, 2026
OJK Rencanakan Tokenisasi Aset Nyata untuk Hadirkan Kripto Halal di Indonesia

OJK Rencanakan Tokenisasi Aset Nyata untuk Hadirkan Kripto Halal di Indonesia

May 23, 2026
Laba Sebelum Pajak Maybank Indonesia Mencapai Rp397 M

Laba Sebelum Pajak Maybank Indonesia Mencapai Rp397 M

May 30, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Tak Lulus Kuliah, Orang Ini Malah Untung 1000 Persen di Saham Bioteknologi

Tak Lulus Kuliah, Orang Ini Malah Untung 1000 Persen di Saham Bioteknologi

June 11, 2026
Astra Siap Buyback Saham dengan Dana Rp8 Triliun

Astra Siap Buyback Saham dengan Dana Rp8 Triliun

June 11, 2026
Uji Coba One UI 9 di Tiga HP Samsung, Apa Saja?

Uji Coba One UI 9 di Tiga HP Samsung, Apa Saja?

June 11, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In