Budaya Korea Selatan semakin menguasai panggung dunia, dan baru-baru ini, langkah penting ditunjukkan oleh Oxford University Press. Delapan kosakata dari bahasa Korea resmi ditambahkan ke dalam Oxford English Dictionary, menegaskan pengaruh bahasa Korea yang kian meluas di kancah internasional.
Pengumuman ini disampaikan melalui Korea Times pada 8 Januari 2026, menandakan sebuah pengakuan resmi yang tidak bisa diabaikan. Istilah-istilah yang ditambahkan bukan sekadar trend, melainkan adalah cermin dari kekayaan budaya dan tradisi yang kini telah menjadi bagian dari percakapan global.
Dalam pembaharuan ini, beragam istilah yang populer di kalangan masyarakat Korea ikut disertakan. Dari kuliner yang mendunia hingga terminologi sosial, semua mencerminkan bagaimana budaya Korea semakin mengakar di luar negeri.
Penambahan Kosakata Korea ke Dalam Kamus Inggris
Delapan kosakata baru yang dimasukkan mencakup istilah populer seperti “ramyeon“, yang merujuk pada mi instan dengan berbagai rasa dan bumbu. Makanan ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner di banyak negara, terutama di kalangan penggemar masakan Korea.
Istilah lain yang menonjol adalah bingsu, yaitu es serut yang disajikan dengan beragam topping manis. Popularitas bingsu melonjak di berbagai media sosial, sehingga makin dikenal di kalangan masyarakat internasional.
Barbekyu Korea juga resmi tercatat dalam kamus dengan pengertian irisan tipis daging yang dimasak di atas panggangan. Cara memasak yang penuh aromatik ini turut memberi warna dalam dunia gastronomi global.
Penerapan Istilah dalam Kehidupan Sehari-hari
Kemajuan tak berhenti di situ, ada jjimjilbang yang merupakan tempat pemandian dengan berbagai fasilitas relaksasi, yang juga menjadi destinasi populer bagi wisatawan. Konsep ini menciptakan pengalaman yang menyegarkan dan memperkaya waktu luang.
Selanjutnya, terdapat istilah officetel, yaitu bangunan yang menggabungkan fungsi komersial dengan hunian. Konsep ini semakin berkembang di kawasan urban dan menjadi simbol gaya hidup modern yang praktis.
Selain itu, istilah haenyeo yang mengacu pada penyelam perempuan yang mengambil hasil laut sudah menjadi bagian dari tradisi, terutama di Pulau Jeju. Keberanian dan kecerdasan mereka memberikan inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia.
Pengaruh Budaya dan Bahasa Korea Dalam Dunia Internasional
Pentingnya istilah sunbae dan ahjumma juga tidak bisa diabaikan, karena mencerminkan struktur sosial dan interaksi antar generasi. Istilah ini kerap digunakan dalam berbagai situasi, menggambarkan nuansa budaya yang mendalam.
Melalui penambahan kosakata ini, Oxford University Press menunjukkan pengakuan terhadap pengaruh budaya Korea. Hal ini menandakan bahwa dunia semakin terbuka terhadap pelbagai budaya dan bahasa, berusaha menyerap elemen-elemen tersebut dalam percakapan sehari-hari.
Jieun Kiaer, seorang profesor di Universitas Oxford, berperan penting dalam proses ini dengan menjelaskan makna kosakata tersebut. Dia percaya bahwa sembilan kosakata ini bukan hanya sekadar ejaan baru di kamus, melainkan tampak seperti upaya untuk menjembatani dua budaya yang berbeda.




