Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengumumkan langkah-langkah konkret dalam menangani masalah sampah di kawasan pesisir Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara. Upaya ini dimulai sejak 16 Januari 2026, dengan pengangkutan sampah yang dilakukan secara bertahap dan terencana.
Selama proses penanganan, tim petugas kebersihan berkomitmen untuk meningkatkan jumlah sampah yang diangkut setiap harinya. Pada hari pertama, mereka berhasil mengumpulkan 35 ton sampah, dan pada hari kedua angka tersebut meningkat menjadi 25 ton, menunjukkan progres yang signifikan dalam usaha tersebut.
Pada hari ketiga, petugas berhasil mengangkut 77 ton sampah, menandakan peningkatan yang luar biasa. Untuk memaksimalkan kerja, 100 petugas kebersihan dikerahkan, dilengkapi dengan berbagai jenis armada angkut seperti truk, ponton, dan alat berat lainnya.
Inisiatif Pengelolaan Sampah yang Terintegrasi
Dari data yang dipaparkan, terlihat adanya upaya serius untuk mengelola sampah di kawasan pesisir ini. Pengangkutan sampah tidak hanya dilakukan secara manual, tetapi juga memanfaatkan teknologi dan alat berat untuk meningkatkan efisiensi.
Asep menjelaskan pentingnya penggunaan APD, serokan sampah, dan kontainer untuk mempercepat proses tersebut. Ini menjadi strategi yang krusial dalam menangani akumulasi sampah yang terjadi di lokasi tersebut.
Metode yang diterapkan juga melibatkan penggunaan sekatan dari material High-Density Polyethylene (HDPE) dan bambu. Tujuannya adalah untuk menahan pergerakan sampah agar tidak menyebar ke area perairan yang lebih luas.
Strategi Penanganan Sampah yang Berkelanjutan
Dalam rencana jangka panjang, DLH DKI Jakarta berkomitmen untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah. Mereka akan mengevaluasi dan meningkatkan sekatan yang ada agar lebih permanen di seluruh zona pesisir.
Pentingnya armada cadangan juga menjadi perhatian utama untuk bersiap menghadapi kemungkinan peningkatan sampah saat cuaca hujan. Hal ini akan memastikan proses pengangkutan berlangsung tanpa hambatan.
Asep menambahkan bahwa pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah juga menjadi bagian dari strategi. Edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir sangat diperlukan untuk menciptakan kesadaran kolektif.
Dampak Lingkungan dan Sosial dari Pengelolaan Sampah
Langkah-langkah ini tentunya memiliki dampak positif tidak hanya untuk lingkungan tetapi juga untuk masyarakat sekitar. Dengan pengelolaan sampah yang lebih baik, kualitas lingkungan hidup dapat ditingkatkan secara signifikan.
Sampah yang dibiarkan menumpuk dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti pencemaran air dan penyakit. Oleh karena itu, penangangan yang tepat sangat diperlukan agar kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Setiap ton sampah yang diangkut dan dikelola dengan baik merupakan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Ini adalah tanggung jawab bersama yang perlu didukung oleh semua pihak, dari pemerintah hingga masyarakat.




