Cinta mengaku bahwa keputusan-keputusan hidupnya, termasuk dalam mengadopsi gaya hidup hijau, sangat dipengaruhi oleh didikan ibunya, Herdiana Kiehl. Sejak kecil, ibunya selalu menanamkan nilai-nilai empati dan kasih sayang yang mendalam dalam diri Cinta.
Cinta menuturkan, “Walaupun aku tumbuh di keluarga cukup berkecukupan, mama mengajarkan aku untuk selalu peka terhadap kesengsaraan orang lain.” Ini membuatnya terus berpikir untuk memposisikan diri di tempat orang lain yang mungkin mengalami kesulitan.
Empati yang diajarkan oleh ibunya menjadikan Cinta seseorang yang selalu berpikir sebelum bertindak dan mempertimbangkan dampak dari setiap keputusan yang diambil. Hal ini termasuk dalam aspek pembelanjaan, di mana dia menjadi sangat selektif dalam membeli barang.
Saat berbelanja, Cinta cenderung menghindari pembelian yang berlebihan. Dia menyadari bahwa uang yang dikeluarkannya untuk satu barang bisa sangat berharga bagi orang lain yang membutuhkan.
“Sebagai contoh, jika kita pergi ke mal dan membeli satu pakaian seharga Rp700 ribu, itu sudah menjadi Rp1,5 juta jika kita membeli dua. Angka tersebut sangat signifikan dibandingkan UMR di beberapa provinsi yang hanya Rp2 juta,” jelasnya.
Menggali Nilai-nilai Hidup dari Keluarga
Bagi Cinta, nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil membentuk karakter dan pola pikirnya saat ini. Kebiasaan untuk selalu bersikap empatik adalah nilai yang terus dipegangnya dalam berbagai aspek kehidupan.
“Aku percaya bahwa segala keputusan yang kita ambil bisa memiliki efek berantai bagi orang lain,” ujarnya. Pemikiran ini membuatnya lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
Tidak hanya dalam perilaku berbelanja, tetapi juga dalam hal pilihan karier dan hubungan sosial. Cinta merasa bahwa kesadaran terhadap dampak dari tindakannya akan mendatangkan kebahagiaan yang lebih berkelanjutan.
Belajar dari ibunya, Cinta merasakan bahwa setiap tindakan sekecil apapun bisa berkontribusi pada perubahan yang lebih besar. “Kita harus mulai dari hal-hal kecil dan sederhana,” katanya menambahkan.
Keluarga menjadi fondasi penting dalam membentuk cara pandangnya terhadap dunia. Cinta merasa beruntung tumbuh dengan orang tua yang menanamkan kebajikan dan rasa tanggung jawab.
Praktik Gaya Hidup Hijau dalam Kehidupan Sehari-hari
Gaya hidup hijau adalah upaya yang setia dilakukan Cinta. Dia mengimplementasikan prinsip-prinsip ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-harinya, mulai dari cara belanja hingga konsumsi barang sehari-hari.
Misalnya, ketika berbelanja makanan, ia berusaha untuk memilih produk lokal dan organik. “Aku percaya bahwa dengan mendukung petani lokal, kita turut membantu ekonomi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Selain itu, Cinta juga memilih untuk meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai. Dia membawa tas belanja sendiri dan memilih produk yang kemasannya ramah lingkungan.
Pilihannya didasari oleh pemahaman bahwa setiap individu punya tanggung jawab dalam menjaga planet kita. Keterlibatan aktif dalam isu lingkungan juga menjadi salah satu cara dia menciptakan kesadaran di komunitasnya.
Kesadaran Sosial dan Lingkungan untuk Generasi Muda
Cinta memiliki keyakinan bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk mengubah dunia melalui tindakan mereka. “Jika kita bisa membangun kesadaran sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi individu yang lebih peduli,” ujarnya.
Dia terlibat dalam berbagai kegiatan sosial yang bertujuan untuk mengedukasi anak muda tentang dampak tindakan mereka terhadap lingkungan. Kegiatan seperti lokakarya dan seminar menjadi platform untuk berbagi pengalaman.
Dengan berbagi cerita dan strategi praktis, Cinta berharap dapat memberikan inspirasi bagi anak muda. “Kami perlu menunjukkan bahwa perubahan itu dimulai dari diri sendiri,” tambahnya.
Tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini sangat kompleks, sehingga diperlukan pemahaman yang kuat mengenai isu-isu sosial dan lingkungan. Keterlibatan aktif akan membuat mereka lebih siap menghadapi masa depan.
Cinta percaya bahwa setiap langkah kecil menuju kesadaran sosial dan lingkungan dapat menghasilkan dampak yang signifikan. “Kita harus memiliki visi untuk masa depan yang lebih baik,” tutupnya dengan optimisme.




