Jakarta, CNBC Indonesia- Investment Director Succor Asset Management, Dimas Yusuf optimistis terhadap prospek investasi di pasar modal RI. Salah satu sentimen positif datang dari Badan Pengelola aset BUMN yakni BPI Danantara yang tengah berupaya mereformasi pengelolaan BUMN untuk meningkatkan efisiensi dan mendorong kinerja bisnis.
Perbaikan BUMN ini diharapkan juga dapat memberikan dampak positif bagi emiten BUMN sehingga bisa menjadi peluang bagi investor untuk kembali masuk. Di sisi lain, sentimen yang juga menjadi perhatian para pelaku pasar adalah terkait pengelolaan fiskal dan program unggulan pemerintah terhadap ekonomi RI.
Seperti apa pelaku pasar melihat dampak arah kebijakan pemerintah terhadap prospek investasi RI? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Investment Director Succor Asset Management, Dimas Yusuf dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 11/02/2026)
Pentingnya memahami kondisi investasi saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Investor harus peka terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan ekonomi dan politik. Di tengah ketidakpastian global, strategi yang tepat sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan ini.
Fokus pada sektor-sektor yang menunjukkan pertumbuhan yang signifikan menjadi kunci. Dalam konteks ini, sektor teknologi dan infrastruktur mendapatkan perhatian khusus. Perkembangan di dua sektor ini dinilai memiliki potensi yang besar untuk menunjang pertumbuhan ekonomi ke depan.
Pentingnya Pengelolaan Fiskal dan Kebijakan Pemerintah dalam Investasi
Pengelolaan fiskal yang baik menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Kebijakan pemerintah yang konsisten dan transparan dapat menarik minat investor. Rencana anggaran yang jelas menunjukkan komitmen pemerintah terhadap pembangunan yang berkelanjutan.
Semakin baik pengelolaan fiskal, semakin besar pula kepercayaan investor. Hal ini tentu saja berdampak positif terhadap jumlah investasi asing yang masuk. Investor cenderung lebih memilih negara dengan kebijakan fiskal yang solid untuk menanamkan modalnya.
Di samping itu, program-program unggulan pemerintah yang fokus pada peningkatan investasi juga menjadi faktor penentu. Kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta dapat menciptakan iklim bisnis yang lebih baik dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dampak Reformasi BUMN terhadap Pasar Investasi
Reformasi yang dilakukan oleh BUMN diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan efisiensi. Dengan langkah ini, emiten BUMN diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik untuk para investor. Investor akan lebih percaya diri menanamkan modalnya jika mereka melihat kinerja BUMN yang membaik.
Keberhasilan reformasi ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk mengikuti jejak serupa. Kinerja positif dari BUMN dapat mendorong sektor swasta untuk berinvestasi lebih banyak. Maka, upaya ini tidak hanya menguntungkan BUMN itu sendiri, tetapi juga perekonomian secara keseluruhan.
Inisiatif yang transparan dan berbasis data juga menjadi hal yang penting. Investor akan lebih menyukai perusahaan yang terbuka dengan informasi mengenai kinerjanya. Hal ini meningkatkan kemampuan mereka untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat.
Menghadapi Ketidakpastian Global dan Peluang yang Ada
Ketidakpastian di pasar global dapat memengaruhi keputusan investasi. Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat peluang yang harus dimanfaatkan. Dengan mempelajari tren dan perilaku pasar, investor dapat mengambil keputusan yang lebih baik.
Mengidentifikasi sektor yang dapat tumbuh meskipun dalam kondisi tidak menentu menjadi salah satu strategi unggul. Misalnya, sektor kesehatan dan teknologi telah menunjukkan performa yang baik. Seiring dengan meningkatnya permintaan, kedua sektor ini memiliki prospek yang cerah ke depan.
Selain itu, penting bagi investor untuk terus mengikuti perkembangan dan perubahan yang terjadi. Informasi yang akurat dan terkini akan membantu dalam mengambil keputusan yang tepat seiring waktu. Dengan cara ini, mereka dapat menyesuaikan strategi investasi sesuai dengan dinamika pasar yang ada.




