• Latest
  • Trending
  • All
Kisah Jatuhnya Kerajaan Bisnis Setelah Berjaya Selama Tiga Dekade

Kisah Jatuhnya Kerajaan Bisnis Setelah Berjaya Selama Tiga Dekade

May 3, 2026
Menkeu China Pernah Menerima Informasi Keliru Mengenai APBN RI

Menkeu China Pernah Menerima Informasi Keliru Mengenai APBN RI

June 18, 2026
Masalah Struktural Penyebab Lesunya Kredit UMKM Diketahui oleh Perbanas

Masalah Struktural Penyebab Lesunya Kredit UMKM Diketahui oleh Perbanas

June 18, 2026
Oppo Reno16 Masuk Indonesia, Andalkan Kamera Selfie 50MP dan AI Kolase Mix sebagai Keunggulan

Oppo Reno16 Masuk Indonesia, Andalkan Kamera Selfie 50MP dan AI Kolase Mix sebagai Keunggulan

June 18, 2026
Ketua KPK Tegaskan Penyelidikan MBG Masih Berlanjut dan Belum Ada Rencana Penghentian

Ketua KPK Tegaskan Penyelidikan MBG Masih Berlanjut dan Belum Ada Rencana Penghentian

June 18, 2026
Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

June 18, 2026
IHSG Mulai Pulih, Likuiditas dan Fundamental Pasar Tetap Kuat

IHSG Mulai Pulih, Likuiditas dan Fundamental Pasar Tetap Kuat

June 18, 2026
Kenaikan BI Rate Memicu Persaingan Suku Bunga di Bank Digital

Kenaikan BI Rate Memicu Persaingan Suku Bunga di Bank Digital

June 18, 2026
Lima Hari Naik 17 Persen, Berikut Faktor Pendorong IHSG

Lima Hari Naik 17 Persen, Berikut Faktor Pendorong IHSG

June 18, 2026
Kaca Baru pada Galaxy Z Fold8, Perbedaan dengan Fold Z Fold8 Ultra

Kaca Baru pada Galaxy Z Fold8, Perbedaan dengan Fold Z Fold8 Ultra

June 18, 2026
Pintu dan Area GBK yang Ditutup Akibat Eksekusi Hotel Sultan

Pintu dan Area GBK yang Ditutup Akibat Eksekusi Hotel Sultan

June 18, 2026
Prakiraan Cuaca Hari Ini Jakarta: Cerah Berawan hingga Malam

Prakiraan Cuaca Hari Ini Jakarta: Cerah Berawan hingga Malam

June 18, 2026
OJK Harap MSCI Memicu Kebangkitan Bursa RI dan Kembalinya Investor Asing

OJK Harap MSCI Memicu Kebangkitan Bursa RI dan Kembalinya Investor Asing

June 18, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, June 19, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home Finansial

Kisah Jatuhnya Kerajaan Bisnis Setelah Berjaya Selama Tiga Dekade

by Herz Wijaya
May 3, 2026
in Finansial
0
Kisah Jatuhnya Kerajaan Bisnis Setelah Berjaya Selama Tiga Dekade
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sudono Salim, lebih dikenal sebagai Liem Sioe Liong, adalah seorang tokoh bisnis terkemuka di Indonesia. Dalam perjalanan kariernya, ia tidak hanya membangun kerajaan bisnis yang luas, tetapi juga menjalin hubungan strategis dengan penguasa pada zamannya, termasuk Soeharto.

Sejak awal kemerdekaan Indonesia, ia berperan penting di sektor logistik dan impor, khususnya dalam penyediaan bahan-bahan penting untuk kebutuhan militer. Jaringan usahanya yang berkembang pesat menarik perhatian Soeharto, yang pada saat itu masih menjabat sebagai Kolonel.

Hubungan Salim dan Soeharto ternyata tercipta melalui jaringan keluarga, salah satunya sepupu Soeharto, yang menjadi perantara. Dalam konteks tersebut, Salim memainkan peran vital sebagai pemasok untuk pasukan Soeharto selama masa perang kemerdekaan.

Setelah Soeharto mengambil alih kekuasaan pada pertengahan 1960-an, dukungan terhadap Salim semakin menguat. Dalam bukunya, Richard Borsuk dan Nancy Chng menyebut bahwa Salim merupakan satu dari sekian banyak pengusaha yang diuntungkan dari rezim Orde Baru. Transaksi dan kerja sama di antara mereka pun berjalan selama tiga dekade.

Keduanya saling bergantung, di mana Soeharto memberikan perlindungan dan memastikan kelancaran bisnis Salim. Di sisi lain, grup bisnis Salim juga menyalurkan dukungan dana kepada penguasa dan kroni-kroninya. Hubungan ini membuat mereka berdua mengalami masa kejayaan hingga tiba-tiba terjerembab pada krisis 1998.

Pentingnya Hubungan Bisnis di Era Orde Baru

Selama masa kepemimpinan Orde Baru, hubungan antara pengusaha dan pemerintah menjadi sangat erat. Hal ini terlihat jelas dari bagaimana Sudono Salim mampu membangun kerajaan bisnis yang beragam seperti perbankan, makanan, dan konstruksi. Misalnya, Bank Central Asia (BCA), Indocement, serta pabrik makanan seperti Bogasari dan Indofood merupakan tiga ceruk bisnis yang dikuasainya.

Namun, krisis ekonomi 1998 menjadi ujian terberat bagi semua yang terlibat dalam sistem ini. Nasabah BCA menarik simpanan mereka secara masif, menciptakan ketidakpercayaan di pasar. Ratusan orang mengantre berjam-jam, dan kepercayaan publik terhadap bank semakin menurun, membuat BCA terancam bangkrut.

M.C Ricklefs menyebut bahwa keresahan ini memuncak pada Maret 1998, dan situasi semakin parah saat demonstrasi meluas menjadi kerusuhan. Ketika sentimen anti-Soeharto dan ketidakpuasan terhadap situasi ekonomi berkembang, Salim pun menjadi salah satu sasaran utama. Rakyat menyasar pengusaha yang dianggap dekat dengan kekuasaan, dan Salim menjadi representasi dari hal itu.

Kerusuhan Mei 1998 dan Dampaknya Terhadap Salim

Pada 13 Mei 1998, Jakarta dan beberapa daerah sekitarnya dilanda kerusuhan besar yang ditandai dengan penjarahan dan pembakaran. Massa yang marah menargetkan aset-aset milik orang Tionghoa, yang dianggap berhubungan erat dengan rezim Soeharto. Salim, dengan reputasi sebagai pengusaha Tionghoa, berada di titik sasaran.

Jemma Purdey dalam bukunya mengemukakan bahwa stereotip dan prasangka negatif terhadap orang Tionghoa menajam saat itu. Mereka dianggap kaya dan menjadi simbol penyebab kesulitan ekonomi, dan Salim adalah sosok yang paling mencolok dalam konteks ini. Oleh karena itu, massa menfokuskan kemarahan mereka padanya.

Meski dalam situasi berbahaya, Salim dan keluarganya berada di luar negeri, meninggalkan Anthony Salim di Jakarta. Dalam momen kritis ini, Anthony merasakan ketegangan yang tinggi dan memilih untuk tidak pulang ke rumah, mengingat kerusuhan yang meluas menyasar komunitas Tionghoa.

Kekhawatiran Anthony terbukti benar. Pada pagi hari 14 Mei, sekelompok pemuda bersenjata mendatangi rumahnya, mengancam untuk membakar kediamannya. Tak ingin mengorbankan nyawa orang lain, Anthony memilih untuk membiarkan massa merusak rumahnya daripada terjadi bentrokan yang lebih besar.

Kerusuhan tersebut mengakibatkan kerusakan yang parah. Rumah mewah keluarga Salim dirusak, dan mobil-mobil di garasi terbakar habis. Situasi ini menandai akhir dari kekuasaan dan kejayaan yang pernah dinikmati Salim dan Soeharto.

Reorganisasi Bisnis dan Kebangkitan Kembali

Setelah kerusuhan mereda dan Soeharto dilengserkan, BCA menderita kerugian besar. Data menunjukkan bahwa dari 122 cabang bank, banyak yang hancur akibat penjarahan. Selain itu, Indofood juga mengalami kerugian yang signifikan dengan pabriknya yang dijarah.

Saat itu, pemerintah melakukan intervensi dengan mengambil alih BCA melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Salim pun kehilangan salah satu aset terpentingnya. Namun, Indofood masih bisa bertahan dan terus beroperasi.

Di tengah segala kesulitan, grup bisnis Salim perlahan-lahan mulai pulih. Dengan kecerdikan dan strategi yang tepat, Salim memanfaatkan aset yang tersisa untuk membangun kembali reputasinya. Kini, setelah hampir tiga dekade berlalu, kerajaan bisnis keluarga Salim tidak hanya terbatas pada makanan, tetapi juga meluas ke sektor migas dan konstruksi.

Padahal, perjalanan Salim menghadapi berbagai tantangan tetap berlanjut. Dalam setiap krisis, ia selalu menunjukkan kemampuan adaptasi dan inovasi, sehingga menempatkannya kembali dalam peta bisnis Indonesia. Kini, Salim menjadi salah satu nama yang tak terlupakan dalam sejarah ekonomi Indonesia.

Tags: BerjayaBisnisDekadeJatuhnyaKerajaanKisahSelamaSetelahTiga
Share196Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
OJK Rencanakan Tokenisasi Aset Nyata untuk Hadirkan Kripto Halal di Indonesia

OJK Rencanakan Tokenisasi Aset Nyata untuk Hadirkan Kripto Halal di Indonesia

May 23, 2026
Rekomendasi KPID Jabar untuk Revisi UU Penyiaran dan Filterisasi Konten Digital

Rekomendasi KPID Jabar untuk Revisi UU Penyiaran dan Filterisasi Konten Digital

May 13, 2026
Penyebab Anjloknya Saham Bank Besar Menjelang Libur Panjang

Penyebab Anjloknya Saham Bank Besar Menjelang Libur Panjang

May 30, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Menkeu China Pernah Menerima Informasi Keliru Mengenai APBN RI

Menkeu China Pernah Menerima Informasi Keliru Mengenai APBN RI

June 18, 2026
Masalah Struktural Penyebab Lesunya Kredit UMKM Diketahui oleh Perbanas

Masalah Struktural Penyebab Lesunya Kredit UMKM Diketahui oleh Perbanas

June 18, 2026
Oppo Reno16 Masuk Indonesia, Andalkan Kamera Selfie 50MP dan AI Kolase Mix sebagai Keunggulan

Oppo Reno16 Masuk Indonesia, Andalkan Kamera Selfie 50MP dan AI Kolase Mix sebagai Keunggulan

June 18, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In