Sejumlah pengguna smartphone Samsung Galaxy mempertanyakan komitmen merek ini terhadap pembaruan perangkat mereka. Kekhawatiran ini muncul menyusul keterlambatan dalam pembaruan Google Play System yang dirasakan jauh tertinggal dibandingkan dengan perangkat Android lainnya.
Terlebih lagi, keluhan ini juga dialami oleh lini smartphone flagship terbaru dari Samsung. Banyak pengguna melaporkan bahwa perangkat mereka masih menggunakan versi pembaruan dari bulan Juli atau September 2025, sedangkan smartphone merek lain sudah mendapatkan pembaruan terbaru.
Menanggapi hal ini, Samsung akhirnya memberikan penjelasan terkait situasi yang dihadapinya. Dalam sebuah laporan, Samsung mengonfirmasi bahwa keterlambatan distribusi Google Play System Update ini merupakan suatu langkah yang disengaja.
Perusahaan teknologi asal Korea Selatan tersebut menjelaskan bahwa mereka membutuhkan waktu untuk proses verifikasi internal sebelum merilis pembaruan. “Dalam peluncuran perangkat baru atau update One UI, Samsung hanya akan merilis perangkat lunak yang telah diverifikasi,” ungkap perusahaan tersebut kepada salah satu media di Jerman.
Alasan di Balik Keterlambatan Pembaruan oleh Samsung
Samsung menyebutkan bahwa penundaan distribusi update dari Google dilakukan untuk menghindari potensi masalah. Pernyataan ini menegaskan alasan di balik fakta bahwa update Google Play System tidak langsung digulirkan ke pengguna Galaxy, meskipun sudah tersedia dari Google.
Google sendiri telah membagi sistem pembaruan Android menjadi dua bagian sejak tahun 2019. Pembaruan pertama terkait dengan sistem utama yang sepenuhnya ditangani oleh produsen, sedangkan pembaruan kedua, yaitu Google Play System Update, dikelola langsung oleh Google.
Mekanisme ini memungkinkan Google menghadirkan berbagai fitur penting seperti Digital Wellbeing, Privacy Dashboard, serta perlindungan dari pencurian. Beberapa tampilan menu yang dapat ditemukan mirip dengan ponsel Pixel juga berasal dari sistem ini.
Penggunaan Google Play System Update yang Sering Terabaikan
Akan tetapi, banyak pengguna seringkali luput dari perhatian akan pentingnya Google Play System Update. Pembaruan ini berbeda dengan aplikasi Google Play Services yang dapat diunduh di Play Store, dan tidak selalu berjalan secara otomatis.
Seringkali pengguna harus melakukan pemeriksaan manual melalui menu terpisah yang ada, berbeda dari pembaruan sistem utama. Untuk mengecek update ini, pengguna Android bisa mengakses menu Settings > Security & Privacy > System & Updates.
Namun, bagi pengguna Samsung Galaxy, opsi tersebut acapkali tidak menampilkan pembaruan terbaru yang tatsächlich sudah tersedia. Hal ini menjadi sumber keluhan tambahan di kalangan pengguna, terutama pada seri Galaxy S terbaru yang seyogianya memperoleh prioritas dalam pembaruan.
Janji Samsung untuk Melanjutkan Pembaruan di Masa Depan
Dalam situasi ini, Samsung berkomitmen untuk melanjutkan distribusi Google Play System Update pada Januari 2026. Sayangnya, mereka belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai versi update terbaru yang akan dirilis, atau apakah update tersebut akan langsung menyusul versi yang tertinggal.
Keberadaan masalah ini semakin menarik perhatian, sebab pengguna smartphone flagship seperti seri Galaxy S seharusnya mendapatkan pembaruan lebih cepat. Keterlambatan dalam pembaruan bisa mempengaruhi pengalaman pengguna dan kepercayaan terhadap produk Samsung.
Raksasa teknologi ini tampaknya perlu mengevaluasi proses pembaruan agar pengalaman pengguna tidak terganggu di masa mendatang. Kerjasama lebih baik antara Google dan produsen melalui pembaruan sistem mungkin diperlukan untuk menghadapi tantangan ini secara efisien.




