• Latest
  • Trending
  • All
Ironi di Balik Korupsi Bupati Lombok Barat oleh KPK

Ironi di Balik Korupsi Bupati Lombok Barat oleh KPK

July 21, 2026
Bank Besar Thailand Rencanakan Rights Issue Sebesar Rp1 T

Bank Besar Thailand Rencanakan Rights Issue Sebesar Rp1 T

September 9, 2026
Investor Wajib Tahu, S&P Global Berikan Informasi Positif Mengenai BBRI

Investor Wajib Tahu, S&P Global Berikan Informasi Positif Mengenai BBRI

September 9, 2026
Tablet Lenovo Tab Plus Gen 2 Rilis di Indonesia dengan Layar 2,5K dan 9 Speaker JBL

Tablet Lenovo Tab Plus Gen 2 Rilis di Indonesia dengan Layar 2,5K dan 9 Speaker JBL

September 9, 2026
Emiten Akuisisi 5% Saham PT Layar Nusantara Gas

Emiten Akuisisi 5% Saham PT Layar Nusantara Gas

September 8, 2026
Pramono Ingatkan Warga Siaga Terhadap Potensi Kebakaran di Masa El Nino

Pramono Ingatkan Warga Siaga Terhadap Potensi Kebakaran di Masa El Nino

September 8, 2026
Kepercayaan Nasabah Mendorong Penghimpunan Dana, DPK Capai 1.580 Triliun

Kepercayaan Nasabah Mendorong Penghimpunan Dana, DPK Capai 1.580 Triliun

September 8, 2026
Wamendagri Desak 26 Pemda Papua Penuhi Komitmen Pencairan Otsus Tahap II

Wamendagri Desak 26 Pemda Papua Penuhi Komitmen Pencairan Otsus Tahap II

September 8, 2026
Laba Sudah Melesat 445 Persen, SMGR Ungkap Strategi Tahun Ini

Laba Sudah Melesat 445 Persen, SMGR Ungkap Strategi Tahun Ini

September 8, 2026
CapCut Tambah Fitur AI Baru untuk Asia Tenggara dengan 660 Juta Pengguna

CapCut Tambah Fitur AI Baru untuk Asia Tenggara dengan 660 Juta Pengguna

September 8, 2026
Pemantauan Ketat Saham VICI dan SMMT oleh BEI karena Harga Bergerak Tak Wajar

Pemantauan Ketat Saham VICI dan SMMT oleh BEI karena Harga Bergerak Tak Wajar

September 8, 2026
Febrie Adriansyah Diperiksa Lagi dalam Kasus Asabri

Febrie Adriansyah Diperiksa Lagi dalam Kasus Asabri

September 8, 2026
K/L Minta Tambahan Anggaran hingga Rp1.000 T, Purbaya Berikan Penjelasan

K/L Minta Tambahan Anggaran hingga Rp1.000 T, Purbaya Berikan Penjelasan

September 8, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Saturday, September 12, 2026
  • Login
Jiexpo.co.id
  • News
  • Market
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Tekno
  • Lifestyle
No Result
View All Result
Jiexpo.co.id
No Result
View All Result
Home News

Ironi di Balik Korupsi Bupati Lombok Barat oleh KPK

by Herz Wijaya
July 21, 2026
in News
0
Ironi di Balik Korupsi Bupati Lombok Barat oleh KPK
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menjadi sorotan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap aliran dana sebesar Rp 10,8 miliar. Kasus ini berhubungan dengan pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang menunjukkan adanya praktik tidak transparan dalam pengelolaan anggaran publik.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya penyimpangan dalam pengadaan. Hal ini merujuk kepada laju dugaan korupsi yang terdeteksi dan kemudian ditindaklanjuti oleh pihak berwenang dengan penyelidikan mendalam.

Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Merah Putih KPK, Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menyampaikan bahwa dugaan pengalihan dana ini melibatkan banyak pihak, termasuk kelompok yang memperoleh keuntungan besar dari proyek pemerintah. Uang yang terlibat dalam dugaan penyelewengan ini menunjukkan betapa berbahayanya praktik korupsi di tingkat pemerintahan daerah.

Awal Mula Kasus Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa

Kasus ini mencuat dari laporan masyarakat yang merasa curiga terhadap penggunaan anggaran pemerintah yang tidak sesuai prosedur. Setelah penyelidikan awal, KPK menemukan sejumlah ketidakberesan yang kemudian berujung pada OTT terhadap Bupati dan sejumlah pihak terkait. Terbukti bahwa adanya aliran dana yang tidak wajar menunjukkan bahwa korupsi sistemik can kui diselesaikan dengan cepat.

Melalui investigasi lanjutan, ditemukan bahwa dugaan benturan kepentingan merajalela di dalam proyek-proyek yang dilaksanakan. Lalu Ahmad Zaini dituduh telah mengarahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk bekerja sama dengan pihak tertentu demi kepentingan pribadi. Ini adalah indikasi bahwa pengelolaan proyek seharusnya dilakukan dengan lebih transparan dan akuntabel.

Pihak KPK juga menyampaikan, dalam menggali kasus ini, mereka menemukan hubungan erat antara penerimaan gratifikasi dan tawaran proyek. Praktik seperti ini sering kali mengakibatkan kerugian signifikan bagi negara serta mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan.

Keterlibatan Pihak Ketiga dalam Kasus Ini

Salah satu pemain kunci dalam kasus ini adalah Sudirman, Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (Perseroda), yang diduga menggunakan perusahaan lain sebagai “bendera” untuk menjalankan proyek pemerintah. CV Dyas Karya Konstruksi (DKK) disebut sebagai perusahaan yang berfungsi untuk menutupi keberadaan pihak-pihak yang seharusnya tidak terlibat. Praktik “pinjam bendera” merupakan bentuk penghindaran tanggung jawab yang berisiko terhadap transparansi proyek.

Pihak KPK menyatakan bahwa meski proyek dikelola oleh CV DKK, banyak dari pekerjaan tersebut tetap disubkontrakkan kepada perusahaan-perusahaan lain. Hal ini menciptakan lapisan tambahan untuk menghindari kontrol dan pengawasan, yang seharusnya ada dalam setiap proyek publik. Diskusi tentang pengelolaan proyek yang adil dan tidak korup harus terus digalakkan untuk mendukung reformasi dalam pemerintahan.

Kami harus mempertanyakan bagaimana praktik-praktik kotor ini dapat berlangsung lama dan diterima begitu saja dalam sistem. Penyidik KPK menjelaskan bahwa dari total dana yang menjadi perhatian, terdapat aliran yang cukup signifikan ke pihak-pihak tertentu sebagai bentuk imbalan atau kompensasi. Ini menyoroti isu integritas dalam pelaksanaan proyek publik.

Detail Proyek dan Aliran Dana

Proyek-proyek yang ditangani melalui proses tender menyumbang sebagian besar dari aliran dana yang tidak transparan. Dari rehabilitasi taman hingga pembangunan gedung, nilai total proyek mencapai Rp 17,9 miliar, menunjukkan besarnya skala korupsi yang dapat terjadi. Proses penunjukan langsung juga memberi ruang bagi praktik-praktik tidak sehat dalam dunia bisnis pemerintahan.

Sebuah rincian menunjukkan bahwa proyek-proyek bernilai besar cenderung dikuasai oleh individu dan kelompok tertentu. Misalnya, rehabilitasi Taman Kota Gerung bahkan menjadi salah satu sore yang diangkat dalam penyelidikan korupsi ini. Pengalokasian dana yang tidak tepat jelas menunjukkan bahwa pengawasan sosial harus lebih ketat untuk mencegah kejadian serupa.

Hal yang lebih memprihatinkan adalah dugaan adanya penerimaan dana lain terkait pengadaan barang dan jasa yang belum sepenuhnya diinvestigasi. Ketidakpastian ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai seberapa dalam praktik korupsi ini dan berapa banyak lagi yang tersisa di balik tirai. Ini adalah contoh jelas bahwa perbaikan sistem harus dilakukan secepatnya.

Tags: BalikBaratBupatiIroniKorupsiKPKLombokoleh
Share197Tweet123
Herz Wijaya

Herz Wijaya

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa di Palu

June 18, 2026
Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

Hasto Soroti Tokoh Prakasa Kitabuming Solo dalam Ghost in the Cell

June 7, 2026
Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

Kata Pengusaha Suku Cadang Tentang Proyek Mobil Nasional Probowo

July 12, 2026
RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

RSUD Tingkatkan Kelas, Pasien Daerah Terpencil Hemat Transportasi hingga Rp10 Juta

0
Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

Bank Mandiri Sepakat Bagikan Dividen Rp44 Triliun

0
KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

KPK Selidiki Anggota DPR yang Merupakan Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

0
Bank Besar Thailand Rencanakan Rights Issue Sebesar Rp1 T

Bank Besar Thailand Rencanakan Rights Issue Sebesar Rp1 T

September 9, 2026
Investor Wajib Tahu, S&P Global Berikan Informasi Positif Mengenai BBRI

Investor Wajib Tahu, S&P Global Berikan Informasi Positif Mengenai BBRI

September 9, 2026
Tablet Lenovo Tab Plus Gen 2 Rilis di Indonesia dengan Layar 2,5K dan 9 Speaker JBL

Tablet Lenovo Tab Plus Gen 2 Rilis di Indonesia dengan Layar 2,5K dan 9 Speaker JBL

September 9, 2026
Jiexpo.co.id

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Jiexpo.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In