Jakarta, hasil survei konsumen terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dalam keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional. Di bulan November 2025, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat pada angka optimis 124,0, lebih tinggi dari indikasi sebelumnya yang berada di level 121,2, menandakan adanya harapan lebih besar di kalangan pembeli.
Peningkatan ini mencerminkan kepercayaan yang tumbuh di kalangan konsumsi masyarakat bangsa, terutama dalam konteks pertumbuhan ekonomi yang stabil. Keyakinan ini didorong oleh perbaikan yang nyata dalam kondisi keuangan dan ekspektasi terhadap pasar kerja di Indonesia.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa kenaikan IKK dapat dilihat dari dua komponen utama. Yaitu, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), yang masing-masing menunjukkan angka naik menjadi 111,5 dan 136,6 dari bulan sebelumnya.
Persepsi Konsumen Terhadap Pengeluaran dan Usia
Melihat dari perspektif kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen mengalami lonjakan di seluruh segmentasi. Responden yang menghabiskan di atas Rp5 juta memiliki IKK tertinggi di angka 130,6, menunjukkan optimisme yang lebih tinggi dibandingkan grup dengan pengeluaran lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen dengan daya beli lebih tinggi mengharapkan pertumbuhan ekonomi lebih baik.
Selain itu, survei menunjukkan bahwa keyakinan juga meningkat di antara kelompok usia. Usia 20-30 tahun mengalami angka optimis tertinggi di 128,6, menandakan bahwa generasi muda lebih optimis terhadap perekonomian mendatang.
Kota-kota seperti Manado, Mataram, dan Medan mencatat keberhasilan terbesar dalam IKK. Peningkatan yang signifikan di kota-kota tersebut menunjukkan bahwa tidak hanya Jakarta yang berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi, tetapi juga daerah-daerah lain yang mulai menunjukkan tren positif.
Peningkatan dalam Komponen Ekonomi dan Pekerjaan
Denny menyoroti bahwa peningkatan dalam IKE pada November 2025, yang mencapai 111,5, juga dapat dilihat melalui komponen Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) yang mencatat angka 121,5. Peningkatan ini merupakan hal positif, mengindikasikan lebih banyak uang yang tersedia untuk dibelanjakan oleh konsumen, dan dapat mendorong pertumbuhan lebih lanjut dalam ekonomi.
Berdasarkan data, Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) dan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) masing-masing tercatat pada angka 109,4 dan 103,7. Hal ini menunjukkan semakin banyaknya konsumen yang berani mengeluarkan uang untuk kebutuhan jangka panjang dan merasa lebih percaya diri terhadap ketersediaan pekerjaan.
Meskipun demikian, masih ada tantangan yang dihadapi, terutama di kelompok usia di atas 51 tahun yang menunjukkan tingkat pesimisme dalam survei. Hal ini mungkin memerlukan perhatian tambahan dalam kebijakan pemerintah untuk merangsang pasar kerja lebih lanjut agar lebih inklusif.
Optimisme Masa Depan Melalui Ekspektasi Konsumen
Satu aspek penting dari survei ini adalah ekspektasi konsumen terhadap kondisi enam bulan ke depan, yang menunjukkan tren positif dengan IEK mencapai 136,6. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harapan akan penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja di masa yang akan datang.
Komponen-komponen pembentuk IEK, seperti Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP), mengalami pertumbuhan signifikan mencapai 140,6. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat memperkirakan peningkatan pada pendapatan mereka, yang dapat mendorong pengeluaran lebih lanjut.
Peningkatan di kota-kota besar, terutama di Manado, Medan, dan Bandar Lampung, menunjukkan bahwa tidak hanya Jakarta yang menjadi pusat pertumbuhan. Masyarakat di berbagai daerah kini juga melihat harapan untuk peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.
Kesimpulannya, survei konsumen terbaru memberikan gambaran optimis mengenai perekonomian Indonesia ke depan. Peningkatan keyakinan konsumen dapat berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Diharapkan langkah-langkah kebijakan yang lebih inklusif diambil untuk memastikan bahwa pertumbuhan ini dapat dirasakan secara merata di seluruh lapisan masyarakat.




