Para peternak ayam petelur di Indonesia mengungkapkan apresiasi kepada Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, atas perhatian yang diberikan pemerintah terhadap keberlangsungan usaha mereka. Apresiasi ini disampaikan dalam sebuah forum yang bertujuan untuk membahas stabilitas harga telur ayam ras di Kantor Pusat Kementerian Pertanian.
Dalam pertemuan tersebut, para peternak menekankan pentingnya komunikasi langsung dengan pejabat terkait untuk memastikan keberlanjutan produksi dan kesejahteraan petani. Mereka merasa didengar dan diperhatikan, yang membuat mereka lebih optimis terhadap masa depan usaha mereka.
Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar, Yesi, menegaskan bahwa Amran adalah sosok yang peduli pada kesejahteraan peternak kecil. Ia percaya bahwa dukungan dari pemerintah sangat penting untuk menghadapi berbagai tantangan di sektor peternakan.
Peranan Menteri Pertanian dalam Stabilitas Harga Pangan
Amran Sulaiman dikenal sebagai sosok yang aktif dalam memperjuangkan kepentingan peternak dan memperhatikan perhatian masyarakat. Keberadaan beliau dalam forum-forum seperti ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa harga bahan pangan tetap stabil.
Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso, juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Menteri Pertanian. Menurutnya, Amran selalu berusaha menemukan solusi konkret untuk berbagai masalah yang dihadapi para peternak, termasuk masalah harga pakan dan harga telur.
Salah satu solusi yang dijanjikan pemerintah adalah pengaturan harga jagung, yang menjadi pakan utama bagi ayam. Yudianto mengekspresikan keyakinan bahwa kebijakan berpihak dari Menteri Pertanian dapat membawa perubahan signifikan bagi peternak di Indonesia.
Tantangan dan Solusi dalam Produksi Telur Ayam Ras
Permasalahan yang dihadapi oleh peternak tidak hanya terbatas pada harga telur dan pakan, tetapi juga meliputi permainan harga dari pihak ketiga, atau middleman. Yudianto menekankan bahwa harga telur di tingkat produsen tetap stabil, namun ada indikasi permainan dari pihak luar yang menyebabkan harga melonjak di pasar.
Amran sebagai respons atas masalah ini memerintahkan Satgas Pangan Polri untuk melakukan penertiban terhadap pelaku usaha yang melanggar. Upaya ini dianggap perlu agar harga telur di pasar tetap berpihak pada peternak dan konsumen.
Menteri Pertanian juga menilai bahwa ada lebih dari sekadar stabilitas harga yang harus dijaga. Pemerintah berkomitmen untuk melindungi seluruh ekosistem usaha, mulai dari petani, peternak, hingga konsumen agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Prospek Produksi Telur dan Kebijakan Pemerintah
Dalam forum tersebut, para peternak menegaskan bahwa saat ini produksi telur ayam ras berada dalam kondisi surplus. Ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas pasokan di pasar, namun mereka tetap khawatir tentang kemungkinan adanya penimbal harga di lapangan.
Yudianto memaparkan bahwa harga telur di tingkat produsen tetap dalam kisaran yang wajar, yaitu Rp24.000 hingga Rp26.500 per kilogram. Angka tersebut sesuai dengan Harga Acuan Pemerintah (HAP), dan ia berharap agar semua pihak bisa mematuhi kebijakan ini untuk kesejahteraan bersama.
Amran menambahkan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk membenahi sistem harga dan pasokan. Penurunan harga DOC diharapkan menjadi langkah positif dalam mengendalikan harga telur di pasar.




