Pada periode menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, laporan terbaru menunjukkan tingginya volume penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera. Data menunjukkan sebanyak 32.533 penumpang dan 7.131 unit kendaraan melakukan penyeberangan pada H-3 sebelum perayaan tersebut.
Jumlah ini menunjukkan angka yang signifikan, meski ada penurunan dibandingkan tahun lalu. Penyeberangan ini dilakukan melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.
Dalam konteks ini, ASDP Indonesia Ferry mengantisipasi puncak arus lalu lintas akan terjadi pada tanggal 23 dan 24 Desember. Melihat jumlah arus penyeberangan yang terus meningkat, berbagai persiapan dilakukan untuk kenyamanan pengguna jasa.
Kesiapan Layanan ASDP dalam Menghadapi Arus Nataru
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengungkapkan bahwa perusahaan telah mempersiapkan layanan terpadu untuk periode Nataru. Koordinasi dengan semua pemangku kepentingan menjadi prioritas untuk memastikan kelancaran perjalanan.
Pihak ASDP memastikan semua fasilitas pelabuhan siap dan teratur dalam menjalankan operasional kapal. Pengaturan jadwal kapal dilakukan dengan penyusunan mekanisme yang jelas, sesuai regulasi yang berlaku.
Heru menekankan pentingnya perencanaan perjalanan oleh pengguna jasa. Dia mengimbau agar calon penumpang mendapatkan tiket terlebih dahulu dan datang tepat waktu sesuai dengan jadwal yang tertera.
Infrastruktur Pelabuhan yang Memadai untuk Angkutan Kendaraan
ASDP berkomitmen untuk memastikan infrastruktur pelabuhan dalam kondisi optimal. Semua fasilitas pendukung juga ditingkatkan agar operasional kapal dapat berjalan efektif, terutama saat kepadatan lalu lintas meningkat.
Pada kondisi normal, operasional kapal berlangsung sesuai penugasan dengan jumlah layanan yang cukup. Di saat tertentu, penyesuaian jumlah kapal akan dilakukan untuk menghindari antrean yang panjang di pelabuhan.
Pengaturan operasional ini didasarkan pada sejumlah evaluasi dan kondisi lapangan, sehingga bisa lebih responsif terhadap tuntutan masyarakat. Hal ini juga termasuk penambahan fasilitas pendukung untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.
Penurunan Jumlah Penumpang dalam Periode Nataru
Meski terdata tingginya arus penumpang, ada penurunan signifikan jika dibandingkan tahun lalu. Pada H-3, jumlah penumpang tercatat turun sekitar 26,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penumpang yang berangkat dari Jawa ke Sumatera sebanyak 32.533 orang, sedangkan jumlah kendaraan juga mengalami penurunan. Ini termasuk kendaraan roda dua, roda empat, truk, dan bus yang semua menunjukkan penurunan dibandingkan tahun lalu.
Secara kumulatif, penumpang dari H-10 hingga H-3 adalah 271.994 orang, yang menurun 0,4%. Yang menarik, meski jumlah sepeda motor turun, ada peningkatan pada kendaraan tertentu yang menunjukkan dinamika lalu lintas yang berbeda antara tahun ini dan tahun sebelumnya.




