• Latest
  • Trending
  • All
Dari Jual Kembang Api Menjadi Raja Rokok di Indonesia

Dari Jual Kembang Api Menjadi Raja Rokok di Indonesia

May 17, 2026
Dolar Hanya Rp6.550 di Masa Presiden Habibie, Apa Penyebabnya?

Dolar Hanya Rp6.550 di Masa Presiden Habibie, Apa Penyebabnya?

October 4, 2026
Arahan Prabowo kepada Kepala Bakom Syahganda Nainggolan

Arahan Prabowo kepada Kepala Bakom Syahganda Nainggolan

October 4, 2026
Produksi 1 Juta Unit, Produsen AC Kembangkan Konten Lokal di Indonesia

Produksi 1 Juta Unit, Produsen AC Kembangkan Konten Lokal di Indonesia

October 4, 2026
Prabowo Temui Pimpinan Baru Bakom di Hambalang Hari Ini

Prabowo Temui Pimpinan Baru Bakom di Hambalang Hari Ini

October 4, 2026
Mengapa Tuyul Tidak Mencuri Uang di Bank? Ahli Berikan Penjelasan Menarik

Mengapa Tuyul Tidak Mencuri Uang di Bank? Ahli Berikan Penjelasan Menarik

October 4, 2026
Tips Membuat Fitur Anti-Intip di iPhone iOS 27 yang Mudah dan Cepat

Tips Membuat Fitur Anti-Intip di iPhone iOS 27 yang Mudah dan Cepat

October 4, 2026
Kisah Hancurnya Kerajaan Bisnis Setelah Sukses 3 Dekade

Kisah Hancurnya Kerajaan Bisnis Setelah Sukses 3 Dekade

October 4, 2026
Balita Sakit Setelah Makan Roti, Ibu Kini Dilaporkan Ke Pihak Berwajib

Balita Sakit Setelah Makan Roti, Ibu Kini Dilaporkan Ke Pihak Berwajib

October 4, 2026
Contek Ringgit dan SGD, Tugas Indonesia Perkuat Daya Saing Rupiah

Contek Ringgit dan SGD, Tugas Indonesia Perkuat Daya Saing Rupiah

October 4, 2026
Rumah Warga dan Sekolah Hancur Akibat Gempa M6,1 di Sumba

Rumah Warga dan Sekolah Hancur Akibat Gempa M6,1 di Sumba

October 4, 2026
Perusahaan Makin Sepi IPO di Pasar Modal RI, Simak Penyebabnya

Perusahaan Makin Sepi IPO di Pasar Modal RI, Simak Penyebabnya

October 4, 2026
Puncak Klasemen dan Gengsi Pertandingan El Clasico

Puncak Klasemen dan Gengsi Pertandingan El Clasico

October 4, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 5, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Finansial

Dari Jual Kembang Api Menjadi Raja Rokok di Indonesia

by Herz Wijaya
May 17, 2026
in Finansial
0
Dari Jual Kembang Api Menjadi Raja Rokok di Indonesia
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oei Wie Gwan merupakan sosok penting dalam sejarah industri rokok di Indonesia, terutama melalui perusahaan Djarum yang ia dirikan. Perjalanan hidupnya menghadapi banyak tantangan, mulai dari bisnis kembang api hingga menciptakan merk rokok yang dikenal luas di seluruh penjuru negeri.

Awalnya, Oei memulai kariernya dengan menjual produk kembang api yang dikenal dengan cap Leo. Dikenal sebagai pengusaha yang gigih, ia mampu menembus pasar internasional bahkan saat itu, mengingat kembang api pada masa tersebut sudah diekspor ke negeri-negeri lain.

Namun, risiko yang dihadapi dalam bisnis kembang api sangat tinggi. Pada tahun 1938, sebuah ledakan tragis terjadi di pabriknya yang berlokasi di Rembang, menyebabkan banyak korban jiwa, otorisasi bisnisnya pun menjadi terguncang. Hal ini membuat Oei memikirkan kembali langkahnya dalam berbisnis.

Peralihan ke Bisnis Rokok Kretek yang Menjanjikan

Setelah perang antara Indonesia dan Belanda mereda, Oei Wie Gwan memutuskan untuk beralih ke industri rokok. Ia melihat potensi besar dalam pasar kretek yang mulai berkembang saat itu. Dengan semangat baru, ia membeli pabrik rokok kecil di Kudus pada tahun 1951.

Pabrik tersebut awalnya bernama Djarum Gramophon, namun kemudian disingkat menjadi Djarum. Oei memulai usaha ini dengan penuh keyakinan, berusaha keras agar produknya diterima oleh masyarakat dan bisa bersaing di pasar yang mulai ramai.

Tentu saja, perjalanan bisnis tersebut tidak selalu mulus. Pada tahun 1963, pabrik rokoknya mengalami kebakaran hebat yang hampir merusak seluruh fasilitas. Musibah ini menjadi salah satu tantangan terberat dalam hidupnya, namun tiada tanda-tanda Oei untuk menyerah.

Penerus Tangan Djarum dan Inovasi yang Berlanjut

Setelah meninggalnya Oei Wie Gwan, anak-anaknya, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, mengambil alih manajemen Djarum. Mereka tidak hanya melanjutkan warisan ayahnya, tetapi juga berusaha melakukan inovasi untuk membawa Djarum ke level yang lebih tinggi.

Kedua putra tersebut bekerja keras untuk memulihkan perusahaan dan memperkenalkan produk-produk baru ke pasaran. Mereka mendirikan divisi penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi rokok Djarum yang telah ada.

Sejak tahun 1976, perusahaan mulai memperkenalkan produk kretek filter, dan pada tahun 1981 meluncurkan Djarum Super. Merek tersebut menjadi salah satu yang paling diminati di pasar dan masih eksis hingga saat ini, menjadi simbol kesuksesan yang berkelanjutan.

Djarum dan Dampaknya Terhadap Dunia Olahraga Indonesia

Djarum bukan hanya berkontribusi dalam industri rokok, tetapi juga memberikan dampak besar di dunia olahraga, khususnya bulutangkis. Di masa kedua putra Oei Wie Gwan memimpin, Kudus dikenal sebagai pusat olahraga bulutangkis berkat upaya Djarum.

Dari situ, PB Djarum didirikan untuk mendukung pengembangan atlet-atlet muda untuk berprestasi di kancah nasional maupun internasional. Bantuan yang diberikan oleh perusahaan membawa banyak atlet menjadi juara, sehingga membuat nama Kudus semakin melambung.

Dengan berkembangnya bisnis rokok dan komitmen dalam dunia olahraga, anak-anak Oei Wie Gwan berhasil menciptakan citra positif bagi Djarum. Hal ini menjadikan Djarum tidak hanya sekadar perusahaan rokok, tetapi juga menjadi bagian integral dalam budaya olahraga Indonesia.

Jalan Menjadi Konglomerat Terbesar di Indonesia

Bisnis rokok yang ditangani oleh Michael dan Robert membawa keduanya menjadi salah satu tokoh terkemuka dalam dunia bisnis Indonesia. Dari usaha rokok, mereka merambah ke berbagai sektor, termasuk elektronik, perkebunan, pusat perbelanjaan, dan perbankan.

Nama Polytron menjadi salah satu pencapaian besar mereka di sektor elektronik. Di sektor perkebunan, mereka juga mengembangkan HPI Argo yang memberi kontribusi bagi perekonomian lokal. Investasi di sektor lain, seperti e-commerce dan seni pebisnis daring, semakin memperkuat posisi mereka di pasar.

Bank Central Asia (BCA), sebagai salah satu bank terkemuka di Indonesia, tidak terlepas dari peran mereka. Administrasi dan strategi bisnis yang cermat memungkinkan kedua bersaudara ini untuk membangun jaringan yang luas dan meningkatkan kestabilan finansial perusahaan.

Tidak hanya menciptakan kekayaan, tetapi juga menjalin relasi bisnis yang kuat dengan berbagai pihak. Dalam hal ini, Oei Wie Gwan dan keluarga membawa warisan yang tidak hanya terpatri dalam sejarah industri rokok, tetapi juga membentuk masa depan perekonomian Indonesia.

Tags: ApidariIndonesiaJualKembangMenjadiRajaRokok
Share197Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

June 18, 2026
Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

June 7, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Dolar Hanya Rp6.550 di Masa Presiden Habibie, Apa Penyebabnya?

Dolar Hanya Rp6.550 di Masa Presiden Habibie, Apa Penyebabnya?

October 4, 2026
Arahan Prabowo kepada Kepala Bakom Syahganda Nainggolan

Arahan Prabowo kepada Kepala Bakom Syahganda Nainggolan

October 4, 2026
Produksi 1 Juta Unit, Produsen AC Kembangkan Konten Lokal di Indonesia

Produksi 1 Juta Unit, Produsen AC Kembangkan Konten Lokal di Indonesia

October 4, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In