Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pertumbuhan positif di level 8.646 pada Selasa sore, 30 Desember. Dengan penguatan 2,68 poin atau setara dengan 0,03 persen dari sesi perdagangan sebelumnya, pasar saham menunjukkan stabilitas yang diperhitungkan.
Dalam data yang diperoleh dari sumber terpercaya, total transaksi investor mencapai Rp20,61 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 39,54 miliar lembar. Posisi ini menunjukkan minat investasi yang tetap tinggi di tengah dinamika ekonomi yang berlangsung.
Di akhir sesi perdagangan, terlihat bahwa 346 saham mengalami penguatan, sementara 317 saham lainnya mengalami penurunan, dan 146 saham stagnan. Ini mencerminkan variabilitas dalam performa berbagai saham yang terdaftar.
Analisis Sektor dan Kinerja Bursa Saham
Saat menelaah sektor-sektor yang terpengaruh, ditemukan bahwa tujuh dari sebelas indeks sektoral mengalami penguatan. Sektor infrastruktur menjadi pemimpin kenaikan dengan pertumbuhan 2,3 persen, menunjukkan ketahanan sektor ini di pasar.
Di sisi lain, sektor kesehatan mengalami penurunan yang cukup signifikan, tercatat minus 1,81 persen. Kondisi ini mungkin mencerminkan kekhawatiran pasar akan isu-isu kesehatan yang lebih luas atau faktor lainnya yang mempengaruhi kepercayaan investor.
Dalam konteks perdagangan internasional, perluasan pengaruh bursa saham Asia juga menjadi sorotan. Sebagian besar bursa di kawasan ini menunjukkan pergerakan positif, yang merupakan indikasi optimisme di pasar global.
Perbandingan Kinerja Bursa Asia
Indeks Straits Times di Singapura tercatat mengalami penguatan sebesar 0,55 persen. Hal ini menunjukkan tren positif yang sejalan dengan optimisme investor di kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, indeks Hang Seng Composite di Hong Kong juga mengalami kenaikan sebesar 0,86 persen. Namun, di sisi lain, indeks Nikkei 225 di Jepang menunjukkan pergerakan yang kurang menggembirakan dengan penurunan 0,37 persen, menggambarkan suasana dan kekhawatiran pasar Jepang.
Indeks Shanghai Composite di China terlihat stagnan, mencerminkan ketidakpastian yang mungkin mempengaruhi investor di negara tersebut. Kestabilan ini penting bagi perekonomian China yang lebih luas.
Tinjauan Bursa Eropa dan Amerika
Sementara itu, di Eropa, banyak bursa juga terpantau bergerak positif. Indeks DAX di Jerman mengalami kenaikan 0,06 persen, sedangkan indeks FTSE 100 di Inggris juga menunjukkan penguatan sebesar 0,12 persen.
Pergerakan di Eropa yang positif ini bisa menjadi sinyal bagi investor bahwa sentimen optimisme mulai merangkak kembali, meskipun tantangan masih ada. Penting untuk memantau perkembangan lebih lanjut untuk mengetahui apakah tren ini akan berlanjut.
Di sisi lain, bursa saham Amerika menunjukkan kinerja sebaliknya. Indeks S&P 500 melemah sebesar 0,35 persen, serta indeks Dow Jones yang turun 0,51 persen dan indeks NASDAQ Composite yang merosot hingga 0,50 persen, menunjukkan tekanan bagi investor di pasar tersebut.




