• Latest
  • Trending
  • All
Penjaga Warung Kelontong Petojo Kini Jadi Kaya Punya 23000 Toko

Dulu Penjaga Warung di Petojo Kini Jadi Konglomerat dengan 23000 Toko

September 27, 2026
IHSG Naik Turun, Pesan untuk Investor dari OJK

IHSG Naik Turun, Pesan untuk Investor dari OJK

October 14, 2026
Rekam Jejak Kebakaran Hutan dan Lahan Selama Enam Tahun Terakhir

Rekam Jejak Kebakaran Hutan dan Lahan Selama Enam Tahun Terakhir

October 14, 2026
OJK Peringatkan Investor Terhadap Penipuan Saham Menggunakan Deepfake dan AI

OJK Peringatkan Investor Terhadap Penipuan Saham Menggunakan Deepfake dan AI

October 14, 2026
RDP DPRD Sumut Terkait Kematian Winda Lorenza Kapolrestabes Tidak Hadir

RDP DPRD Sumut Terkait Kematian Winda Lorenza Kapolrestabes Tidak Hadir

October 14, 2026
Peringatan ASPI QRIS: Transaksi Judi Akan Diblokir

Peringatan ASPI QRIS: Transaksi Judi Akan Diblokir

October 14, 2026
Cara Efektif Menghemat Data Internet di iPhone agar Tidak Boros

Cara Efektif Menghemat Data Internet di iPhone agar Tidak Boros

October 14, 2026
Indeks Dolar AS Melemah, Rupiah dan IHSG Sama-sama Menguat

Indeks Dolar AS Melemah, Rupiah dan IHSG Sama-sama Menguat

October 14, 2026
Update Hotspot Kebakaran Hutan Tertinggi di Kalimantan Tengah

Update Hotspot Kebakaran Hutan Tertinggi di Kalimantan Tengah

October 14, 2026
Pemegang Saham Pengendali Lepas 402,48 Juta Saham VICI

Pemegang Saham Pengendali Lepas 402,48 Juta Saham VICI

October 14, 2026
Respons Meutya Hafid Setelah Raline Shah Mundur dari Stafsus Menkominfo

Respons Meutya Hafid Setelah Raline Shah Mundur dari Stafsus Menkominfo

October 14, 2026
MSCI Jadi Ancaman IHSG Anjlok 31 Persen Rp5.548 Triliun Hilang

MSCI Jadi Ancaman IHSG Anjlok 31 Persen Rp5.548 Triliun Hilang

October 14, 2026
Jaringan di Batam Pulih 95 Persen Setelah Blackout Selama 15 Jam

Jaringan di Batam Pulih 95 Persen Setelah Blackout Selama 15 Jam

October 14, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, October 15, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Dulu Penjaga Warung di Petojo Kini Jadi Konglomerat dengan 23000 Toko

by Herz Wijaya
September 27, 2026
in Lifestyle
0
Penjaga Warung Kelontong Petojo Kini Jadi Kaya Punya 23000 Toko
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perjalanan sukses Djoko Susanto dalam membangun jaringan ritel modern di Indonesia bukanlah hal yang terjadi dalam semalam. Dari seorang anak yang membantu ibunya di warung kecil, ia mengubah nasibnya menjadi seorang taipan ritel yang memiliki lebih dari 23.000 gerai di seluruh penjuru nusantara.

Melalui perjuangan dan dedikasi, ia mampu mengatasi berbagai tantangan dan mengubah visinya menjadi kenyataan. Kisah hidupnya adalah contoh bagaimana ketekunan dan inovasi dapat membawa seseorang mencapai puncak kesuksesan.

Djoko Susanto, yang lahir dengan nama Kwok Kwie Fo, tumbuh di kawasan Petojo, Jakarta Pusat. Sejak kecil, ia sudah terjun ke dunia perdagangan dengan membantu mengelola warung kelontong sederhana milik ibunya.

Pekerjaan tersebut menjadi fondasi awal dalam memahami bisnis dan dapat diibaratkan sebagai batu loncatan yang membantunya menjelajahi dunia ritel yang lebih besar. Dengan pengalaman yang didapat, ia kemudian mantap untuk menggeluti bidang ini dengan lebih serius.

Mengawali Perjalanan dari Toko Sumber Bahagia

Dari Toko Sumber Bahagia, Djoko mempelajari berbagai aspek penting dalam berbisnis. Ia mulai dari pelayanan pelanggan hingga pengelolaan stok barang, sebuah proses yang membentuk karakternya sebagai seorang pebisnis yang handal.

Toko kecil ini menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari sembako sampai rokok. Seiring waktu, fokusnya mulai beralih, dan Djoko memutuskan untuk mendalami pasar rokok dengan menggandeng produsen besar.

Kerja samanya dengan Gudang Garam menghasilkan keuntungan signifikan. Pada tahun 1987, ia sudah berhasil mengelola 15 toko grosir dan diakui sebagai penjual rokok terbesar untuk produk Gudang Garam, yang menandai kesuksesannya di industri ini.

Pertemuan Bersejarah dengan Putera Sampoerna

Pada akhir tahun 1986, Djoko dipertemukan dengan Putera Sampoerna, yang mengubah arah hidupnya dengan drastis. Pertemuan ini memberikan kesempatan langka bagi Djoko untuk menjadi direktur penjualan di PT HM Sampoerna, yang saat itu merupakan perusahaan rokok besar di Indonesia.

Berkat kemampuannya dalam memasarkan produk tembakau, Djoko berhasil membawa Sampoerna meraih posisi kedua di pasar setelah Gudang Garam. Ia diakui sebagai sosok penting dalam menumbuhkan bisnis rokok di Indonesia.

Selanjutnya, Djoko ikut mengembangkan merek Sampoerna A Mild yang menjadi legenda di pasaran. Pada tahun yang sama, ia mendirikan PT Alfa Retailindo dan mengubah sebuah gudang menjadi pusat grosir yang lebih modern, mengawali langkah baru dalam karirnya.

Dari Gudang Rabat ke Alfa Minimart

Kami ketahui, Toko Gudang Rabat berkembang pesat dari sekedar distributor rokok menjadi minimarket modern. Memasuki tahun 1990-an, toko ini sudah memiliki 32 gerai dan bersaing ketat dengan jaringan lainnya.

Pada tahun 1999, Djoko mendeklarasikan transformasi bisnis dengan mengubah Toko Gudang Rabat menjadi Alfa Minimart. Gerai pertamanya dibuka di Tangerang dengan konsep yang menyasar kebutuhan sehari-hari masyarakat secara lebih praktis.

Respon positif dari masyarakat atas konsep ini mendorong ekspansi lebih besar lagi, dan pada Januari 2000, Alfamart resmi go public dengan nilai kapitalisasi pasar yang signifikan. Langkah ini menjadi titik balik yang memungkinkan ekspansi lebih agresif ke depan.

Kemajuan dan Nepotisme dalam Bisnis Alfamart

Pada 2003, nama Alfa Minimart diubah menjadi Alfamart secara resmi, sebagai bagian dari strategi bisnis yang lebih luas. Kepercayaan dan modal dari mitra seperti Putera Sampoerna semakin memperkuat fondasi perusahaan.

Strategi ekspansi yang terencana dan berkelanjutan memungkinkan Alfamart tumbuh pesat dalam waktu singkat. Sekarang, jaringan ini telah beroperasi lebih dari 23.000 gerai di Indonesia dan terus menambah jumlahnya.

Di bawah grup Alfamart, mereka juga mengelola anak perusahaan seperti Alfamidi dan Lawson, yang memiliki spesialisasi masing-masing. Dengan cara ini, mereka semakin memantapkan posisi di pasar ritel yang kompetitif.

Tags: denganDuluJadiKiniKonglomeratPenjagaPetojoTokoWarung
Share197Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

June 18, 2026
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

June 7, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
IHSG Naik Turun, Pesan untuk Investor dari OJK

IHSG Naik Turun, Pesan untuk Investor dari OJK

October 14, 2026
Rekam Jejak Kebakaran Hutan dan Lahan Selama Enam Tahun Terakhir

Rekam Jejak Kebakaran Hutan dan Lahan Selama Enam Tahun Terakhir

October 14, 2026
OJK Peringatkan Investor Terhadap Penipuan Saham Menggunakan Deepfake dan AI

OJK Peringatkan Investor Terhadap Penipuan Saham Menggunakan Deepfake dan AI

October 14, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In