Pandangan masyarakat mengenai layanan kesehatan di dalam lembaga pemasyarakatan sering kali didominasi oleh stigma negatif. Namun, Klinik Pratama Armelia yang terletak di Rumah Tahanan (Rutan) Muntok menunjukkan bahwa kenyataan bisa jauh berbeda.
Kepala Rutan Muntok, Andry Ferli, berupaya menegaskan bahwa fasilitas kesehatan di dalam rutan tidak hanya memenuhi standar minimal, tetapi juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. Hak setiap individu untuk mendapatkan layanan medis yang baik adalah prioritas utama.
Andry menjelaskan bahwa klinik ini tidak hanya melayani Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tetapi juga keluarga mereka, pegawai rutan, bahkan masyarakat umum serta peserta BPJS Kesehatan. Hal ini diharapkan dapat memutuskan stigma bahwa rutan adalah tempat dengan layanan yang buruk.
Pentingnya Akreditasi bagi Layanan Kesehatan di Lapas
Akreditasi yang diterima oleh Klinik Pratama Armelia menjadi langkah penting dalam mengubah citra layanan kesehatan di rutan. Proses akreditasi ini mencakup penilaian menyeluruh terhadap sarana dan prasarana serta prosedur operasional yang ada.
Dengan mendapat akreditasi, klinik ini dinyatakan memenuhi standar nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Hal ini menandakan bahwa kualitas layanan medis yang diberikan telah setara dengan fasilitas kesehatan di luar rutan.
Pentingnya akreditasi juga terletak pada aspek kepercayaan. Keberadaan klinik yang terakreditasi dapat memberikan keyakinan kepada penghuni rutan serta masyarakat bahwa layanan kesehatan yang mereka terima adalah berkualitas dan aman.
Peran Klinik dalam Mendeteksi dan Memitigasi Risiko Kesehatan
Klinik di dalam rutan memiliki tanggung jawab yang lebih kompleks dibandingkan dengan fasilitas kesehatan lainnya. Klinik ini tidak hanya berfungsi untuk pengobatan, tetapi juga untuk mendeteksi dini masalah kesehatan di antara penghuni.
Upaya yang dilakukan untuk memitigasi risiko kesehatan ini menjadi sangat penting, mengingat kondisi lingkungan yang dapat memicu berbagai penyakit. Dengan adanya layanan kesehatan yang baik, penghuni rutan diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat.
Andry menekankan perlunya pendidikan kesehatan bagi penghuni, serta program-program pencegahan yang dirancang khusus sesuai dengan kebutuhan mereka. Semua langkah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat di dalam rutan.
Transformasi dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Proses mendapatkan akreditasi tidaklah mudah dan memerlukan kerja keras untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam perjalanan ini.
Melalui pelatihan dan pengembangan, petugas medis di klinik rutan diajarkan berbagai keterampilan untuk memberikan perawatan yang sesuai dengan standar nasional. Hal ini juga mencakup pembenahan dalam prosedur pelayanan agar lebih efektif dan efisien.
Transformasi ini bukan hanya berdampak pada penghuni, tetapi juga menciptakan budaya pelayanan yang lebih baik di dalam lembaga pemasyarakatan. Hal ini menandakan bahwa WBP berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai dan berkualitas.




