Pertumbuhan wealth atau kekayaan di kalangan miliarder menunjukkan kenaikan yang signifikan, khususnya di Asia Tenggara. Dalam laporan terbaru, tercatat bahwa terdapat beberapa taipan yang mencatatkan lonjakan kekayaan mereka, terutama dari Indonesia dan Vietnam.
Jumlah total kekayaan gabungan mereka kini mencapai angka yang luar biasa, melebihi US$135 miliar atau sekitar Rp2.273 triliun. Berikut adalah ringkasan dari lima miliarder terkaya di kawasan ini berdasarkan data yang dihimpun.
Profil Lima Miliarder Terkaya di Asia Tenggara
Prajogo Pangestu, seorang pengusaha handal dari Indonesia, saat ini merupakan orang terkaya di Asia Tenggara dengan kekayaan sebesar US$38 miliar. Mencatat peningkatan yang signifikan hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, ia kini menduduki peringkat ke-55 di tingkat global.
Kenaikan drastis sebesar 265% ini menjadi sorotan, terutama bagi para pengamat pasar yang melihat optimisme yang tumbuh di sektor petrokimia dan energi, tempat di mana Barito Group beroperasi. Perusahaan ini dipimpin oleh Prajogo, yang telah membangunnya dari awal yang sederhana hingga menjadi salah satu konglomerat terbesar di Asia Tenggara.
Masa awal perjalanan Prajogo dimulai dengan fokus pada industri kayu, tetapi seiring waktu, ia melakukan diversifikasi ke berbagai sektor, termasuk petrokimia dan energi terbarukan. Struktur kepemilikan sahamnya dijaga ketat, di mana ia memiliki 71% saham Barito Pacific dan mengelola perusahaan yang bergerak di bidang batubara.
Miliarder Terbesar Vietnam dan Kesuksesannya
Pangsa pasar yang kuat di Vietnam juga tak kalah menarik untuk diperhatikan, dengan Pham Nhat Vuong menempati posisi kedua dengan kekayaan sebesar US$30,5 miliar. Ini menunjukkan kenaikan yang mencolok sebesar 370% dari tahun lalu, menghantarkan dirinya menjadi orang terkaya ke-71 di dunia.
Peningkatan ini dipicu oleh lonjakan harga saham Vingroup, yang dalam beberapa tahun terakhir telah mencatatkan pencapaian luar biasa di sektor otomotif, dengan penjualan mobil listrik yang drastis. Vingroup kini dikenal sebagai pionir dalam proyek infrastruktur besar yang diharapkan dapat mendongkrak ekonomi negara.
Sejarah perjalanan bisnis Vuong dimulai di Ukraina dengan produk mi instan, sebelum akhirnya kembali ke tanah airnya dan mendirikan konglomerat Vingroup. Kini, perusahaan ini tak hanya berkecimpung di bidang properti namun juga bergerak dalam berbagai lini seperti perawatan kesehatan dan transportasi.
Perjuangan Low Tuck Kwong di Sektor Pertambangan
Di posisi ketiga, Low Tuck Kwong, pengusaha asal Indonesia yang mengelola industri pertambangan, memiliki kekayaan bersih mencapai US$24,5 miliar. Meski demikian, ia mencatat penurunan kekayaan sebesar 18% tahun lalu, menjadikannya orang terkaya ke-93 di dunia.
Penyebab utama penurunan ini adalah anjloknya harga saham perusahaan pertambangan batubara, Bayan Resources, yang sempat mengalami stagnasi pendapatan. Meskipun demikian, perjalanan karirnya yang penuh liku menjadi contoh ketekunan dan ketangguhan di sektor yang penuh tantangan.
Perusahaan yang didirikan pada tahun 2004 ini mulai berkembang pesat berkat akuisisi konsesi pertambangan di Kalimantan. Saat ini, Bayan Resources dikenal sebagai salah satu eksportir utama batubara di Indonesia.
Keberhasilan Bisnis Robert Budi dan Michael Hartono
Di urutan keempat dan kelima, terdapat dua saudara, Robert Budi dan Michael Hartono, dengan kekayaan masing-masing mencapai US$21,7 miliar dan US$20,8 miliar. Kedua pengusaha ini menjadi sangat berpengaruh di berbagai sektor, terutama tembakau dan perbankan.
Dikenal sebagai pengelola Bank Central Asia, kontribusi mereka terhadap perekonomian sangat signifikan. Meskipun mengalami penurunan nilai saham, mereka tetap menjadi tumpuan banyak pihak dalam dunia bisnis Indonesia.
Mewarisi perusahaan Djarum setelah mengalami kesulitan, untuk saat ini mereka berhasil mengubah Djarum menjadi salah satu produsen rokok terbesar di dunia. Diversifikasi bisnis ke bidang elektronik dan perbankan semakin mengokohkan posisi mereka dalam arena bisnis yang semakin kompetitif.




