Perayaan Halloween di Tokyo telah menjadi fenomena yang menarik perhatian banyak orang. Dengan tradisi yang berasal dari Eropa, perayaan ini semakin populer di Jepang, khususnya di kawasan Shibuya dan Shinjuku.
Setiap tahun, kedua area ini mengalami lonjakan pengunjung yang ingin merayakan Halloween dengan kostum kreatif dan suasana pesta. Namun, angka pengunjung yang terus meningkat turut menghadirkan tantangan tersendiri bagi pihak keamanan dan pemerintah setempat.
Pada malam Halloween, sifat keramaian di Shibuya dan Shinjuku menarik banyak orang, tetapi juga menciptakan masalah keamanan. Oleh karena itu, otoritas setempat harus berupaya memastikan keselamatan semua orang yang hadir.
Peningkatan Pengamanan Menyambut Halloween 2025 di Tokyo
Kawasan Shibuya dan Shinjuku lagi-lagi mendapatkan perhatian khusus menjelang perayaan Halloween. Dengan perencanaan matang, pihak berwenang telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan.
Jumlah personel yang dikerahkan semakin meningkat, dengan sekitar 125 orang menjaga 10 titik utama di Shibuya. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama perayaan ini.
Slogan “Hentikan Halloween yang merepotkan” menyiratkan tekad untuk membuat masyarakat nyaman dan aman. Pengawasan akan berlangsung dari malam hingga subuh, menciptakan suasana yang lebih teratur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Larangan Konsumsi Alkohol dalam Perayaan Halloween
Pemerintah kota Shibuya terus memperketat aturan terkait konsumsi alkohol di area publik. Aturan ini berlaku setiap hari dan dirancang untuk memastikan kenyamanan pengunjung di malam Halloween.
Larangan ini dimulai sejak pukul 18.00 hingga 05.00, dan mencakup kompleks sekitar Stasiun JR dan perlintasan terkenal. Dengan langkah tersebut, tujuan untuk mencegah perilaku yang tidak pantas di tempat umum bisa dicapai.
Pihak berwenang ingin memastikan bahwa Halloween tidak hanya aman tetapi juga menyenangkan. Tujuan jangka panjangnya adalah untuk menciptakan atmosfer yang positif saat masyarakat merayakan.
Perubahan Pendekatan terhadap Perayaan Halloween di Tokyo
Berbanding terbalik dengan pendekatan yang lebih ketat pada dua tahun lalu, tahun ini terasa lebih santai. Wali Kota Shibuya, Ken Hasebe, menjelaskan bahwa mereka tidak ingin menghentikan perayaan Halloween sepenuhnya.
Imbauan untuk tidak berkunjung pada tahun lalu telah menciptakan dampak yang tidak diinginkan pada komunitas. Oleh karena itu, penting bagi pihak berwenang untuk menyeimbangkan antusiasme masyarakat dan kepentingan keamanan.
Perspektif baru ini memberikan harapan bahwa Halloween di Tokyo dapat berlangsung lebih baik. Hasebe menekankan pentingnya membedakan antara pengalaman Halloween yang positif dan negatif.




