• Latest
  • Trending
  • All
Kisah Hancurnya Kerajaan Bisnis Setelah Sukses 3 Dekade

Kisah Hancurnya Kerajaan Bisnis Setelah Sukses 3 Dekade

October 4, 2026
Dolar Hanya Rp6.550 di Masa Presiden Habibie, Apa Penyebabnya?

Dolar Hanya Rp6.550 di Masa Presiden Habibie, Apa Penyebabnya?

October 4, 2026
Arahan Prabowo kepada Kepala Bakom Syahganda Nainggolan

Arahan Prabowo kepada Kepala Bakom Syahganda Nainggolan

October 4, 2026
Produksi 1 Juta Unit, Produsen AC Kembangkan Konten Lokal di Indonesia

Produksi 1 Juta Unit, Produsen AC Kembangkan Konten Lokal di Indonesia

October 4, 2026
Prabowo Temui Pimpinan Baru Bakom di Hambalang Hari Ini

Prabowo Temui Pimpinan Baru Bakom di Hambalang Hari Ini

October 4, 2026
Mengapa Tuyul Tidak Mencuri Uang di Bank? Ahli Berikan Penjelasan Menarik

Mengapa Tuyul Tidak Mencuri Uang di Bank? Ahli Berikan Penjelasan Menarik

October 4, 2026
Tips Membuat Fitur Anti-Intip di iPhone iOS 27 yang Mudah dan Cepat

Tips Membuat Fitur Anti-Intip di iPhone iOS 27 yang Mudah dan Cepat

October 4, 2026
Balita Sakit Setelah Makan Roti, Ibu Kini Dilaporkan Ke Pihak Berwajib

Balita Sakit Setelah Makan Roti, Ibu Kini Dilaporkan Ke Pihak Berwajib

October 4, 2026
Contek Ringgit dan SGD, Tugas Indonesia Perkuat Daya Saing Rupiah

Contek Ringgit dan SGD, Tugas Indonesia Perkuat Daya Saing Rupiah

October 4, 2026
Rumah Warga dan Sekolah Hancur Akibat Gempa M6,1 di Sumba

Rumah Warga dan Sekolah Hancur Akibat Gempa M6,1 di Sumba

October 4, 2026
Perusahaan Makin Sepi IPO di Pasar Modal RI, Simak Penyebabnya

Perusahaan Makin Sepi IPO di Pasar Modal RI, Simak Penyebabnya

October 4, 2026
Puncak Klasemen dan Gengsi Pertandingan El Clasico

Puncak Klasemen dan Gengsi Pertandingan El Clasico

October 4, 2026
5 Ciri Utama Warga Kelas Bawah yang Mungkin Ada di Dirimu

5 Ciri Utama Warga Kelas Bawah yang Mungkin Ada di Dirimu

October 3, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 5, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Kisah Hancurnya Kerajaan Bisnis Setelah Sukses 3 Dekade

by Herz Wijaya
October 4, 2026
in Lifestyle
0
Kisah Hancurnya Kerajaan Bisnis Setelah Sukses 3 Dekade
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Nama Sudono Salim, juga dikenal sebagai Liem Sioe Liong, merupakan salah satu tokoh sentral dalam sejarah bisnis Indonesia. Perjalanannya dalam mengembangkan kerajaan usaha menjadikannya simbol kekuatan ekonomi yang mengesankan dan mengilhami banyak orang. Salim mulai merintis bisnis pada masa-masa awal Indonesia, ketika kesempatan dan tantangan menghampar di hadapannya.

Karena keahliannya dalam berhubungan dengan pihak tersebut, Salim berhasil membangun koneksi berharga. Hubungannya yang erat dengan Presiden Soeharto menjadi salah satu faktor penting dalam kesuksesannya, yang membawa dampak besar bagi banyak sektor industri di Indonesia.

Keterlibatan Salim dalam berbagai bisnis membuatnya tercatat sebagai salah satu konglomerat paling berpengaruh di Indonesia. Namun, perjalanan ini tidaklah tanpa lika-liku, terutama ketika krisis ekonomi melanda pada tahun 1998.

Relasi Bisnis yang Mengubah Peta Ekonomi Indonesia

Hubungan antara Sudono Salim dan Presiden Soeharto bermula pada masa sebelum Soeharto menjabat sebagai presiden. Salim memulai bisnisnya dengan mendistribusikan cengkeh dan kebutuhan logistik bagi tentara, sebuah langkah strategis yang mempertemukannya dengan Soeharto yang masih berpangkat kolonel. Kerjasama ini menjadi jembatan bagi kemajuan bisnis Salim.

Pertemuan keduanya dimediasi oleh Sulardi, sepupu Soeharto. Salim kemudian mengambil peran penting dalam menyediakan kebutuhan logistik bagi pasukan Soeharto selama Perang Kemerdekaan. Hal ini membuatnya menjadi figur kunci dalam pengembangan hubungan bisnis yang saling menguntungkan.

Dalam waktu singkat, keduanya terlibat dalam sinergi bisnis yang membawa manfaat besar. Salim mula-mula menyuplai barang-barang kebutuhan militer, dan setelah itu memperluas jangkauan bisnisnya ke sektor lain seperti perbankan dan makanan. Keterikatan ini berlangsung selama beberapa dekade, memperkuat posisi keduanya di peta bisnis Indonesia.

Kejayaan yang Menghilang dalam Krisis Ekonomi 1998

Seiring dengan berjalannya waktu, Salim berhasil mendirikan tiga raksasa bisnis yang beroperasi di sektor perbankan, produksi makanan, dan industri konstruksi. Bank Central Asia (BCA), Indofood, dan Indocement menjadi bagian penting dari kerajaan bisnisnya. Sayangnya, pada tahun 1998, situasi tersebut berubah drastis ketika krisis ekonomi melanda Indonesia.

Data yang tercatat menunjukkan bahwa selama krisis, masyarakat melakukan penarikan dana secara massal dari bank, termasuk BCA. Banyak nasabah berdatangan dalam antrean panjang untuk menguras tabungan mereka, sehingga membuat BCA terancam bangkrut. Kepercayaan publik yang tergerus menjadi faktor utama keruntuhan bank tersebut.

Hubungan dekat Salim dengan Soeharto ternyata menjadi bumerang ketika sentimen anti-Soeharto meluas akibat krisis. Masyarakat yang merasa tertekan mengambil tindakan kekerasan, dan Salim pun terpaksa menghadapi dampak negatif dari situasi ini. Alih-alih mendapatkan dukungan, ia justru menjadi target kemarahan massa yang merusak.

Imbas Kerusuhan Rasial di Jakarta pada Mei 1998

Pada 13 Mei 1998, Jakarta dan sekitarnya mengalami kerusuhan yang melibatkan penjarahan, pembakaran, dan kekerasan. Massa yang telah dipicu melakukan aksi kebencian dengan menyasar bangunan milik orang Tionghoa, termasuk bisnis milik Sudono Salim. Kerusuhan ini dipicu oleh adanya stereotip yang sudah ada terhadap orang Tionghoa.

Salim dan keluarganya saat itu berada di luar negeri, sehingga hanya ada anaknya, Anthony, yang berada di Jakarta. Anthony dalam ketakutan berusaha menyelamatkan barang-barang berharganya demi menghindari pertumpahan darah. Dia memilih untuk membuka akses bagi massa yang ingin merusak rumah mereka daripada melawan.

Situasi semakin memburuk ketika sekelompok orang datang meludahi rumah beserta kendaraan Salim. Dalam sekejap, rumahnya yang megah dihancurkan, dan semua yang ada di dalamnya dibakar. Kejadian ini menandai akhir dari era kejayaan bagi Selim.

Pulih dari Krisis dan Memulai Lembaran Baru

Setelah kerusuhan mereda dan Soeharto lengser, kondisi bank Salim semakin parah. BCA mengalami kerugian besar, di mana ratusan cabang dirusak dan ATM dicuri. Meski banyak yang hancur, Indocement bisa bertahan lebih baik dibandingkan kedua perusahaan lainnya. Namun, hilangnya BCA sebagai bagian dari kerajaan bisnisnya menjadi pukulan telak.

Pemerintah mengambil alih BCA dengan tujuan menyelamatkan Bank yang dalam kondisi kritis. Hal ini menandai berakhirnya babak kepemilikan keluarga Salim atas bank tersebut. Meski begitu, Salim tak lantas menyerah dan mulai mengandalkan Indofood untuk mempertahankan asetnya.

Saat ini, 25 tahun setelah kerusuhan tersebut, kelompok usaha Salim tampak kembali bangkit. Tidak hanya Indofood, tetapi juga masuk ke sektor energi, konstruksi, dan perbankan. Keberhasilan ini mencerminkan ketahanan bisnis yang mampu beradaptasi di tengah banyak tantangan yang ada.

Tags: BisnisDekadeHancurnyaKerajaanKisahSetelahSukses
Share196Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

June 18, 2026
Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

June 7, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Dolar Hanya Rp6.550 di Masa Presiden Habibie, Apa Penyebabnya?

Dolar Hanya Rp6.550 di Masa Presiden Habibie, Apa Penyebabnya?

October 4, 2026
Arahan Prabowo kepada Kepala Bakom Syahganda Nainggolan

Arahan Prabowo kepada Kepala Bakom Syahganda Nainggolan

October 4, 2026
Produksi 1 Juta Unit, Produsen AC Kembangkan Konten Lokal di Indonesia

Produksi 1 Juta Unit, Produsen AC Kembangkan Konten Lokal di Indonesia

October 4, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In