Hasil yang mengejutkan dan memprihatinkan datang dari dunia esports saat berlangsungnya SEA Games 2025 di Thailand. Komunitas pemain game, khususnya penggemar Arena of Valor (AoV), terkejut dengan disisanya atlet wanita Thailand, Napapat “Tokyogurl” Warasin, akibat pelanggaran serius selama kompetisi berlangsung.
Keputusan ini bukan hanya berdampak pada Tokyogurl, tetapi juga pada seluruh tim esports Thailand yang berlaga di ajang bergengsi tersebut. Penyelidikan mendalam dilakukan bersama Federasi Esports Thailand untuk memastikan kejadian ini tidak terulang kembali di masa mendatang.
Tidak hanya terlibat dalam kecurangan, Tokyogurl juga melanggar etika permainan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh setiap atlet. Hal ini menambah catatan negatif dalam sejarah kompetisi esports di kawasan Asia Tenggara.
Kasus Penipuan yang Mengguncang Dunia Esports Thailand
Kasus ini diungkap setelah penyelenggara dan federasi esports melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kompetisi. Tokyogurl diketahui menggunakan perangkat lunak ilegal yang memungkinkannya untuk bermain dengan cara yang tidak sah.
Lebih parahnya lagi, dia juga terlibat dalam praktik joki, di mana ia menggunakan jasa orang lain untuk bermain dengan akses jarak jauh. Tindakan ini jelas melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.
Disisi lain, tokoh publik di dunia esports mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan ini. Mereka menekankan pentingnya menjaga integritas dan kejujuran dalam setiap pertandingan agar keberlangsungan esports tetap terjaga.
Pelanggaran Etika dan Tindakan Disiplin yang Dikenakan
Satu aspek yang tak kalah menarik perhatian adalah pelanggaran etika yang dilakukan Tokyogurl saat tampil di hadapan kamera. Dia tertangkap melakukan gerakan tidak sopan yang dapat merusak citra baik olahraga ini.
Keberadaan tindakan tersebut menunjukkan bahwa etika permainan sering kali diabaikan oleh beberapa individu demi meraih kemenangan. Hal ini menjadi sorotan untuk semua pihak agar lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam bertanding.
Pihak penyelenggara, dalam hal ini adalah Garena Arena of Valor Thailand, mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi larangan tampil bagi Tokyogurl di semua kompetisi resmi di masa mendatang. Ini adalah upaya untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia esports.
Reaksi dan Dampak Bagi Timnas AoV Thailand
Reaksi dari Federasi Esports Thailand cukup sigap dengan mengambil tindakan tegas. Selain mendiskualifikasi Tokyogurl, mereka juga menarik seluruh timnas AoV Women dari ajang SEA Games 2025.
Kepala Federasi, Santi Lohthong, mengeluarkan pernyataan resmi yang meminta maaf kepada publik dan menggarisbawahi pentingnya integritas dalam olahraga. Ini adalah tanda bahwa federasi memperhatikan reputasi dan nilai positif dari esports.
Dampak langsung dari keputusan ini terlihat pada laju Laos ke final tanpa bertanding melawan Thailand. Ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh tim untuk menjunjung tinggi integritas di tengah persaingan yang semakin ketat.




