Harga daging sapi yang terus melambung menjadi persoalan serius bagi banyak pedagang di Jakarta. Salah satu yang terkena dampak adalah kios-kios daging sapi di Pasar Minggu dan Pasar Lenteng Agung yang tetap tutup akibat tingginya harga daging hidup di tingkat feedlot.
Situasi ini membuat para pedagang menghadapi kesulitan dalam menjual daging dengan harga terjangkau bagi konsumen. Menurut pengamatan terbaru, hampir semua kios di kedua pasar tersebut tidak beroperasi, menunjukkan dampak signifikan dari lonjakan harga daging sapi.
Di Pasar Minggu, hanya satu kios yang berani beroperasi, sementara di Pasar Lenteng Agung, tidak ada satu pun yang buka. Keadaan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang dan konsumen.
Mogok Jualan dan Dampaknya terhadap Pedagang
Beberapa pedagang, seperti Oman dari Pasar Minggu, mengungkapkan bahwa harga daging sapi saat ini sudah mencapai Rp130 ribu per kilogram. Harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga normal dan menekan daya beli masyarakat.
Oman menambahkan bahwa jika mereka mengikuti harga dari jagal, harga daging bisa melonjak hingga Rp140 ribu per kilogram. Namun, ia khawatir bahwa konsumen tidak akan mampu membeli daging dengan harga semahal itu.
Akibatnya, banyak pedagang yang memilih untuk mogok jualan dan hanya sedikit yang tetap beroperasi. Keputusan mogok jualan ini diambil sebagai bentuk protes terhadap harga daging sapi yang tidak terkendali.
Protes Pedagang atas Harga Sapi Hidup yang Tinggi
Sebelumnya, pedagang daging di kawasan Jabodetabek melakukan aksi mogok jualan sebagai respons terhadap harga sapi hidup yang melonjak di tingkat feedlot. Aksi ini berlangsung dari Kamis hingga Sabtu dan memicu kekurangan pasokan daging di pasar tradisional.
Pemerintah dan asosiasi pedagang daging kemudian mencapai kesepakatan untuk menetapkan harga sapi hidup di tingkat feedlot sebesar Rp55 ribu per kilogram. Meskipun ada kesepakatan, beberapa pedagang masih merasa kesulitan untuk menjalankan usaha mereka.
Oman, misalnya, mengungkapkan bahwa meski mogok sudah berakhir, banyak kios di sekitarnya tetap tutup. Informasi mengenai akhir mogok baru diterima pedagang pada sore hari sehari sebelum mereka diharapkan kembali berjualan.
Strategi Menghadapi Segala Tantangan di Pasar
Selain menghadapi masalah harga, pedagang juga harus beradaptasi dengan perilaku konsumen yang berubah. Dengan daya beli yang semakin menurun, banyak konsumen yang lebih bijak dalam memilih makanan, termasuk daging sapi yang dianggap mahal.
Oman berpendapat bahwa harga ideal untuk daging sapi seharusnya berada di kisaran Rp110 ribu per kilogram agar masyarakat bisa kembali membeli daging tanpa merasa tertekan. Tanpa kebijakan yang mendukung, sulit bagi pedagang untuk menjual daging dalam jumlah yang banyak.
Lebih jauh, harga daging yang tinggi ini sudah berlangsung sejak sebelum tahun baru. Pedagang berharap agar pemerintah bisa menemukan solusi untuk menjaga stabilitas harga, agar dapat meningkatkan daya beli masyarakat, terutama menjelang hari-hari besar seperti Ramadan dan Lebaran.




