Tingkat okupansi hotel di Kota Solo, Jawa Tengah menunjukkan peningkatan yang signifikan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Peningkatan ini disampaikan oleh Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Solo, Wening Damayanti, yang menyebutkan bahwa libur panjang sekolah berkontribusi besar terhadap capaian ini.
Wening menambahkan bahwa libur sekolah yang berlangsung dari 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 sangat berpengaruh terhadap kenaikan okupansi. “Kami cukup senang karena banyak hotel yang memenuhi ekspektasi hunian,” ujarnya dengan optimis.
Sejak tanggal 20 Desember, tingkat hunian hotel mulai meningkat secara bertahap. Lebih dari sekadar angka, peningkatan ini memberikan harapan baru bagi industri pariwisata lokal yang terpuruk selama pandemi.
Peningkatan Okupansi yang Signifikan Selama Liburan
Okupansi hotel di Solo mengalami lonjakan yang konsisten sejak minggu terakhir Desember. Menurut Wening, banyak hotel anggota PHRI mengalami kenaikan yang signifikan, dengan beberapa mencapai tingkat hunian 70-80 persen pada tanggal 20 Desember.
Puncak okupansi terjadi pada periode 25 hingga 27 Desember, di mana sebagian besar hotel dilaporkan penuh. “Banyak yang mencapai 100 persen atau 99 persen pada tanggal tersebut,” jelas Wening dengan rasa bangga.
Setelah puncak Natal, meskipun terjadi penurunan pada 28 Desember, tingkat hunian kembali membaik menjelang pergantian tahun. Momen ini menjadi kesempatan bagi para hotel untuk menarik lebih banyak tamu dengan menawarkan promo menarik.
Durasi Menginap Tamu yang Meningkat Selama Liburan
Lebih menarik lagi, panjangnya masa libur Nataru turut mendorong durasi menginap para tamu hotel di Solo. Rata-rata, tamu menginap lebih dari dua malam, yang merupakan peningkatan signifikan dari rata-rata tahunan hanya 1,3 hari.
Menurut data yang diperoleh, banyak tamu yang memilih untuk tinggal lebih dari satu malam, dengan beberapa bahkan menginap hingga lima malam. “Ini merupakan indikasi positif bagi industri perhotelan di Solo,” ungkap Wening.
Dengan data yang menunjukkan tamu menginap lebih lama, ini juga menciptakan peluang bagi hotel untuk meningkatkan pendapatan tambahan melalui layanan lain, seperti makanan dan pengalaman lokal. Pengalaman yang berkesan akan mendorong tamu untuk kembali di masa mendatang.
Pelanggan Hotel Menyambut Fasilitas dan Layanan Baru
Selama libur ini, banyak hotel di Solo juga memperkenalkan berbagai fasilitas dan layanan baru yang menarik. Baik untuk para pelancong maupun keluarga, inovasi ini bertujuan memberikan pengalaman menginap yang lebih menyenangkan.
Hotel-hotel yang berpartisipasi dalam PHRI melakukan promosi menarik dan penawaran khusus untuk menarik lebih banyak tamu. Pengunjung tampak antusias menyambut berbagai paket yang ditawarkan, termasuk paket yang menggabungkan akomodasi dengan kunjungan ke tempat wisata lokal.
Respon positif dari tamu menjadi indikasi bahwa inovasi dalam layanan berkontribusi pada kenaikan okupansi. Ini adalah langkah strategis untuk memenuhi harapan tamu di era pariwisata pascapandemi ini.




