• Latest
  • Trending
  • All
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Suara Keadilan untuk Korban Masih Bergema

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Suara Keadilan untuk Korban Masih Bergema

October 2, 2026
Waspadai Penipuan SMS Mengatasnamakan Bank dengan Nama BTS Palsu

Waspadai Penipuan SMS Mengatasnamakan Bank dengan Nama BTS Palsu

October 2, 2026
Update Penggabungan BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Terintegrasi

Update Penggabungan BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Terintegrasi

October 2, 2026
Kasus ISPA di Jatim Tembus 200 Ribu Dikepung Karhutla dan Musim Kemarau

Kasus ISPA di Jatim Tembus 200 Ribu Dikepung Karhutla dan Musim Kemarau

October 2, 2026
Geo Dipa Siap Menjadi Instrumen Fiskal untuk Ekonomi Berkelanjutan

Geo Dipa Siap Menjadi Instrumen Fiskal untuk Ekonomi Berkelanjutan

October 2, 2026
Bentuk AI SIRT untuk Mencegah Penyalahgunaan Kecerdasan Buatan oleh PANDI

Bentuk AI SIRT untuk Mencegah Penyalahgunaan Kecerdasan Buatan oleh PANDI

October 2, 2026
ADB Salurkan Rp11,66 Triliun untuk Mendukung Likuiditas Pasar Keuangan Indonesia

ADB Salurkan Rp11,66 Triliun untuk Mendukung Likuiditas Pasar Keuangan Indonesia

October 2, 2026
Sertijab Kapolri Suyudi Ario Seto Dilaksanakan Hari Ini Siang

Sertijab Kapolri Suyudi Ario Seto Dilaksanakan Hari Ini Siang

October 2, 2026
Jual Anak JPFA di India dan Vietnam Senilai Rp1,8 Triliun, Ini Siapa Pembelinya

Jual Anak JPFA di India dan Vietnam Senilai Rp1,8 Triliun, Ini Siapa Pembelinya

October 2, 2026
Dua Petinggi Borong Saham Melalui Program MESOP

Dua Petinggi Borong Saham Melalui Program MESOP

October 2, 2026
Fitur Jangan Ganggu Kurang Efektif untuk Tidur Nyenyak? Coba Cara Ini

Fitur Jangan Ganggu Kurang Efektif untuk Tidur Nyenyak? Coba Cara Ini

October 2, 2026
Hari Pertama Short Selling, Tercatat 50 Investor Berpartisipasi

Hari Pertama Short Selling, Tercatat 50 Investor Berpartisipasi

October 1, 2026
DPRD Depok Ungkap Temuan di Puskesmas Tapos Setelah Insiden Ibu Hamil

DPRD Depok Ungkap Temuan di Puskesmas Tapos Setelah Insiden Ibu Hamil

October 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Saturday, October 3, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Suara Keadilan untuk Korban Masih Bergema

by Herz Wijaya
October 2, 2026
in Ekonomi
0
Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Suara Keadilan untuk Korban Masih Bergema
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tragedi Kanjuruhan yang merenggut nyawa 135 orang telah meninggalkan jejak duka yang mendalam bagi semua yang terlibat. Peristiwa kelam ini terjadi usai pertandingan sepak bola yang digelar di Malang, Jawa Timur, pada 1 Oktober 2022.Kini, empat tahun berlalu, masyarakat tergugah untuk mengingat kembali insiden dan perjuangan untuk mendapatkan keadilan bagi korban serta keluarga yang ditinggalkan.

Peringatan dua bagian peristiwa ini dilakukan oleh masyarakat sipil beserta Aremania, yang secara bersama-sama menggelar acara di depan Balai Kota Malang. Mereka berjuang mengingatkan publik agar tidak melupakan pencarian keadilan, sementara suporter tim nasional Indonesia memilih melakukan hening cipta di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta saat tim Garuda melawan tim dari Bangladesh.

Tampaknya, keadilan yang diharapkan oleh para korban dan keluarga belum sepenuhnya terwujud. Meski satu tersangka telah ditetapkan, proses hukum yang tidak jelas membuat rasa keadilan semakin kabur bagi masyarakat yang terdampak. Seorang mantan direktur utama PT Liga Indonesia Baru ditetapkan sebagai tersangka, tetapi belakangan dibebaskan tanpa diadili, menciptakan tanda tanya di benak banyak orang.

Reaksi Masyarakat Terhadap Peringatan Tragedi Kanjuruhan

Dalam memperingati insiden yang menyedihkan tersebut, perwakilan dari kelompok suporter menyampaikan harapan agar pemerintah tidak mengabaikan perjuangan untuk mendapatkan keadilan. “Tragedi yang jelas di depan mata tidak mudah untuk dilupakan. Saya berharap pemerintah tidak acuh terhadap masalah ini,” ungkap salah satu perwakilan suporter.

Ia juga menyoroti bahwa hukuman bagi para terdakwa terkesan sangat ringan jika dibandingkan dengan besarnya jumlah korban yang jatuh. Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan betapa tidak adilnya sistem hukum saat ini.

Bagi mereka yang kehilangan keluarga dan teman-teman di Kanjuruhan, setiap detail dari peristiwa tersebut mengingatkan mereka akan kesedihan mendalam yang belum sirna. Panggilan untuk mendapatkan keadilan terus menggaung hingga kini, diiringi harapan agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan.

Keterlibatan Pihak Berwenang Dalam Insiden Kanjuruhan

Dalam proses hukum yang berlangsung, enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk tiga orang berasal dari aparat kepolisian. Ketidakpuasan di antara masyarakat muncul karena vonis yang dijatuhkan terasa tidak sinkron dengan jumlah korban yang mengalami kehilangan.

Selama persidangan, pihak Majelis Hakim menyoroti pengabaian keselamatan oleh PT Liga Indonesia Baru yang telah menerima kontrak untuk menjalankan pertandingan tersebut. Keputusan untuk mengabaikan permintaan untuk memajukan jadwal demi alasan keamanan dianggap fatal dan berkontribusi pada munculnya tragedi tersebut.

Walaupun ada upaya untuk menyampaikan permintaan agar jam pertandingan berubah demi keamanan, alasan komersial menjadi faktor penghalang yang sangat kuat. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepentingan bisnis sering kali mengalahkan keselamatan umum.

Tindakan Penegakan Hukum dan Aduan Berlanjut

Hasil persidangan hingga saat ini belum sepenuhnya mampu memberikan kejelasan bagi masyarakat. Penyelesaian kasus yang mengaitkan mantan Direktur Utama PT LIB, yang saat ini tidak terlibat di dalam proses hukum lebih lanjut, membuat banyak pihak merasa frustrasi.

Keputusan untuk membebaskan Hadian Lukita, mantan Dirut PT LIB, dikritik sebagai tindakan yang sangat merugikan. Belum ada penjelasan memadai dari pihak berwenang mengenai langkah-langkah selanjutnya terkait masalah ini.

Oleh karena itu, seruan untuk mempertanggungjawabkan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan masih terus bergema di telinga masyarakat. Banyak yang bertanya-tanya kapan keadilan betul-betul bisa diwujudkan.

Tags: BergemaEmpatKanjuruhanKeadilanKorbanMasihSuaraTahunTragediuntuk
Share196Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

June 18, 2026
Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

June 7, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Waspadai Penipuan SMS Mengatasnamakan Bank dengan Nama BTS Palsu

Waspadai Penipuan SMS Mengatasnamakan Bank dengan Nama BTS Palsu

October 2, 2026
Update Penggabungan BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Terintegrasi

Update Penggabungan BUMN Karya, Perusahaan Ini Lebih Dulu Terintegrasi

October 2, 2026
Kasus ISPA di Jatim Tembus 200 Ribu Dikepung Karhutla dan Musim Kemarau

Kasus ISPA di Jatim Tembus 200 Ribu Dikepung Karhutla dan Musim Kemarau

October 2, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In