Keluarga bocah YBS yang berusia 10 tahun, yang merupakan siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, baru saja mengalami tragedi mengerikan. Bocah ini ditemukan tewas setelah melakukan aksi gantung diri, dan hal ini menarik perhatian publik karena keluarga korban tidak pernah menerima bantuan sosial (bansos) selama ini.
Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi pihak berwenang karena faktor penyebabnya adalah data kependudukan yang tidak akurat. Keluarga YBS adalah penduduk yang pindah dari Kabupaten Nagekeo, dan proses pendataan mereka tidak berjalan dengan baik.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan investigasi mendalam terhadap tim pendata yang terlibat dalam program Keluarga Harapan (PKH). Hasil dari investigasi ini akan menjadi dasar untuk mengambil tindakan tegas, termasuk pemberian sanksi jika terbukti ada ketidakberesan.
Gus Ipul menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap petugas pendamping PKH perlu dilakukan sebagai langkah evaluasi. Jika ada petugas yang terbukti lalai dalam bekerja, berbagai sanksi akan diterapkan, dari peringatan hingga pemecatan.
Sebanyak 500 orang pendamping PKH sudah menerima peringatan pada tahun 2025 lalu, dan dari jumlah tersebut, 49 orang di antaranya telah diberhentikan akibat kelalaian dalam tugas mereka. Ini menunjukkan adanya masalah serius dalam pelaksanaan program bantuan sosial.
Pentingnya Data Valid dalam Pemberian Bansos
Kepatuhan pada akurasi data sangatlah penting dalam program pemberian bantuan sosial. Data yang tidak tepat dapat menyebabkan penerima bantuan yang sebenarnya tidak terlayani dengan baik, sebaliknya, mereka yang tidak berhak justru bisa mendapatkan akses.
Dalam konteks keluarga bocah YBS, terlihat jelas dampak dari kurangnya validitas data. Hal ini mengarah pada gagal fungsi sistem perlindungan sosial yang seharusnya ada untuk mencegah terjadinya tragedi serupa di masa mendatang.
Gus Ipul menegaskan bahwa langkah-langkah koordinasi dengan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mengoptimalkan pendataan. Semua perangkat di tingkat desa dan kelurahan diharapkan dapat terlibat aktif dalam penyediaan informasi yang akurat tentang masyarakat setempat.
Masyarakat juga diharapkan bisa berperan serta. Peran tokoh setempat dalam mengumpulkan data yang benar sangat dibutuhkan agar tidak ada lagi warga yang terabaikan dari program pemerintah.
Pelanggaran dan Sanksi bagi Petugas Pendamping
Tindakan tegas terhadap petugas yang lalai ini dirasakan perlu sebagai bentuk pertanggungjawaban mereka. Pelanggaran terhadap tugas yang diberikan berpotensi berakibat fatal bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Hasil evaluasi yang menunjukkan adanya kelalaian dalam pendataan menimbulkan konsekuensi serius yang tidak boleh diabaikan. Program seperti PKH seharusnya menjadi jembatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bukan sebaliknya.
Langkah-langkah evaluasi yang diambil akan menjadi preseden yang baik untuk mencegah terulangnya kesalahan serupa. Ke depannya, pemerintah harus memperkuat mekanisme pengawasan bagi petugas pendukung program sosial agar dapat lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.
Kolaborasi: Kunci Sukses Pemberian Bansos yang Efektif
Kolaborasi antara kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam memastikan bahwa bantuan sosial sampai kepada yang berhak. Kerja sama ini perlu dibangun dengan baik agar semua pihak merasa terlibat dalam proses dan memiliki tanggung jawab bersama.
Pemerintah daerah memiliki peran vital dalam memfasilitasi pendataan yang tepat. Semua perangkat desa harus diajak berdiskusi agar mereka dapat memahami pentingnya peran mereka dalam mendukung program pemerintah.
Sebagai masyarakat, kesadaran untuk berkontribusi juga harus ditanamkan. Masyarakat diharapkan lebih aktif dalam memberikan informasi yang valid kepada petugas pendata, sehingga data yang dikumpulkan bisa akurat dan komprehensif.
Dengan adanya kolaborasi yang solid, diharapkan tidak akan ada lagi kasus seperti yang menimpa YBS, dan bantuan sosial dapat benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan. Upaya ini tidak hanya untuk mencegah tragedi, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.




