Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan pentingnya transformasi menuju ekonomi hijau untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Penegasan ini menekankan bahwa untuk menjalankan agenda transisi hijau yang inklusif dan berkeadilan, dibutuhkan suatu landasan ekonomi makro yang kuat dan stabil.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Seminar Nasional tentang Transisi Energi Berkeadilan dan Peluang Green Jobs yang berlangsung di Kalimantan Timur. Dalam acara ini, Menteri juga menggarisbawahi perlunya strategi nasional yang kuat untuk meningkatkan daya saing ekonomi berdasarkan visi pembangunan yang berkelanjutan.
Transformasi hijau menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi di tengah tantangan global. Langkah ini akan mendorong kontribusi terhadap upaya pengurangan emisi gas rumah kaca yang semakin mendesak.
Menetapkan Target Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia
Indonesia telah menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca yang ambisius dalam Nationally Determined Contribution (NDC) sebesar 31,89 persen pada tahun 2030. Dengan dukungan internasional, target ini dapat meningkat menjadi 43,20 persen, menuntut komitmen yang kuat dari berbagai sektor.
Pencapaian ambisi tersebut bukan saja membutuhkan kebijakan yang tepat, tetapi juga dukungan dari masyarakat luas. Dalam hal ini, penting untuk menciptakan kesadaran mengenai dampak perubahan iklim dan pentingnya tindakan kolektif.
Pemerintah juga mencatat pentingnya landasan ekonomi makro yang stabil dalam menghadapi tantangan transisi ini. Kinerjanya yang solid diharapkan menjadi pendorong utama untuk mencapai target tersebut.
Kinerja Ekonomi Nasional yang Solid Sebagai Fondasi
Kinerja ekonomi nasional menunjukkan ketahanan yang baik, dengan pertumbuhan sebesar 5,04% pada kuartal ketiga tahun 2025. Inflasi juga tetap terkendali, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Sentimen positif ini terlihat dari indeks pasar yang tercatat dalam rekor tertinggi dan indeks keyakinan konsumen yang optimis. Hal ini mencerminkan kepercayaan masyarakat dan pelaku ekonomi terhadap kebijakan yang diambil.
Dari sisi eksternal, Indonesia berhasil mencatat surplus neraca perdagangan yang impresif, menunjukkan daya saing yang kuat di pasar global. Peningkatan investasi juga menjadi salah satu keuntungan dari reformasi kebijakan yang diterapkan.
Mendorong Pembangunan Sektor Energi Bersih dan Berkelanjutan
Transformasi energi menjadi kunci bagi Indonesia untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan. Dengan sumber daya alam yang melimpah, potensi energi baru dan terbarukan mencapai 3.686 GW yang perlu dioptimalkan.
Pemerintah mendorong investasi dalam infrastruktur energi bersih seperti pembangunan green super grid dan pengembangan berbagai teknologi energi ramah lingkungan. Penekanan pada biofuel dan bahan bakar ramah lingkungan menjadi bagian dari strategi ini.
Selain energi terbarukan, penggunaan teknologi seperti Carbon Capture and Storage (CCS) juga terus dipromosikan untuk mengurangi jejak karbon sektor industri. Ini adalah langkah konkret yang diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap lingkungan.
Peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi komoditas juga menjadi fokus utama pemerintah. Hal ini akan membantu memproduksi barang-barang bernilai tinggi, termasuk panel surya, yang dapat mendukung transisi menuju ekonomi hijau.
Dengan langkah-langkah strategis ini, pemerintah berharap dapat merangsang pertumbuhan ekonomi yang lebih hijau dan berkelanjutan. Transisi ini bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru.
Diproyeksikan bahwa transisi menuju ekonomi hijau dapat menciptakan sekitar 4,4 juta lapangan kerja pada tahun 2029. Peluang ini mencakup berbagai bidang, mulai dari teknisi energi terbarukan hingga pengelolaan lingkungan dan smart city.
Pemerintah menyadari bahwa sumber daya manusia harus disiapkan untuk mengisi peran strategis ini. Program Magang Nasional menjadi salah satu upaya untuk membekali lulusan dengan keterampilan yang diperlukan di sektor ekonomi masa depan.
Dalam seminar tersebut, hadir pula berbagai stakeholders yang berkomitmen untuk mendukung transisi energi dan membentuk masa depan yang lebih ramah lingkungan. Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target-target ambisius yang telah ditetapkan.




