Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik sejumlah pejabat baru di Kabinet Merah Putih, termasuk Wakil Menteri Keuangan yang diisi oleh Juda Agung. Keputusan ini diambil dalam upacara resmi yang berlangsung di Istana Negara, menandai pergeseran penting dalam struktur pemerintahan.
Juda Agung bukan sosok asing dalam dunia kebijakan ekonomi Indonesia. Dengan latar belakang yang kuat di Bank Indonesia dan berbagai lembaga keuangan, dia dipandang sebagai figur yang mampu membawa angin segar pada kementerian yang kini dipimpinnya.
Pria kelahiran Pontianak tersebut memulai perjalanan akademisnya di bidang Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor. Ketertarikan mendalamnya terhadap ekonomi membuatnya meraih gelar Master di Bisnis dan Keuangan di University of Birmingham, Inggris pada tahun 1995, sebelum menyelesaikan pendidikan doktoralnya empat tahun setelahnya.
Pendidikan yang solid ini menjadi dasar bagi Juda untuk memulai karier yang cemerlang di Bank Indonesia. Kariernya dimulai sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, di mana dia terlibat dalam penugasan di Kantor Perwakilan BI London hingga tahun 1999. Di sini, dia membangun pengalaman yang berharga dalam kebijakan ekonomi global.
Pulang ke Tanah Air, Juda melanjutkan kariernya di Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI. Bekerja sebagai peneliti ekonom, dia memperdalam pemahaman tentang kebijakan moneter Indonesia antara tahun 1999 hingga 2003. Kemampuan analisisnya yang tajam membawanya naik ke posisi yang lebih strategis.
Perjalanan Karier yang Mengesankan dalam Ekonomi
Selama bertahun-tahun, Juda terus menapaki jenjang karier yang semakin penting. Dari peneliti, dia menduduki jabatan sebagai analis senior dan Kepala Bagian di Direktorat Riset Ekonomi. Selama periode 2006-2008, Juda juga sempat ditugaskan di International Monetary Fund (IMF) untuk memperkaya pengalaman internasionalnya.
Pada periode berikutnya, Juda menjabat sebagai Advisor Ekonomi dan Kebijakan Moneter. Posisi ini memberinya kesempatan untuk berkolaborasi dalam merumuskan strategi ekonomi yang krusial hingga dia diangkat menjadi Kepala Grup di Direktorat tersebut. Puncak kariernya di Bank Indonesia datang pada tahun 2014, ketika dia diangkat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter.
Pencapaian tersebut mengantarkannya ke posisi lebih tinggi di dunia internasional. Dari tahun 2017 hingga 2019, dia menjabat sebagai Direktur Eksekutif IMF di Washington DC. Pengalaman di lembaga global ini memperluas wawasan dan kemampuannya dalam menangani isu-isu ekonomi yang kompleks di tingkat internasional.
Setelah kembali ke Indonesia, Juda Agung mengemban tugas penting sebagai Asisten Gubernur Bank Indonesia antara tahun 2020 hingga 2022. Di sini, dia fokus pada stabilitas sistem keuangan dan kebijakan makroprudensial, yang merupakan aspek vital dari perbankan dan ekonomi nasional.
Posisi Terakhir Sebelum Menjadi Wakil Menteri Keuangan
Menjelang pelantikannya, Juda Agung merupakan Deputi Gubernur Bank Indonesia yang dilantik pada Januari 2022. Dalam posisi ini, dia memiliki peranan strategis dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada perekonomian Indonesia. Pengalaman panjangnya memberikan kontribusi signifikan dalam upaya menjaga kestabilan ekonomi.
Kepakarannya dalam kebijakan ekonomi tidak hanya terbatas pada sektor moneter, tetapi juga meliputi analisis ekonomi, pengembangan kebijakan, dan pengawasan terhadap kebijakan fiskal. Hal ini menjadikannya aset berharga bagi pemerintahan baru yang tengah berupaya memperkuat ekonomi nasional.
Sebelum menjabat posisi barunya, Juda Agung melaporkan kekayaannya yang mencapai Rp 56,08 miliar setelah dikurangi utang. Dua komponen utama dari kekayaannya adalah properti dan surat berharga, yang menunjukkan kekuatan finansialnya dalam mendukung peran baru ini.
Menurut laporan harta kekayaan yang dipublikasikan, aset propertinya bernilai Rp 21,52 miliar, dengan sebagian besar terletak di Jakarta. Ini menunjukkan bahwa dia telah menempatkan investasinya di lokasi strategis, sehingga memaksimalkan nilai aset yang dimiliki.
Prospek dan Harapan bagi Kementerian Keuangan
Dengan latar belakang yang mumpuni dan pengalaman yang luas, banyak yang berharap Juda Agung dapat membawa perubahan positif di Kementerian Keuangan. Pengetahuannya dalam kebijakan moneter dan ekonomi akan menjadi aset berharga dalam menyusun dan menerapkan kebijakan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Harapan besar tertumpu pada kemampuannya untuk menangani tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini, termasuk inflasi, ketidakpastian pasar, dan upaya pemulihan akibat dampak global. Juda diharapkan dapat merumuskan strategi yang efektif dan aplikatif untuk memperkuat kondisi ekonomi domestik.
Tak hanya itu, kemampuan komunikasi dan kemitraan yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memfasilitasi kolaborasi yang efektif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Sinergi ini penting untuk mendorong inisiatif yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Di tengah pergeseran global dan dinamika perekonomian yang cepat berubah, Juda Agung diharapkan mampu membawa Kementerian Keuangan menjadi lebih adaptif. Melalui kebijakan yang inovatif dan berorientasi pada masyarakat, dia dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.




