Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan tengah melakukan pembenahan signifikan setelah mendapatkan perhatian kritis dari Menteri Keuangan. Langkah ini bertujuan untuk memperbaiki performa lembaga demi meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pelayanan publik.
Dalam upaya ini, DJBC melakukan serangkaian perbaikan yang meliputi penguatan kultur organisasi serta sistem pengawasan yang lebih baik di pelabuhan dan bandara. Direktor Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC, Nirwala Dwi Heryanto, menjelaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan presiden dan menteri keuangan untuk menata kembali sistem yang ada.
DJBC berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, serta menerima masukan publik sebagai bahan evaluasi berkelanjutan. Hal ini menjadi bagian integral dari strategi mereka untuk menjadikan lembaga pajak ini lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pembenahan dan Transformasi pada Lembaga DJBC
Pembenahan yang dilakukan oleh DJBC mencakup berbagai aspek, mulai dari struktur organisasi hingga teknologi informasi. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengawasan dan kepatuhan. Dengan mengadopsi sistem yang terintegrasi, DJBC berupaya mencegah praktik under invoicing yang merugikan pendapatan negara.
Teknologi kecerdasan buatan (AI) juga menjadi bagian dari rencana ini, di mana sistem pengawasan akan semakin canggih dan efisien. Menurut Nirwala, alat-alat ini akan membantu dalam pengumpulan data dan analisis risiko yang lebih baik. Dalam jangka panjang, perubahan ini diharapkan bisa menghasilkan iklim usaha yang lebih sehat.
Selain meningkatkan sistem pengawasan, DJBC juga berkomitmen untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi pegawai menjadi prioritas agar mereka dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan lebih baik. Hal ini sejalan dengan upaya DJBC untuk menciptakan lembaga yang modern dan kompetitif.
Peningkatan Kualitas Layanan kepada Publik oleh DJBC
Salah satu aspek penting dalam pembenahan DJBC adalah peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Lembaga ini berkomitmen untuk mengubah citra negatif yang selama ini melekat. Dengan memberikan tanggapan yang cepat dan efisien terhadap masukan publik, mereka berharap dapat membangun kepercayaan yang lebih baik.
DJBC juga secara aktif mengadakan sosialisasi dan kegiatan penyuluhan untuk mengedukasi masyarakat tentang peraturan dan prosedur yang berlaku. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memahami hak dan kewajiban mereka terkait aspek perpajakan. Dengan begitu, mereka bisa lebih sadar akan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan yang ada.
Selain itu, DJBC memiliki rencana untuk memperluas akses layanan melalui platform digital, sehingga masyarakat dapat lebih mudah berinteraksi dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Langkah ini juga sejalan dengan tren global yang semakin mengarah ke digitalisasi dalam sektor pemerintahan.
Komitmen Jangka Panjang DJBC untuk Masyarakat
Komitmen DJBC untuk melakukan reformasi tidak hanya bersifat sementara, tetapi merupakan bagian dari rencana jangka panjang. Pada tahun 2026, lembaga ini menargetkan penguatan sistem berbasis teknologi yang lebih lanjut. Ini menunjukkan keseriusan mereka dalam mengadopsi inovasi untuk meningkatkan efisiensi.
Tindakan tegas juga diambil oleh pihak menteri keuangan jika DJBC tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan. Ancaman pemutusan fungsi dan pengalihan tugas kepada lembaga lain jelas menjadi sinyal bahwa DJBC harus benar-benar berbenah agar tidak kehilangan kepercayaan publik dan legitimasi sebagai lembaga pemerintahan.
Seiring dengan itu, DJBC bertekad untuk tidak hanya merestrukturisasi organisasi, tetapi juga meningkatkan kemampuan dan keterampilan pegawainya. Hal ini sangat penting agar mereka siap menghadapi tantangan di masa depan dan mampu bersaing dengan lembaga lain baik di dalam maupun luar negeri.




