Dalam sebuah video yang mencuri perhatian, seorang YouTuber perjalanan berbagi kisah pengalaman traumatis saat mengunjungi Angkor Wat, Khmboja. Adam, yang menjadi pembawa acara dalam saluran Country Collectors, menceritakan betapa mengerikannya insiden yang menimpanya saat matahari terbit di salah satu situs bersejarah terpenting di dunia. Kisah ini menggugah banyak perhatian publik, terutama tentang keselamatan wisatawan di lokasi populer.
Video yang diunggah pada awal Januari 2026 ini berdurasi sekitar 24 menit dan memberikan gambaran jelas mengenai situasi yang dihadapi. Dalam narasinya, Adam tidak hanya bercerita tentang serangan yang dialaminya, tetapi juga mengenai ketidakadilan yang dirasakan ketika pihak berwenang menanggapi insiden tersebut. Keterlibatan polisi di negara asing bisa menjadi hal yang menakutkan, terutama jika hal tersebut berujung pada ancaman kriminal terhadap korban.
Adalah pada jam-jam awal ketika Adam dan temannya, Olivia, menghadapi kejadian yang menjadi mimpi buruk itu. Mereka sedang menikmati keindahan Angkor Wat ketika situasi berubah menjadi penuh ketegangan akibat tindakan seorang turis lain. Adam melanjutkan bercerita tentang bagaimana serangan itu terjadi dengan cepat dan tidak terduga, mengingat mereka hanya ingin menikmati momen berharga di lokasi bersejarah tersebut.
Kejadian Memalukan yang Mengubah Liburan menjadi Mimpi Buruk
Insiden tersebut terjadi di Ta Prohm, sebuah kuil yang terkenal dan menjadi lokasi syuting film terkenal, Tomb Raider. Ketegangan mulai muncul ketika turis asal Rusia menyerobot antrean untuk berfoto di area yang sudah dikenal ramai pengunjung. Ketika Adam dan Olivia menegur tindakan tersebut, situasi pun memanas, menandai awal dari sebuah konfrontasi yang tak terhindarkan.
Menurut Adam, pria Rusia tersebut mulai menunjukkan sikap agresif dan menuntut agar mereka tidak menghalangi jalannya untuk berfoto. Ungkapan “Saya orang Rusia, saya bisa melakukan apa pun yang saya mau” menunjukkan ketidakpedulian turis itu terhadap aturan sosial yang berlaku. Rasa keadilan yang dipegang Adam dan Olivia seolah diabaikan, memperburuk situasi yang sebenarnya dapat dihindari.
Hal yang lebih mengecewakan adalah ketika mereka meminta bantuan kepada petugas keamanan di lokasi. Alih-alih mendapatkan bantuan, Adam justru merasakan pengabaian, di mana petugas terlihat tidak peduli dengan keributan yang sedang terjadi. Rasa frustrasi semakin mendalam ketika konfrontasi berujung pada kekerasan fisik, terutama saat Olivia dipukul oleh pria tersebut dengan kasar.
Reaksi Pihak Berwenang yang Memicu Ketidakpercayaan
Pertikaian yang semakin memanas berakhir dengan Adam terjatuh di tanah, sebuah momen yang tidak hanya menyakitkan secara fisik tetapi juga memberikan trauma psikologis. Setelah insiden tersebut, Adam berharap pihak berwenang dapat mengambil tindakan untuk melindungi mereka sebagai korban. Namun, harapan itu pupus ketika mereka mendapati bahwa justru polisi yang mengancam untuk memenjarakan mereka jika mengajukan tuntutan.
Kejadian ini menunjukkan adanya kebijakan yang meragukan dalam penanganan situasi berbenturan antara wisatawan dan agresor. Adam merasa situasi yang mereka hadapi sangat tidak adil, di mana mereka sebagai korban justru diperlakukan seolah-olah bersalah. Perasaan terancam di negara asing menambah beban emosional, membuat pengalaman liburan yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi hal yang menakutkan.
Dalam sebuah wawancara, Adam mengungkapkan betapa pentingnya dukungan dari komunitas wisatawan lain, dan bagaimana situasi ini memperlihatkan bahwa perlindungan terhadap wisatawan harus menjadi prioritas. Kejadian ini jelas memperlihatkan perlunya pengawasan yang lebih baik di lokasi-lokasi wisata utama, agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
Potensi Wisatawan dan Perlunya Kesadaran Bersama
Wacana mengenai keselamatan wisatawan menjadi semakin relevan setelah insiden tersebut viral. Banyak yang mulai membahas pentingnya kesadaran budaya dan etiket ketika berlibur di negara asing. Wisatawan harus memahami bahwa setiap negara memiliki norma dan batasan yang harus dihormati agar semua orang dapat menikmati keindahan sebuah tempat dengan aman.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan penyedia layanan pariwisata menjadi langkah penting untuk meningkatkan keamanan. Edukasi mengenai perilaku yang diharapkan dari para pengunjung juga harus disampaikan dengan efektif. Upaya kolaboratif dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua orang, yang pada akhirnya berujung pada pengalaman liburan yang menyenangkan.
Dalam konteks yang lebih luas, tindakan kejam yang terjadi pada Adam dan Olivia adalah pengingat bahwa pariwisata tidak hanya sekadar tentang lokasi, tetapi juga tentang interaksi sosial. Memiliki rasa saling menghormati dan bertoleransi bisa mengurangi kemungkinan konflik yang muncul di antara pengunjung yang berasal dari beragam latar belakang budaya.




